alexametrics
31.2 C
Jember
Tuesday, 17 May 2022

Distributor dan Kios Tak Klop

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Setelah adanya sidak oleh DPRD Kabupaten Bondowoso, beberapa hari lalu, di Kecamatan Klabang, diketahui ternyata ada salah satu distributor pupuk yang pada 2021 lalu menekan kios agar menjual pupuk subsidi dipaketkan dengan pupuk nonsubsidi kepada petani.

Hal tersebut dijabarkan Camat Klabang Riyan Hidayat ketika audiensi dengan Komisi II DPRD Bondowoso di Kantor Kecamatan Klabang. Menurut dia, ada beberapa kios di Kecamatan Klabang yang menyampaikan keluhannya karena merasa ditekan oleh pihak distributor.

Riyan menyatakan, selama ini kios itu dipaksa secara kontrak tertentu agar menebus pupuk subsidi dan nonsubsidi. Namun, Riyan tidak menyebutkan nama lengkap distributor tersebut. “Karena selama ini kios ini kerjanya dan mata pencahariannya menjual pupuk, maka ke depan bagaimana mereka bisa bertahan tetap menjual pupuk. Di sisi lain, terdapat distributor tertentu yang menekan mereka,” ujarnya saat sidak Komisi II ke kios pupuk di Kecamatan Klabang, Rabu (2/2).

Mobile_AP_Rectangle 2

Lebih lanjut, setelah kios itu menebus pupuk subsidi dan nonsubsidi pada distributor, mereka masih lama menunggu petani yang terdaftar di dalam e-RDKK untuk menebusnya. Bahkan, kata Riyan, pupuk itu berhari-hari tetap ada di kios, tidak ditebus oleh petani.

Riyan menduga, harga pupuk yang dijual di atas harga eceran tertinggi (HET) karena dipaketkan dengan nonsubsidi. Menurut dia, penyaluran pupuk ini perlu kontrol yang ketat dari pengawas. “Kalau perlu, setiap bulan transaksi penyaluran pupuk di kios maupun di distributor perlu diwajibkan melapor sesuai bukti-bukti administrasi,” imbuhnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Setelah adanya sidak oleh DPRD Kabupaten Bondowoso, beberapa hari lalu, di Kecamatan Klabang, diketahui ternyata ada salah satu distributor pupuk yang pada 2021 lalu menekan kios agar menjual pupuk subsidi dipaketkan dengan pupuk nonsubsidi kepada petani.

Hal tersebut dijabarkan Camat Klabang Riyan Hidayat ketika audiensi dengan Komisi II DPRD Bondowoso di Kantor Kecamatan Klabang. Menurut dia, ada beberapa kios di Kecamatan Klabang yang menyampaikan keluhannya karena merasa ditekan oleh pihak distributor.

Riyan menyatakan, selama ini kios itu dipaksa secara kontrak tertentu agar menebus pupuk subsidi dan nonsubsidi. Namun, Riyan tidak menyebutkan nama lengkap distributor tersebut. “Karena selama ini kios ini kerjanya dan mata pencahariannya menjual pupuk, maka ke depan bagaimana mereka bisa bertahan tetap menjual pupuk. Di sisi lain, terdapat distributor tertentu yang menekan mereka,” ujarnya saat sidak Komisi II ke kios pupuk di Kecamatan Klabang, Rabu (2/2).

Lebih lanjut, setelah kios itu menebus pupuk subsidi dan nonsubsidi pada distributor, mereka masih lama menunggu petani yang terdaftar di dalam e-RDKK untuk menebusnya. Bahkan, kata Riyan, pupuk itu berhari-hari tetap ada di kios, tidak ditebus oleh petani.

Riyan menduga, harga pupuk yang dijual di atas harga eceran tertinggi (HET) karena dipaketkan dengan nonsubsidi. Menurut dia, penyaluran pupuk ini perlu kontrol yang ketat dari pengawas. “Kalau perlu, setiap bulan transaksi penyaluran pupuk di kios maupun di distributor perlu diwajibkan melapor sesuai bukti-bukti administrasi,” imbuhnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Setelah adanya sidak oleh DPRD Kabupaten Bondowoso, beberapa hari lalu, di Kecamatan Klabang, diketahui ternyata ada salah satu distributor pupuk yang pada 2021 lalu menekan kios agar menjual pupuk subsidi dipaketkan dengan pupuk nonsubsidi kepada petani.

Hal tersebut dijabarkan Camat Klabang Riyan Hidayat ketika audiensi dengan Komisi II DPRD Bondowoso di Kantor Kecamatan Klabang. Menurut dia, ada beberapa kios di Kecamatan Klabang yang menyampaikan keluhannya karena merasa ditekan oleh pihak distributor.

Riyan menyatakan, selama ini kios itu dipaksa secara kontrak tertentu agar menebus pupuk subsidi dan nonsubsidi. Namun, Riyan tidak menyebutkan nama lengkap distributor tersebut. “Karena selama ini kios ini kerjanya dan mata pencahariannya menjual pupuk, maka ke depan bagaimana mereka bisa bertahan tetap menjual pupuk. Di sisi lain, terdapat distributor tertentu yang menekan mereka,” ujarnya saat sidak Komisi II ke kios pupuk di Kecamatan Klabang, Rabu (2/2).

Lebih lanjut, setelah kios itu menebus pupuk subsidi dan nonsubsidi pada distributor, mereka masih lama menunggu petani yang terdaftar di dalam e-RDKK untuk menebusnya. Bahkan, kata Riyan, pupuk itu berhari-hari tetap ada di kios, tidak ditebus oleh petani.

Riyan menduga, harga pupuk yang dijual di atas harga eceran tertinggi (HET) karena dipaketkan dengan nonsubsidi. Menurut dia, penyaluran pupuk ini perlu kontrol yang ketat dari pengawas. “Kalau perlu, setiap bulan transaksi penyaluran pupuk di kios maupun di distributor perlu diwajibkan melapor sesuai bukti-bukti administrasi,” imbuhnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/