alexametrics
28.2 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Ini Informasi Terbaru Kenaikan UMK Bondowoso 2022

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Besaran upah minimum kabupaten (UMK) untuk seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur sudah disahkan. Untuk sejumlah daerah, nilai UMK pada 2022 mendatang mengalami peningkatan, termasuk Kabupaten Bondowoso. Hal tersebut setelah Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara resmi mengesahkan usulan besaran UMK dari masing-masing daerah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Ijen, besaran UMK Kabupaten Bondowoso pada 2022 mendatang yakni Rp 1.958.640,12. Angka tersebut mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun ini UMK di Bondowoso hanya mencapai Rp 1.954.705,75. Jumlah kenaikannya memang belum signifikan atau hanya berkisar Rp 3.934.37.

Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu, dan Tenaga Kerja (DPMPTSP dan Naker) Bondowoso Nunung Setianingsih mengungkapkan, kenaikan itu akan segera disosialisasikan kepada pihak-pihak terkait. Di antaranya para pengusaha, perusahaan, dan semua organisasi perangkat daerah (OPD) terkait lainnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dirinya menyebut, tidak semua perusahaan menerapkan besaran UMK yang telah ditetapkan setiap tahun. Biasanya mereka yang tidak mengikuti ketetapan UMK, tapi berdasarkan kesepakatan bersama antara pengusaha dan pekerja.

Walaupun demikian, Nunung juga menuturkan ada beberapa perusahaan yang juga mengikuti kebijakan UMK ini untuk memberikan upah kepada para karyawannya. Biasanya adalah mereka yang memiliki usaha menengah ke atas.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Besaran upah minimum kabupaten (UMK) untuk seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur sudah disahkan. Untuk sejumlah daerah, nilai UMK pada 2022 mendatang mengalami peningkatan, termasuk Kabupaten Bondowoso. Hal tersebut setelah Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara resmi mengesahkan usulan besaran UMK dari masing-masing daerah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Ijen, besaran UMK Kabupaten Bondowoso pada 2022 mendatang yakni Rp 1.958.640,12. Angka tersebut mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun ini UMK di Bondowoso hanya mencapai Rp 1.954.705,75. Jumlah kenaikannya memang belum signifikan atau hanya berkisar Rp 3.934.37.

Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu, dan Tenaga Kerja (DPMPTSP dan Naker) Bondowoso Nunung Setianingsih mengungkapkan, kenaikan itu akan segera disosialisasikan kepada pihak-pihak terkait. Di antaranya para pengusaha, perusahaan, dan semua organisasi perangkat daerah (OPD) terkait lainnya.

Dirinya menyebut, tidak semua perusahaan menerapkan besaran UMK yang telah ditetapkan setiap tahun. Biasanya mereka yang tidak mengikuti ketetapan UMK, tapi berdasarkan kesepakatan bersama antara pengusaha dan pekerja.

Walaupun demikian, Nunung juga menuturkan ada beberapa perusahaan yang juga mengikuti kebijakan UMK ini untuk memberikan upah kepada para karyawannya. Biasanya adalah mereka yang memiliki usaha menengah ke atas.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Besaran upah minimum kabupaten (UMK) untuk seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur sudah disahkan. Untuk sejumlah daerah, nilai UMK pada 2022 mendatang mengalami peningkatan, termasuk Kabupaten Bondowoso. Hal tersebut setelah Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara resmi mengesahkan usulan besaran UMK dari masing-masing daerah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Ijen, besaran UMK Kabupaten Bondowoso pada 2022 mendatang yakni Rp 1.958.640,12. Angka tersebut mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun ini UMK di Bondowoso hanya mencapai Rp 1.954.705,75. Jumlah kenaikannya memang belum signifikan atau hanya berkisar Rp 3.934.37.

Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu, dan Tenaga Kerja (DPMPTSP dan Naker) Bondowoso Nunung Setianingsih mengungkapkan, kenaikan itu akan segera disosialisasikan kepada pihak-pihak terkait. Di antaranya para pengusaha, perusahaan, dan semua organisasi perangkat daerah (OPD) terkait lainnya.

Dirinya menyebut, tidak semua perusahaan menerapkan besaran UMK yang telah ditetapkan setiap tahun. Biasanya mereka yang tidak mengikuti ketetapan UMK, tapi berdasarkan kesepakatan bersama antara pengusaha dan pekerja.

Walaupun demikian, Nunung juga menuturkan ada beberapa perusahaan yang juga mengikuti kebijakan UMK ini untuk memberikan upah kepada para karyawannya. Biasanya adalah mereka yang memiliki usaha menengah ke atas.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/