alexametrics
24.4 C
Jember
Tuesday, 16 August 2022

Sekolah Daring, Gandeng Desa 

Sambil Menunggu Kuota dari Pemerintah

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Berbagai terobosan dilakukan cabang Dinas Pendidikan (Cabdin) Jawa Timur (Jatim) Wilayah Bondowoso-Situbondo untuk mengatasi masalah jaringan internet untuk sekolah daring. Salah satunya menggandeng desa untuk mengadakan sekolah daring. Pasalnya, rata-rata desa sudah memiliki jaringan wifi.

Kepala Cabdin Jatim Wilayah Bondowoso-Situbondo Sugiono Eksantoso mengakui membangun kerja sama dengan desa-desa. “Kita sudah kerja sama dengan Telkomsel dan desa-desa. Nanti siswa bisa datang ke balai desa sekolah daring,” kata Sugiono Eksantoso kepada Jawa Pos Radar Ijen.

Terobosan yang dilakukannya untuk mengatasi siswa yang tidak memiliki kuota saat sekolah daring. “Nantinya siswa atau orang tua nanti dapat kuota 10 gigabyte, sehingga orang tua tidak perlu pulsa lagi,” ujarnya. Kini, kuota tersebut masih proses. Nomor wali murid atau orang tua siswa sudah dikirim ke pemerintah.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia menjelaskan, ada MoU antara Cabdin Jatim wilayah Bondowoso- Situbondo dengan desa-desa. “Kades nanti bisa meng-SPJK-an dengan dana desa, ada MoU di desa (dengan Cabdin Jatim Bondowoso Situbondo, Red)” ujarnya. Sebab, sambungnya, pelaksanaan pembelajaran di sekolah saat ini sebagian besar masih dilakukan secara daring.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Berbagai terobosan dilakukan cabang Dinas Pendidikan (Cabdin) Jawa Timur (Jatim) Wilayah Bondowoso-Situbondo untuk mengatasi masalah jaringan internet untuk sekolah daring. Salah satunya menggandeng desa untuk mengadakan sekolah daring. Pasalnya, rata-rata desa sudah memiliki jaringan wifi.

Kepala Cabdin Jatim Wilayah Bondowoso-Situbondo Sugiono Eksantoso mengakui membangun kerja sama dengan desa-desa. “Kita sudah kerja sama dengan Telkomsel dan desa-desa. Nanti siswa bisa datang ke balai desa sekolah daring,” kata Sugiono Eksantoso kepada Jawa Pos Radar Ijen.

Terobosan yang dilakukannya untuk mengatasi siswa yang tidak memiliki kuota saat sekolah daring. “Nantinya siswa atau orang tua nanti dapat kuota 10 gigabyte, sehingga orang tua tidak perlu pulsa lagi,” ujarnya. Kini, kuota tersebut masih proses. Nomor wali murid atau orang tua siswa sudah dikirim ke pemerintah.

Dia menjelaskan, ada MoU antara Cabdin Jatim wilayah Bondowoso- Situbondo dengan desa-desa. “Kades nanti bisa meng-SPJK-an dengan dana desa, ada MoU di desa (dengan Cabdin Jatim Bondowoso Situbondo, Red)” ujarnya. Sebab, sambungnya, pelaksanaan pembelajaran di sekolah saat ini sebagian besar masih dilakukan secara daring.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Berbagai terobosan dilakukan cabang Dinas Pendidikan (Cabdin) Jawa Timur (Jatim) Wilayah Bondowoso-Situbondo untuk mengatasi masalah jaringan internet untuk sekolah daring. Salah satunya menggandeng desa untuk mengadakan sekolah daring. Pasalnya, rata-rata desa sudah memiliki jaringan wifi.

Kepala Cabdin Jatim Wilayah Bondowoso-Situbondo Sugiono Eksantoso mengakui membangun kerja sama dengan desa-desa. “Kita sudah kerja sama dengan Telkomsel dan desa-desa. Nanti siswa bisa datang ke balai desa sekolah daring,” kata Sugiono Eksantoso kepada Jawa Pos Radar Ijen.

Terobosan yang dilakukannya untuk mengatasi siswa yang tidak memiliki kuota saat sekolah daring. “Nantinya siswa atau orang tua nanti dapat kuota 10 gigabyte, sehingga orang tua tidak perlu pulsa lagi,” ujarnya. Kini, kuota tersebut masih proses. Nomor wali murid atau orang tua siswa sudah dikirim ke pemerintah.

Dia menjelaskan, ada MoU antara Cabdin Jatim wilayah Bondowoso- Situbondo dengan desa-desa. “Kades nanti bisa meng-SPJK-an dengan dana desa, ada MoU di desa (dengan Cabdin Jatim Bondowoso Situbondo, Red)” ujarnya. Sebab, sambungnya, pelaksanaan pembelajaran di sekolah saat ini sebagian besar masih dilakukan secara daring.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/