alexametrics
27.8 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Jangan Ragu Vaksin hingga Dosis Kedua

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Serbuan vaksinasi untuk masyarakat terus digencarkan, mengingat jumlah masyarakat yang sudah divaksin pun masih jauh dari target. Terlebih, saat ini isu hoax terkait vaksin masih menjadi pekerjaan rumah bersama seluruh pihak untuk menangkalnya.

Gelaran vaksinasi terus dilakukan pemerintah, seperti yang dilakukan oleh Puskesmas Curahdami dan Kodim 0822 Bondowoso, kemarin. Setiap hari, mereka terus melayani vaksinasi untuk masyarakat selama ketersediaan stok vaksin masih ada. “Hari ini (kemarin, Red) kami melakukan vaksinasi untuk 200 dosis. Satu vial-nya bisa untuk sepuluh orang. Agustus ini kami melayani masyarakat umum, dan akan menyasar ke sekolah-sekolah,” ujar Kepala Puskesmas Curahdami Umi Fadilah.

Umi menambahkan, dalam waktu dekat pihaknya akan menjalin komunikasi dengan sejumlah sekolah yang ada di wilayah kerja Puskesmas Curahdami. “Menyasar anak remaja yang berusia 12 tahun ke atas,” imbuhnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Vaksinasi tersebut, kata dia, tak hanya diperuntukkan warga Kecamatan Curahdami. Seluruh masyarakat dengan KTP Bondowoso dapat turut serta. Namun, dengan tetap memperhatikan jadwal vaksinasi yang ada. Sebab, tak hanya Puskesmas Curahdami, seluruh puskesmas di Bondowoso pun menggelar giat vaksinasi.

“Seluruh warga dipersilakan untuk vaksin, agar vaksinnya segera terpakai. Sementara ini, baru sekitar 15 persen warga Kecamatan Curahdami yang baru divaksin, atau sekitar 3 ribu warga dari total target vaksinasi 28 ribu warga,” jelas Umi kepada Jawa Pos Radar Ijen.

Lebih lanjut, Umi mengatakan, rata-rata warga masih ragu menerima vaksin dosis kedua. Padahal, mereka sudah mendapatkan dosis pertama. “Memang kebanyakan warga takut divaksin dosis kedua. Mereka termakan isu hoax soal vaksin. Padahal tidak perlu ragu untuk vaksin hingga dosis kedua,” beber Umi.

Pantauan Jawa Pos Radar Ijen, sejak pukul 08.00, puluhan warga mulai mengantre vaksinasi di Puskesmas Curahdami. Tua, muda, remaja, dan lansia pun cukup antusias untuk vaksinasi.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Serbuan vaksinasi untuk masyarakat terus digencarkan, mengingat jumlah masyarakat yang sudah divaksin pun masih jauh dari target. Terlebih, saat ini isu hoax terkait vaksin masih menjadi pekerjaan rumah bersama seluruh pihak untuk menangkalnya.

Gelaran vaksinasi terus dilakukan pemerintah, seperti yang dilakukan oleh Puskesmas Curahdami dan Kodim 0822 Bondowoso, kemarin. Setiap hari, mereka terus melayani vaksinasi untuk masyarakat selama ketersediaan stok vaksin masih ada. “Hari ini (kemarin, Red) kami melakukan vaksinasi untuk 200 dosis. Satu vial-nya bisa untuk sepuluh orang. Agustus ini kami melayani masyarakat umum, dan akan menyasar ke sekolah-sekolah,” ujar Kepala Puskesmas Curahdami Umi Fadilah.

Umi menambahkan, dalam waktu dekat pihaknya akan menjalin komunikasi dengan sejumlah sekolah yang ada di wilayah kerja Puskesmas Curahdami. “Menyasar anak remaja yang berusia 12 tahun ke atas,” imbuhnya.

Vaksinasi tersebut, kata dia, tak hanya diperuntukkan warga Kecamatan Curahdami. Seluruh masyarakat dengan KTP Bondowoso dapat turut serta. Namun, dengan tetap memperhatikan jadwal vaksinasi yang ada. Sebab, tak hanya Puskesmas Curahdami, seluruh puskesmas di Bondowoso pun menggelar giat vaksinasi.

“Seluruh warga dipersilakan untuk vaksin, agar vaksinnya segera terpakai. Sementara ini, baru sekitar 15 persen warga Kecamatan Curahdami yang baru divaksin, atau sekitar 3 ribu warga dari total target vaksinasi 28 ribu warga,” jelas Umi kepada Jawa Pos Radar Ijen.

Lebih lanjut, Umi mengatakan, rata-rata warga masih ragu menerima vaksin dosis kedua. Padahal, mereka sudah mendapatkan dosis pertama. “Memang kebanyakan warga takut divaksin dosis kedua. Mereka termakan isu hoax soal vaksin. Padahal tidak perlu ragu untuk vaksin hingga dosis kedua,” beber Umi.

Pantauan Jawa Pos Radar Ijen, sejak pukul 08.00, puluhan warga mulai mengantre vaksinasi di Puskesmas Curahdami. Tua, muda, remaja, dan lansia pun cukup antusias untuk vaksinasi.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Serbuan vaksinasi untuk masyarakat terus digencarkan, mengingat jumlah masyarakat yang sudah divaksin pun masih jauh dari target. Terlebih, saat ini isu hoax terkait vaksin masih menjadi pekerjaan rumah bersama seluruh pihak untuk menangkalnya.

Gelaran vaksinasi terus dilakukan pemerintah, seperti yang dilakukan oleh Puskesmas Curahdami dan Kodim 0822 Bondowoso, kemarin. Setiap hari, mereka terus melayani vaksinasi untuk masyarakat selama ketersediaan stok vaksin masih ada. “Hari ini (kemarin, Red) kami melakukan vaksinasi untuk 200 dosis. Satu vial-nya bisa untuk sepuluh orang. Agustus ini kami melayani masyarakat umum, dan akan menyasar ke sekolah-sekolah,” ujar Kepala Puskesmas Curahdami Umi Fadilah.

Umi menambahkan, dalam waktu dekat pihaknya akan menjalin komunikasi dengan sejumlah sekolah yang ada di wilayah kerja Puskesmas Curahdami. “Menyasar anak remaja yang berusia 12 tahun ke atas,” imbuhnya.

Vaksinasi tersebut, kata dia, tak hanya diperuntukkan warga Kecamatan Curahdami. Seluruh masyarakat dengan KTP Bondowoso dapat turut serta. Namun, dengan tetap memperhatikan jadwal vaksinasi yang ada. Sebab, tak hanya Puskesmas Curahdami, seluruh puskesmas di Bondowoso pun menggelar giat vaksinasi.

“Seluruh warga dipersilakan untuk vaksin, agar vaksinnya segera terpakai. Sementara ini, baru sekitar 15 persen warga Kecamatan Curahdami yang baru divaksin, atau sekitar 3 ribu warga dari total target vaksinasi 28 ribu warga,” jelas Umi kepada Jawa Pos Radar Ijen.

Lebih lanjut, Umi mengatakan, rata-rata warga masih ragu menerima vaksin dosis kedua. Padahal, mereka sudah mendapatkan dosis pertama. “Memang kebanyakan warga takut divaksin dosis kedua. Mereka termakan isu hoax soal vaksin. Padahal tidak perlu ragu untuk vaksin hingga dosis kedua,” beber Umi.

Pantauan Jawa Pos Radar Ijen, sejak pukul 08.00, puluhan warga mulai mengantre vaksinasi di Puskesmas Curahdami. Tua, muda, remaja, dan lansia pun cukup antusias untuk vaksinasi.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/