alexametrics
23 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Buat Desain Sesuai Momentum

Bikin Motif Virus Korona di Kain Batik

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Geliat batik di Bondowoso masih eksis. Walaupun dalam kondisi sulit pandemi ini, batik Bondowoso masih terus berjalan. Salah satu usaha batik yang tetap eksis adalah usaha milik tiga sekawan Dusun Silowogo, Tamanan.

Mereka adalah Andreanto, 30, Kholis, 31, dan Ervin, 27. Ketiga pemuda itu memulai usaha batiknya tahun 2017 silam. Bisnis batik itu dinamai Ijen Batik Bondowoso. Modal awal untuk membuat bisnis tersebut cukup minim, hanya Rp 3 juta. Modal itu didapatkan dari hasil patungan bertiga. Bukan hanya itu, mereka tak memiliki ruangan khusus kala merintis usaha. Mereka memproduksi batik di tempat sederhana, bahkan bisa dibilang jauh dari kata layak, yaitu bekas kandang sapi milik saudara.

“Modal Rp 3 juta kami gunakan untuk membeli satu set alat cap. Sebagiannya lagi untuk membeli bahan kain. Karena kecilnya modal, kami memutar uang muka (DP) pelanggan agar bisa tetap berjalan. Pembelinya juga masih sekitaran Bondowoso,” Kata Andre, sapaan akrab Andreanto.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Geliat batik di Bondowoso masih eksis. Walaupun dalam kondisi sulit pandemi ini, batik Bondowoso masih terus berjalan. Salah satu usaha batik yang tetap eksis adalah usaha milik tiga sekawan Dusun Silowogo, Tamanan.

Mereka adalah Andreanto, 30, Kholis, 31, dan Ervin, 27. Ketiga pemuda itu memulai usaha batiknya tahun 2017 silam. Bisnis batik itu dinamai Ijen Batik Bondowoso. Modal awal untuk membuat bisnis tersebut cukup minim, hanya Rp 3 juta. Modal itu didapatkan dari hasil patungan bertiga. Bukan hanya itu, mereka tak memiliki ruangan khusus kala merintis usaha. Mereka memproduksi batik di tempat sederhana, bahkan bisa dibilang jauh dari kata layak, yaitu bekas kandang sapi milik saudara.

“Modal Rp 3 juta kami gunakan untuk membeli satu set alat cap. Sebagiannya lagi untuk membeli bahan kain. Karena kecilnya modal, kami memutar uang muka (DP) pelanggan agar bisa tetap berjalan. Pembelinya juga masih sekitaran Bondowoso,” Kata Andre, sapaan akrab Andreanto.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Geliat batik di Bondowoso masih eksis. Walaupun dalam kondisi sulit pandemi ini, batik Bondowoso masih terus berjalan. Salah satu usaha batik yang tetap eksis adalah usaha milik tiga sekawan Dusun Silowogo, Tamanan.

Mereka adalah Andreanto, 30, Kholis, 31, dan Ervin, 27. Ketiga pemuda itu memulai usaha batiknya tahun 2017 silam. Bisnis batik itu dinamai Ijen Batik Bondowoso. Modal awal untuk membuat bisnis tersebut cukup minim, hanya Rp 3 juta. Modal itu didapatkan dari hasil patungan bertiga. Bukan hanya itu, mereka tak memiliki ruangan khusus kala merintis usaha. Mereka memproduksi batik di tempat sederhana, bahkan bisa dibilang jauh dari kata layak, yaitu bekas kandang sapi milik saudara.

“Modal Rp 3 juta kami gunakan untuk membeli satu set alat cap. Sebagiannya lagi untuk membeli bahan kain. Karena kecilnya modal, kami memutar uang muka (DP) pelanggan agar bisa tetap berjalan. Pembelinya juga masih sekitaran Bondowoso,” Kata Andre, sapaan akrab Andreanto.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/