alexametrics
21.3 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Tidak Tebang Pilih Rawat ODGJ

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Keberadaan orang dalam gangguan jiwa (ODGJ) masih kerap ditemui di Bondowoso. Ternyata, ketika ada hal itu, masyarakat diimbau untuk segera memberikan laporan kepada Dinas Sosial (Dinsos) agar segera mendapatkan pendampingan dan perawatan. Mereka akan dirawat di rumah sakit, tepatnya di Paviliun Seroja RSUD dr Koesnadi. Setelah dinyatakan sembuh, mereka akan dikembalikan pada keluarganya. Dengan catatan, pihak keluarga berkomitmen untuk mendampingi orang tersebut.

Anisatul Hamidah, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Bondowoso, mengatakan, pihaknya tidak pernah tebang pilih dalam memberikan pendampingan dan perawatan terhadap orang dalam gangguan jiwa (ODGJ). Ketika ada laporan dari masyarakat, maka pihaknya akan menerjunkan tim khusus yang sudah dibentuk sebelumnya.

Terbaru, pihaknya sudah berhasil merawat dan mengembalikan salah seorang ODGJ asal Malang, Jawa Timur, yang ditemukan di Bondowoso. Orang tersebut berinisial A. Ketika ditemukan, dia tidak bisa menyebutkan nama, alamat, serta keluarganya. Karena hal itu, pihaknya terlebih dahulu melakukan psikososialnya terlebih dahulu. “Ternyata dia berasal dari Malang. Akhirnya, kami komunikasi dengan Dinsos setempat,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Akhirnya, Dinsos Malang mencari keluarga yang bersangkutan, kemudian melakukan komunikasi dengan mereka. Ternyata pihak keluarga menginginkan untuk dirawat di Bondowoso. “Karena memang keluarga di sana kurang mampu. Dinas Sosial Malang menyarankan untuk terapi di sini dulu,” bebernya.

Akhirnya, yang bersangkutan dirawat di Poli Jiwa RSUD dr Koesnadi, Bondowoso. Mengingat, di tempat itu sudah ada Paviliun Seroja, khusus untuk para ODGJ. Padahal sebelumnya, ketika ada yang membutuhkan perawatan, pihaknya biasa mengirimkan ke RS Menur Surabaya atau RSJ Lawang, Malang. Bahkan UPT di Banyuwangi. “Alhamdulillah, itu sangat membantu. Sudah ada belasan pasien yang sembuh di tempat itu,” katanya.

Setelah para pasien dinyatakan sembuh, maka pihaknya segera berkomunikasi dengan Dinsos setempat untuk mengembalikan kepada keluarganya. “Mekanismenya bisa kita antarkan, atau keluarga yang menjemput ke sini. Tergantung bagaimana kesepakatan dengan keluarga,” ucapnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Keberadaan orang dalam gangguan jiwa (ODGJ) masih kerap ditemui di Bondowoso. Ternyata, ketika ada hal itu, masyarakat diimbau untuk segera memberikan laporan kepada Dinas Sosial (Dinsos) agar segera mendapatkan pendampingan dan perawatan. Mereka akan dirawat di rumah sakit, tepatnya di Paviliun Seroja RSUD dr Koesnadi. Setelah dinyatakan sembuh, mereka akan dikembalikan pada keluarganya. Dengan catatan, pihak keluarga berkomitmen untuk mendampingi orang tersebut.

Anisatul Hamidah, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Bondowoso, mengatakan, pihaknya tidak pernah tebang pilih dalam memberikan pendampingan dan perawatan terhadap orang dalam gangguan jiwa (ODGJ). Ketika ada laporan dari masyarakat, maka pihaknya akan menerjunkan tim khusus yang sudah dibentuk sebelumnya.

Terbaru, pihaknya sudah berhasil merawat dan mengembalikan salah seorang ODGJ asal Malang, Jawa Timur, yang ditemukan di Bondowoso. Orang tersebut berinisial A. Ketika ditemukan, dia tidak bisa menyebutkan nama, alamat, serta keluarganya. Karena hal itu, pihaknya terlebih dahulu melakukan psikososialnya terlebih dahulu. “Ternyata dia berasal dari Malang. Akhirnya, kami komunikasi dengan Dinsos setempat,” katanya.

Akhirnya, Dinsos Malang mencari keluarga yang bersangkutan, kemudian melakukan komunikasi dengan mereka. Ternyata pihak keluarga menginginkan untuk dirawat di Bondowoso. “Karena memang keluarga di sana kurang mampu. Dinas Sosial Malang menyarankan untuk terapi di sini dulu,” bebernya.

Akhirnya, yang bersangkutan dirawat di Poli Jiwa RSUD dr Koesnadi, Bondowoso. Mengingat, di tempat itu sudah ada Paviliun Seroja, khusus untuk para ODGJ. Padahal sebelumnya, ketika ada yang membutuhkan perawatan, pihaknya biasa mengirimkan ke RS Menur Surabaya atau RSJ Lawang, Malang. Bahkan UPT di Banyuwangi. “Alhamdulillah, itu sangat membantu. Sudah ada belasan pasien yang sembuh di tempat itu,” katanya.

Setelah para pasien dinyatakan sembuh, maka pihaknya segera berkomunikasi dengan Dinsos setempat untuk mengembalikan kepada keluarganya. “Mekanismenya bisa kita antarkan, atau keluarga yang menjemput ke sini. Tergantung bagaimana kesepakatan dengan keluarga,” ucapnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Keberadaan orang dalam gangguan jiwa (ODGJ) masih kerap ditemui di Bondowoso. Ternyata, ketika ada hal itu, masyarakat diimbau untuk segera memberikan laporan kepada Dinas Sosial (Dinsos) agar segera mendapatkan pendampingan dan perawatan. Mereka akan dirawat di rumah sakit, tepatnya di Paviliun Seroja RSUD dr Koesnadi. Setelah dinyatakan sembuh, mereka akan dikembalikan pada keluarganya. Dengan catatan, pihak keluarga berkomitmen untuk mendampingi orang tersebut.

Anisatul Hamidah, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Bondowoso, mengatakan, pihaknya tidak pernah tebang pilih dalam memberikan pendampingan dan perawatan terhadap orang dalam gangguan jiwa (ODGJ). Ketika ada laporan dari masyarakat, maka pihaknya akan menerjunkan tim khusus yang sudah dibentuk sebelumnya.

Terbaru, pihaknya sudah berhasil merawat dan mengembalikan salah seorang ODGJ asal Malang, Jawa Timur, yang ditemukan di Bondowoso. Orang tersebut berinisial A. Ketika ditemukan, dia tidak bisa menyebutkan nama, alamat, serta keluarganya. Karena hal itu, pihaknya terlebih dahulu melakukan psikososialnya terlebih dahulu. “Ternyata dia berasal dari Malang. Akhirnya, kami komunikasi dengan Dinsos setempat,” katanya.

Akhirnya, Dinsos Malang mencari keluarga yang bersangkutan, kemudian melakukan komunikasi dengan mereka. Ternyata pihak keluarga menginginkan untuk dirawat di Bondowoso. “Karena memang keluarga di sana kurang mampu. Dinas Sosial Malang menyarankan untuk terapi di sini dulu,” bebernya.

Akhirnya, yang bersangkutan dirawat di Poli Jiwa RSUD dr Koesnadi, Bondowoso. Mengingat, di tempat itu sudah ada Paviliun Seroja, khusus untuk para ODGJ. Padahal sebelumnya, ketika ada yang membutuhkan perawatan, pihaknya biasa mengirimkan ke RS Menur Surabaya atau RSJ Lawang, Malang. Bahkan UPT di Banyuwangi. “Alhamdulillah, itu sangat membantu. Sudah ada belasan pasien yang sembuh di tempat itu,” katanya.

Setelah para pasien dinyatakan sembuh, maka pihaknya segera berkomunikasi dengan Dinsos setempat untuk mengembalikan kepada keluarganya. “Mekanismenya bisa kita antarkan, atau keluarga yang menjemput ke sini. Tergantung bagaimana kesepakatan dengan keluarga,” ucapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/