alexametrics
23.2 C
Jember
Thursday, 18 August 2022

Kedelai Naik, Pabrik Tahu Kena Imbas

Harga kedelai naik cukup signifikan. Di pasaran, awalnya per kilogram Rp 6.400, kini naik menjadi Rp 9.300. Ada kenaikan Rp 2.900. Otomatis berimbas pada produsen tahu. Bahkan, karena kenaikan harga kedelai, sempat ada produsen tahu yang berencana mogok.

Mobile_AP_Rectangle 1

Menurut pemilik perusahaan tahu yang telah berdiri sejak 1983 ini, selama sebulan terakhir pihaknya merugi. Itu karena harga kedelai yang terus melambung. Dia menggunakan kedelai impor yang dibelinya di Jember. Sebenarnya ada kedelai lokal, namun tidak digunakannya karena kedelai lokal memengaruhi kualitas tahu.

Adapun jika dicampur, pihaknya masih pikir-pikir dulu. Sebab, khawatir justru membuat tahu tak bisa mengembang. Kondisi ini justru ditakutkan semakin membuat rugi. Mengingat dalam sehari pihaknya memproduksi hingga 1 ton kedelai. “Kami tak bisa pakai kedelai lokal ya. Tahunya itu cepat busuk. Kalau dulu bisa, sekarang tidak bisa. Tidak tahu kenapa. Saya pikir hanya saya yang tidak bisa, ternyata perusahaan lain juga tak bisa,” jelas wanita yang memiliki pekerja hingga 40 orang tersebut.

Wanita yang berusia 53 tahun ini pun berharap pemerintah bisa segera mengambil kebijakan. Agar makanan rakyat ini bisa tetap bisa dinikmati. “Kami menunggu pemerintah agar ada penurunan harga kedelai,” pungkasnya.

- Advertisement -

Menurut pemilik perusahaan tahu yang telah berdiri sejak 1983 ini, selama sebulan terakhir pihaknya merugi. Itu karena harga kedelai yang terus melambung. Dia menggunakan kedelai impor yang dibelinya di Jember. Sebenarnya ada kedelai lokal, namun tidak digunakannya karena kedelai lokal memengaruhi kualitas tahu.

Adapun jika dicampur, pihaknya masih pikir-pikir dulu. Sebab, khawatir justru membuat tahu tak bisa mengembang. Kondisi ini justru ditakutkan semakin membuat rugi. Mengingat dalam sehari pihaknya memproduksi hingga 1 ton kedelai. “Kami tak bisa pakai kedelai lokal ya. Tahunya itu cepat busuk. Kalau dulu bisa, sekarang tidak bisa. Tidak tahu kenapa. Saya pikir hanya saya yang tidak bisa, ternyata perusahaan lain juga tak bisa,” jelas wanita yang memiliki pekerja hingga 40 orang tersebut.

Wanita yang berusia 53 tahun ini pun berharap pemerintah bisa segera mengambil kebijakan. Agar makanan rakyat ini bisa tetap bisa dinikmati. “Kami menunggu pemerintah agar ada penurunan harga kedelai,” pungkasnya.

Menurut pemilik perusahaan tahu yang telah berdiri sejak 1983 ini, selama sebulan terakhir pihaknya merugi. Itu karena harga kedelai yang terus melambung. Dia menggunakan kedelai impor yang dibelinya di Jember. Sebenarnya ada kedelai lokal, namun tidak digunakannya karena kedelai lokal memengaruhi kualitas tahu.

Adapun jika dicampur, pihaknya masih pikir-pikir dulu. Sebab, khawatir justru membuat tahu tak bisa mengembang. Kondisi ini justru ditakutkan semakin membuat rugi. Mengingat dalam sehari pihaknya memproduksi hingga 1 ton kedelai. “Kami tak bisa pakai kedelai lokal ya. Tahunya itu cepat busuk. Kalau dulu bisa, sekarang tidak bisa. Tidak tahu kenapa. Saya pikir hanya saya yang tidak bisa, ternyata perusahaan lain juga tak bisa,” jelas wanita yang memiliki pekerja hingga 40 orang tersebut.

Wanita yang berusia 53 tahun ini pun berharap pemerintah bisa segera mengambil kebijakan. Agar makanan rakyat ini bisa tetap bisa dinikmati. “Kami menunggu pemerintah agar ada penurunan harga kedelai,” pungkasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/