alexametrics
22.4 C
Jember
Wednesday, 29 June 2022

Desak Kecamatan Aktifkan Perekaman E-KTP

Dicek, Mangkraknya Bukan karena Jaringan Internet

Mobile_AP_Rectangle 1

Ironisnya, pada anggaran tahun 2020 ada alokasi anggaran untuk pemeliharaan tower (untuk jaringan) hingga sekitar Rp 2 M. Pemeliharaan untuk tower jaringan Dispenduk itu untuk mempermudah perekaman e-KTP secara online. Karenanya, untuk kendala jaringan, tidak bisa dijadikan alasan yang menyebabkan alat-alat tersebut mangkrak.

Tohari menambahkan, pada tahun 2019 ada pengadaan peralatan cetak KTP dan KK pada Dispendukcapil. Berikutnya didistribusikan pada tahun 2020 ke semua kecamatan.

Di sisi lain, sekretaris Dispendukcapil Priono Hadi Siswanto menjelaskan, jaringan itu dihubungkan ke Dispendukcapil melalui wireless yang ada di tower. Namun, ada beberapa kecamatan yang wireless-nya tak bisa langsung ke Dispendukcapil, melainkan melalui tower kecamatan lainnya. “Sehingga jika ada salah satu tower yang terkendala, otomatis kami tak bisa mengirim,” jelasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kendala lainnya, tower tersebut juga ada masa hidupnya. Sering kali juga, jika kena hujan atau air bisa rusak. Sementara, selama ini untuk pemeliharaan tower anggarannya hanya sekitar Rp 100 juta untuk tahun 2019. Artinya, di anggaran Rp 1,3 miliar masih ada beberapa item lainnya.  “Tahun 2020, sekitar Rp 100 juta sekian. Kena Covid-19, tinggal Rp 40 jutaan,” bebernya.

- Advertisement -

Ironisnya, pada anggaran tahun 2020 ada alokasi anggaran untuk pemeliharaan tower (untuk jaringan) hingga sekitar Rp 2 M. Pemeliharaan untuk tower jaringan Dispenduk itu untuk mempermudah perekaman e-KTP secara online. Karenanya, untuk kendala jaringan, tidak bisa dijadikan alasan yang menyebabkan alat-alat tersebut mangkrak.

Tohari menambahkan, pada tahun 2019 ada pengadaan peralatan cetak KTP dan KK pada Dispendukcapil. Berikutnya didistribusikan pada tahun 2020 ke semua kecamatan.

Di sisi lain, sekretaris Dispendukcapil Priono Hadi Siswanto menjelaskan, jaringan itu dihubungkan ke Dispendukcapil melalui wireless yang ada di tower. Namun, ada beberapa kecamatan yang wireless-nya tak bisa langsung ke Dispendukcapil, melainkan melalui tower kecamatan lainnya. “Sehingga jika ada salah satu tower yang terkendala, otomatis kami tak bisa mengirim,” jelasnya.

Kendala lainnya, tower tersebut juga ada masa hidupnya. Sering kali juga, jika kena hujan atau air bisa rusak. Sementara, selama ini untuk pemeliharaan tower anggarannya hanya sekitar Rp 100 juta untuk tahun 2019. Artinya, di anggaran Rp 1,3 miliar masih ada beberapa item lainnya.  “Tahun 2020, sekitar Rp 100 juta sekian. Kena Covid-19, tinggal Rp 40 jutaan,” bebernya.

Ironisnya, pada anggaran tahun 2020 ada alokasi anggaran untuk pemeliharaan tower (untuk jaringan) hingga sekitar Rp 2 M. Pemeliharaan untuk tower jaringan Dispenduk itu untuk mempermudah perekaman e-KTP secara online. Karenanya, untuk kendala jaringan, tidak bisa dijadikan alasan yang menyebabkan alat-alat tersebut mangkrak.

Tohari menambahkan, pada tahun 2019 ada pengadaan peralatan cetak KTP dan KK pada Dispendukcapil. Berikutnya didistribusikan pada tahun 2020 ke semua kecamatan.

Di sisi lain, sekretaris Dispendukcapil Priono Hadi Siswanto menjelaskan, jaringan itu dihubungkan ke Dispendukcapil melalui wireless yang ada di tower. Namun, ada beberapa kecamatan yang wireless-nya tak bisa langsung ke Dispendukcapil, melainkan melalui tower kecamatan lainnya. “Sehingga jika ada salah satu tower yang terkendala, otomatis kami tak bisa mengirim,” jelasnya.

Kendala lainnya, tower tersebut juga ada masa hidupnya. Sering kali juga, jika kena hujan atau air bisa rusak. Sementara, selama ini untuk pemeliharaan tower anggarannya hanya sekitar Rp 100 juta untuk tahun 2019. Artinya, di anggaran Rp 1,3 miliar masih ada beberapa item lainnya.  “Tahun 2020, sekitar Rp 100 juta sekian. Kena Covid-19, tinggal Rp 40 jutaan,” bebernya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/