alexametrics
23.6 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Seribu Vaksin Disiapkan untuk Santri di Bondowoso

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Serbuan vaksinasi masih terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso. Bahkan, vaksinasi tidak hanya menyasar masyarakat umum. Tapi, juga para santri yang ada di pondok pesantren. Seperti yang dilakukan di Pondok Pesantren Mambaul Ulum, Desa Tangsil Wetan, Kecamatan Wonosari, Bondowoso, Sabtu (02/10).

Pada kegiatan vaksinasi di pesantren tersebut, sasarannya cukup besar. Pasalnya, 1000 dosis vaksin disediakan untuk para santri dan masyarakat yang berada di sekitar pesantren. Ratusan santri putra dan putri terlihat antusias dan tidak takut sama sekali untuk divaksin.

dr Lukman Hakim, Kepala Puskesmas Wonosari, menyampaikan, tidak semua dosis yang disediakan habis disuntikkan. Hanya ada 950 orang yang mengikuti vaksinasi itu. Sebab, sejumlah orang tidak bisa mengikuti vaksinasi karena beberapa hal.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Ada kurang dari 20 orang tidak bisa kita vaksin. Karena usia kurang dari 12 tahun dan NIK (nomor induk kependudukan, Red) belum tersambung dengan Dispendukcapil,” terangnya.

Dijelaskan, dari ratusan orang yang divaksin, 200 orang di antaranya mendapatkan vaksinasi untuk dosis kedua. Sedangkan sisanya masih melakukan vaksin dosis pertama. Sementara, untuk jenis vaksin yang disuntikkan yakni vaksin Sinovac.

Kegiatan vaksinasi hari juga didukung oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Bondowoso, dalam rangkaian acara pramusyawarah cabang yang akan dilaksanakan beberapa waktu mendatang. Karenanya, dalam proses vaksinasi tidak hanya melibatkan tenaga kesehatan (nakes) dari Puskesmas Wonosari, tapi juga beberapa nakes dari IDI juga turut dilibatkan. “Nakes dari Puskesmas Wonosari 30 orang dan dari IDI Cabang Bondowoso 10 dokter,” imbuhnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Serbuan vaksinasi masih terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso. Bahkan, vaksinasi tidak hanya menyasar masyarakat umum. Tapi, juga para santri yang ada di pondok pesantren. Seperti yang dilakukan di Pondok Pesantren Mambaul Ulum, Desa Tangsil Wetan, Kecamatan Wonosari, Bondowoso, Sabtu (02/10).

Pada kegiatan vaksinasi di pesantren tersebut, sasarannya cukup besar. Pasalnya, 1000 dosis vaksin disediakan untuk para santri dan masyarakat yang berada di sekitar pesantren. Ratusan santri putra dan putri terlihat antusias dan tidak takut sama sekali untuk divaksin.

dr Lukman Hakim, Kepala Puskesmas Wonosari, menyampaikan, tidak semua dosis yang disediakan habis disuntikkan. Hanya ada 950 orang yang mengikuti vaksinasi itu. Sebab, sejumlah orang tidak bisa mengikuti vaksinasi karena beberapa hal.

“Ada kurang dari 20 orang tidak bisa kita vaksin. Karena usia kurang dari 12 tahun dan NIK (nomor induk kependudukan, Red) belum tersambung dengan Dispendukcapil,” terangnya.

Dijelaskan, dari ratusan orang yang divaksin, 200 orang di antaranya mendapatkan vaksinasi untuk dosis kedua. Sedangkan sisanya masih melakukan vaksin dosis pertama. Sementara, untuk jenis vaksin yang disuntikkan yakni vaksin Sinovac.

Kegiatan vaksinasi hari juga didukung oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Bondowoso, dalam rangkaian acara pramusyawarah cabang yang akan dilaksanakan beberapa waktu mendatang. Karenanya, dalam proses vaksinasi tidak hanya melibatkan tenaga kesehatan (nakes) dari Puskesmas Wonosari, tapi juga beberapa nakes dari IDI juga turut dilibatkan. “Nakes dari Puskesmas Wonosari 30 orang dan dari IDI Cabang Bondowoso 10 dokter,” imbuhnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Serbuan vaksinasi masih terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso. Bahkan, vaksinasi tidak hanya menyasar masyarakat umum. Tapi, juga para santri yang ada di pondok pesantren. Seperti yang dilakukan di Pondok Pesantren Mambaul Ulum, Desa Tangsil Wetan, Kecamatan Wonosari, Bondowoso, Sabtu (02/10).

Pada kegiatan vaksinasi di pesantren tersebut, sasarannya cukup besar. Pasalnya, 1000 dosis vaksin disediakan untuk para santri dan masyarakat yang berada di sekitar pesantren. Ratusan santri putra dan putri terlihat antusias dan tidak takut sama sekali untuk divaksin.

dr Lukman Hakim, Kepala Puskesmas Wonosari, menyampaikan, tidak semua dosis yang disediakan habis disuntikkan. Hanya ada 950 orang yang mengikuti vaksinasi itu. Sebab, sejumlah orang tidak bisa mengikuti vaksinasi karena beberapa hal.

“Ada kurang dari 20 orang tidak bisa kita vaksin. Karena usia kurang dari 12 tahun dan NIK (nomor induk kependudukan, Red) belum tersambung dengan Dispendukcapil,” terangnya.

Dijelaskan, dari ratusan orang yang divaksin, 200 orang di antaranya mendapatkan vaksinasi untuk dosis kedua. Sedangkan sisanya masih melakukan vaksin dosis pertama. Sementara, untuk jenis vaksin yang disuntikkan yakni vaksin Sinovac.

Kegiatan vaksinasi hari juga didukung oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Bondowoso, dalam rangkaian acara pramusyawarah cabang yang akan dilaksanakan beberapa waktu mendatang. Karenanya, dalam proses vaksinasi tidak hanya melibatkan tenaga kesehatan (nakes) dari Puskesmas Wonosari, tapi juga beberapa nakes dari IDI juga turut dilibatkan. “Nakes dari Puskesmas Wonosari 30 orang dan dari IDI Cabang Bondowoso 10 dokter,” imbuhnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/