alexametrics
22.3 C
Jember
Friday, 19 August 2022

Tempat Pembuangan Sampah Jadi Masalah

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Tempat sampah yang dikelola dengan baik seharusnya tidak menimbulkan bau tidak sedap. Tapi, berbeda dengan tempat pembuangan sampah (TPS) yang ada di Simpang Tiga Koncer, Bondowoso. Ketika melintas di tempat itu, bau menyengat sudah menanti. Padahal, setiap hari armada pengangkut sampah rutin beroperasi. Nyatanya, masih saja ada sampah yang tidak terangkut sehingga menimbulkan bau busuk. Kondisi ini membuat masyarakat mengeluh.

Menanggapi hal itu, Kasi Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Bondowoso Abdul Aziz mengatakan, sampah yang dibuang ke tempat itu merupakan sampah yang diambil dari berbagai desa dan kelurahan. Di antaranya Desa Koncer, Kelurahan Tamansari, Kelurahan Nangkaan, hingga Desa Pancoran, Bondowoso.

Disampaikan, di TPS tersebut volume sampah per harinya terbilang cukup banyak. Mengingat, setiap harinya, pengangkutan sampah harus dilakukan dua kali. Setiap truk sampah kurang lebih membawa 24 meter kubik.

Mobile_AP_Rectangle 2

Aziz mengaku, sebenarnya ada rencana memindahkan TPS itu ke lokasi lain. Tapi, rencana tersebut tertunda karena terkendala sulitnya mencari lahan pembuangan baru. “Rencananya untuk tahun ini memang tetap di pertigaan ke arah Koncer,” ungkapnya, ketika ditemui di kantornya, kemarin (3/7).

Menurutnya, pengurangan sampah sebenarnya bisa dilakukan oleh sebagian besar masyarakat. Misalnya, dengan mendaur ulang sampah di bank sampah atau dengan berbagai cara lain. Dengan cara tersebut, maka akan berdampak pada pengurangan sampah yang ada di TPS. Oleh karenanya, ia berharap masyarakat mengurangi sampahnya secara mandiri. Selain itu, masyarakat juga diharapkan bisa memilah dan memilih sampah organik dan anorganik sebelum membuangnya ke TPS.

Aziz mengatakan, mengubah cara pandang masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan memang cukup sulit. Terkait hal itu, pihaknya hanya bisa mengambil langkah dengan mengedukasi masyarakat. “Kami sudah mengimbau kepada rumah tangga agar sampah yang organik bisa didaur ulang dijadikan pupuk organik. Dan sampah yang anorganik dapat disetorkan ke bank sampah,” ucapnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Tempat sampah yang dikelola dengan baik seharusnya tidak menimbulkan bau tidak sedap. Tapi, berbeda dengan tempat pembuangan sampah (TPS) yang ada di Simpang Tiga Koncer, Bondowoso. Ketika melintas di tempat itu, bau menyengat sudah menanti. Padahal, setiap hari armada pengangkut sampah rutin beroperasi. Nyatanya, masih saja ada sampah yang tidak terangkut sehingga menimbulkan bau busuk. Kondisi ini membuat masyarakat mengeluh.

Menanggapi hal itu, Kasi Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Bondowoso Abdul Aziz mengatakan, sampah yang dibuang ke tempat itu merupakan sampah yang diambil dari berbagai desa dan kelurahan. Di antaranya Desa Koncer, Kelurahan Tamansari, Kelurahan Nangkaan, hingga Desa Pancoran, Bondowoso.

Disampaikan, di TPS tersebut volume sampah per harinya terbilang cukup banyak. Mengingat, setiap harinya, pengangkutan sampah harus dilakukan dua kali. Setiap truk sampah kurang lebih membawa 24 meter kubik.

Aziz mengaku, sebenarnya ada rencana memindahkan TPS itu ke lokasi lain. Tapi, rencana tersebut tertunda karena terkendala sulitnya mencari lahan pembuangan baru. “Rencananya untuk tahun ini memang tetap di pertigaan ke arah Koncer,” ungkapnya, ketika ditemui di kantornya, kemarin (3/7).

Menurutnya, pengurangan sampah sebenarnya bisa dilakukan oleh sebagian besar masyarakat. Misalnya, dengan mendaur ulang sampah di bank sampah atau dengan berbagai cara lain. Dengan cara tersebut, maka akan berdampak pada pengurangan sampah yang ada di TPS. Oleh karenanya, ia berharap masyarakat mengurangi sampahnya secara mandiri. Selain itu, masyarakat juga diharapkan bisa memilah dan memilih sampah organik dan anorganik sebelum membuangnya ke TPS.

Aziz mengatakan, mengubah cara pandang masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan memang cukup sulit. Terkait hal itu, pihaknya hanya bisa mengambil langkah dengan mengedukasi masyarakat. “Kami sudah mengimbau kepada rumah tangga agar sampah yang organik bisa didaur ulang dijadikan pupuk organik. Dan sampah yang anorganik dapat disetorkan ke bank sampah,” ucapnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Tempat sampah yang dikelola dengan baik seharusnya tidak menimbulkan bau tidak sedap. Tapi, berbeda dengan tempat pembuangan sampah (TPS) yang ada di Simpang Tiga Koncer, Bondowoso. Ketika melintas di tempat itu, bau menyengat sudah menanti. Padahal, setiap hari armada pengangkut sampah rutin beroperasi. Nyatanya, masih saja ada sampah yang tidak terangkut sehingga menimbulkan bau busuk. Kondisi ini membuat masyarakat mengeluh.

Menanggapi hal itu, Kasi Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Bondowoso Abdul Aziz mengatakan, sampah yang dibuang ke tempat itu merupakan sampah yang diambil dari berbagai desa dan kelurahan. Di antaranya Desa Koncer, Kelurahan Tamansari, Kelurahan Nangkaan, hingga Desa Pancoran, Bondowoso.

Disampaikan, di TPS tersebut volume sampah per harinya terbilang cukup banyak. Mengingat, setiap harinya, pengangkutan sampah harus dilakukan dua kali. Setiap truk sampah kurang lebih membawa 24 meter kubik.

Aziz mengaku, sebenarnya ada rencana memindahkan TPS itu ke lokasi lain. Tapi, rencana tersebut tertunda karena terkendala sulitnya mencari lahan pembuangan baru. “Rencananya untuk tahun ini memang tetap di pertigaan ke arah Koncer,” ungkapnya, ketika ditemui di kantornya, kemarin (3/7).

Menurutnya, pengurangan sampah sebenarnya bisa dilakukan oleh sebagian besar masyarakat. Misalnya, dengan mendaur ulang sampah di bank sampah atau dengan berbagai cara lain. Dengan cara tersebut, maka akan berdampak pada pengurangan sampah yang ada di TPS. Oleh karenanya, ia berharap masyarakat mengurangi sampahnya secara mandiri. Selain itu, masyarakat juga diharapkan bisa memilah dan memilih sampah organik dan anorganik sebelum membuangnya ke TPS.

Aziz mengatakan, mengubah cara pandang masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan memang cukup sulit. Terkait hal itu, pihaknya hanya bisa mengambil langkah dengan mengedukasi masyarakat. “Kami sudah mengimbau kepada rumah tangga agar sampah yang organik bisa didaur ulang dijadikan pupuk organik. Dan sampah yang anorganik dapat disetorkan ke bank sampah,” ucapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/