alexametrics
23 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

1.000 Pengusaha Mikro Ajukan BLT UMKM

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Lebih dari 1.000 pengusaha mikro kecil di Kota Tape mengajukan Bantuan Tunai Langsung (BLT) masing-masing Rp 2,4 juta kepada pemerintah sebagai dampak Covid-19. Data lebih dari 1.000 pengusaha mikro sudah diajukan ke pemerintah pusat oleh Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Bondowoso.

Menurut Kepala Diskoperindag Bondowoso Sigit Purnomo, banyak pengusaha mikro yang menyerahkan berkas BLT UMKM. “Sudah banyak yang menyerahkan berkas. Berdasarkan data dari berkas itu Diskop mengirimkan data via email ke pemerintah pusat,” kata Sigit Purnomo.

Dia menjelaskan bahwa banyak pengusaha mikro kecil yang menyerahkan berkasnya ke Diskoperindag. “Berdasarkan  petunjuk awal penyerahan berkas terakhir 31 Agustus 2020 lalu,” terangnya. Berkas yang masuk dan telah memenuhi persyaratan kemudian dikirim ke pemerintah pusat.

Mobile_AP_Rectangle 2

Edy Soetrisno, Kabid Usaha Mikro Diskoperindag Bondowoso, menjelaskan bahwa ada beberapa syarat yang harus dipenuhi usaha mikro. Warga negara Indonesia, pelaku usaha mikro, bukan ASN, bukan anggota TNI/Polri, bukan pegawai BUMN/BUMD, belum pernah atau sedang menerima pinjaman dari perbankan. “Salah satunya  pelaku usaha mikro tidak menerima kredit perbankan alias unbankable,” ungkap Edy Soetrisno.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Lebih dari 1.000 pengusaha mikro kecil di Kota Tape mengajukan Bantuan Tunai Langsung (BLT) masing-masing Rp 2,4 juta kepada pemerintah sebagai dampak Covid-19. Data lebih dari 1.000 pengusaha mikro sudah diajukan ke pemerintah pusat oleh Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Bondowoso.

Menurut Kepala Diskoperindag Bondowoso Sigit Purnomo, banyak pengusaha mikro yang menyerahkan berkas BLT UMKM. “Sudah banyak yang menyerahkan berkas. Berdasarkan data dari berkas itu Diskop mengirimkan data via email ke pemerintah pusat,” kata Sigit Purnomo.

Dia menjelaskan bahwa banyak pengusaha mikro kecil yang menyerahkan berkasnya ke Diskoperindag. “Berdasarkan  petunjuk awal penyerahan berkas terakhir 31 Agustus 2020 lalu,” terangnya. Berkas yang masuk dan telah memenuhi persyaratan kemudian dikirim ke pemerintah pusat.

Edy Soetrisno, Kabid Usaha Mikro Diskoperindag Bondowoso, menjelaskan bahwa ada beberapa syarat yang harus dipenuhi usaha mikro. Warga negara Indonesia, pelaku usaha mikro, bukan ASN, bukan anggota TNI/Polri, bukan pegawai BUMN/BUMD, belum pernah atau sedang menerima pinjaman dari perbankan. “Salah satunya  pelaku usaha mikro tidak menerima kredit perbankan alias unbankable,” ungkap Edy Soetrisno.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Lebih dari 1.000 pengusaha mikro kecil di Kota Tape mengajukan Bantuan Tunai Langsung (BLT) masing-masing Rp 2,4 juta kepada pemerintah sebagai dampak Covid-19. Data lebih dari 1.000 pengusaha mikro sudah diajukan ke pemerintah pusat oleh Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Bondowoso.

Menurut Kepala Diskoperindag Bondowoso Sigit Purnomo, banyak pengusaha mikro yang menyerahkan berkas BLT UMKM. “Sudah banyak yang menyerahkan berkas. Berdasarkan data dari berkas itu Diskop mengirimkan data via email ke pemerintah pusat,” kata Sigit Purnomo.

Dia menjelaskan bahwa banyak pengusaha mikro kecil yang menyerahkan berkasnya ke Diskoperindag. “Berdasarkan  petunjuk awal penyerahan berkas terakhir 31 Agustus 2020 lalu,” terangnya. Berkas yang masuk dan telah memenuhi persyaratan kemudian dikirim ke pemerintah pusat.

Edy Soetrisno, Kabid Usaha Mikro Diskoperindag Bondowoso, menjelaskan bahwa ada beberapa syarat yang harus dipenuhi usaha mikro. Warga negara Indonesia, pelaku usaha mikro, bukan ASN, bukan anggota TNI/Polri, bukan pegawai BUMN/BUMD, belum pernah atau sedang menerima pinjaman dari perbankan. “Salah satunya  pelaku usaha mikro tidak menerima kredit perbankan alias unbankable,” ungkap Edy Soetrisno.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/