alexametrics
22.6 C
Jember
Thursday, 11 August 2022

Futsal Bersarung ala Curahdami Bondowoso

Mobile_AP_Rectangle 1

PENAMBANGAN, Radar Ijen – Biasanya futsal dimainkan dengan mengagunkan kostum celana pendek. Namun, hal berbeda terlihat di lapangan Mofion Futsal, Kecamatan Curahdami, kemarin (3/8). Seluruh pemain terlihat menggunakan sarung dalam memainkannya. Uniknya, ketika musik dibunyikan, maka seluruh pemain harus berjoget terlebih dahulu.

BACA JUGA : Dua Hari Parkir Pinggir Jalan, Ternyata Sopir Meninggal di Dalam Truk

Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Ijen, meski menggunakan sarung, para pemain tetap lincah menggocek bola ke kanan dan ke kiri. Gelak tawa muncul ketika pemain jatuh sendiri saat menendang bola, karena sarungnya tersangkut.

Mobile_AP_Rectangle 2

Hannan Abdullah, salah seorang peserta dari Desa Jetis, Kecamatan Curahdami, mengaku cukup menikmati permainan yang disajikan. Meskipun dirinya harus memakai sarung dan membuat gerakannya sedikit lambat saat menggiring bola.

- Advertisement -

PENAMBANGAN, Radar Ijen – Biasanya futsal dimainkan dengan mengagunkan kostum celana pendek. Namun, hal berbeda terlihat di lapangan Mofion Futsal, Kecamatan Curahdami, kemarin (3/8). Seluruh pemain terlihat menggunakan sarung dalam memainkannya. Uniknya, ketika musik dibunyikan, maka seluruh pemain harus berjoget terlebih dahulu.

BACA JUGA : Dua Hari Parkir Pinggir Jalan, Ternyata Sopir Meninggal di Dalam Truk

Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Ijen, meski menggunakan sarung, para pemain tetap lincah menggocek bola ke kanan dan ke kiri. Gelak tawa muncul ketika pemain jatuh sendiri saat menendang bola, karena sarungnya tersangkut.

Hannan Abdullah, salah seorang peserta dari Desa Jetis, Kecamatan Curahdami, mengaku cukup menikmati permainan yang disajikan. Meskipun dirinya harus memakai sarung dan membuat gerakannya sedikit lambat saat menggiring bola.

PENAMBANGAN, Radar Ijen – Biasanya futsal dimainkan dengan mengagunkan kostum celana pendek. Namun, hal berbeda terlihat di lapangan Mofion Futsal, Kecamatan Curahdami, kemarin (3/8). Seluruh pemain terlihat menggunakan sarung dalam memainkannya. Uniknya, ketika musik dibunyikan, maka seluruh pemain harus berjoget terlebih dahulu.

BACA JUGA : Dua Hari Parkir Pinggir Jalan, Ternyata Sopir Meninggal di Dalam Truk

Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Ijen, meski menggunakan sarung, para pemain tetap lincah menggocek bola ke kanan dan ke kiri. Gelak tawa muncul ketika pemain jatuh sendiri saat menendang bola, karena sarungnya tersangkut.

Hannan Abdullah, salah seorang peserta dari Desa Jetis, Kecamatan Curahdami, mengaku cukup menikmati permainan yang disajikan. Meskipun dirinya harus memakai sarung dan membuat gerakannya sedikit lambat saat menggiring bola.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/