alexametrics
26.6 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Desak Kecamatan Aktifkan Perekaman E-KTP

Dicek, Mangkraknya Bukan karena Jaringan Internet

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Mangkraknya alat perekam e-KTP di sejumlah kantor kecamatan menjadi buah bibir. Betapa tidak, temuan Komisi I DPRD Bondowoso itu mengejutkan banyak pihak. Komputer, printer, dan kamera yang sudah didistribusikan ke berbagai kecamatan lama tak dioperasikan.

Dengan begitu, Komisi I meminta agar fasilitas perekam e-KTP dan pencetak kartu keluarga (KK) di kantor-kantor kecamatan itu difungsikan lagi. Mengingat semua peralatan, operator, dan jaringannya pun cukup lengkap.

“Ketika kami survei ke beberapa kecamatan, kami tanya, sudah operasional? Sudah. Sejak kapan? Sudah dua hari yang lalu. Berarti sejak Komisi I turun,” tutur Tohari, Ketua Komisi I DPRD Bondowoso.

Mobile_AP_Rectangle 2

Lebih jauh, menurut Tohari, pertemuan antara Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) dengan pihak kecamatan semata-mata mencari solusi. Bukan untuk mengambinghitamkan salah satu pihak. Tujuannya agar fasilitas dan peralatan dapat digunakan sebagaimana peruntukannya. Mempermudah layanan adminduk bagi masyarakat.  “Kami tidak cari kambing hitam, kami cari solusi,” lanjut Tohari.

Diberitakan sebelumnya, Komisi I DPRD menemukan alat-alat perekaman e-KTP di beberapa kantor kecamatan terbengkalai. Meskipun tersimpan rapi di sebuah ruangan, namun alat-alat itu sudah lama tak dipakai. Jadinya berdebu dan tak normal lagi kalaupun difungsikan kembali.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Mangkraknya alat perekam e-KTP di sejumlah kantor kecamatan menjadi buah bibir. Betapa tidak, temuan Komisi I DPRD Bondowoso itu mengejutkan banyak pihak. Komputer, printer, dan kamera yang sudah didistribusikan ke berbagai kecamatan lama tak dioperasikan.

Dengan begitu, Komisi I meminta agar fasilitas perekam e-KTP dan pencetak kartu keluarga (KK) di kantor-kantor kecamatan itu difungsikan lagi. Mengingat semua peralatan, operator, dan jaringannya pun cukup lengkap.

“Ketika kami survei ke beberapa kecamatan, kami tanya, sudah operasional? Sudah. Sejak kapan? Sudah dua hari yang lalu. Berarti sejak Komisi I turun,” tutur Tohari, Ketua Komisi I DPRD Bondowoso.

Lebih jauh, menurut Tohari, pertemuan antara Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) dengan pihak kecamatan semata-mata mencari solusi. Bukan untuk mengambinghitamkan salah satu pihak. Tujuannya agar fasilitas dan peralatan dapat digunakan sebagaimana peruntukannya. Mempermudah layanan adminduk bagi masyarakat.  “Kami tidak cari kambing hitam, kami cari solusi,” lanjut Tohari.

Diberitakan sebelumnya, Komisi I DPRD menemukan alat-alat perekaman e-KTP di beberapa kantor kecamatan terbengkalai. Meskipun tersimpan rapi di sebuah ruangan, namun alat-alat itu sudah lama tak dipakai. Jadinya berdebu dan tak normal lagi kalaupun difungsikan kembali.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Mangkraknya alat perekam e-KTP di sejumlah kantor kecamatan menjadi buah bibir. Betapa tidak, temuan Komisi I DPRD Bondowoso itu mengejutkan banyak pihak. Komputer, printer, dan kamera yang sudah didistribusikan ke berbagai kecamatan lama tak dioperasikan.

Dengan begitu, Komisi I meminta agar fasilitas perekam e-KTP dan pencetak kartu keluarga (KK) di kantor-kantor kecamatan itu difungsikan lagi. Mengingat semua peralatan, operator, dan jaringannya pun cukup lengkap.

“Ketika kami survei ke beberapa kecamatan, kami tanya, sudah operasional? Sudah. Sejak kapan? Sudah dua hari yang lalu. Berarti sejak Komisi I turun,” tutur Tohari, Ketua Komisi I DPRD Bondowoso.

Lebih jauh, menurut Tohari, pertemuan antara Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) dengan pihak kecamatan semata-mata mencari solusi. Bukan untuk mengambinghitamkan salah satu pihak. Tujuannya agar fasilitas dan peralatan dapat digunakan sebagaimana peruntukannya. Mempermudah layanan adminduk bagi masyarakat.  “Kami tidak cari kambing hitam, kami cari solusi,” lanjut Tohari.

Diberitakan sebelumnya, Komisi I DPRD menemukan alat-alat perekaman e-KTP di beberapa kantor kecamatan terbengkalai. Meskipun tersimpan rapi di sebuah ruangan, namun alat-alat itu sudah lama tak dipakai. Jadinya berdebu dan tak normal lagi kalaupun difungsikan kembali.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/