alexametrics
23.3 C
Jember
Monday, 15 August 2022

Beras Bondowoso Tak Sesuai Kualifikasi

- Dipengaruhi Gagal Panen dan Kesalahan Penggilingan

- Target 6 Ribu Ton, Baru Tercapai 10 Persen

Mobile_AP_Rectangle 1

BADEAN, Radar Ijen – Perum Bulog Bondowoso menargetkan produksi beras 12 ribu ton dalam setahun. Namun, sampai saat ini capaiannya tergolong minim. Sebab, baru tercapai 10 persen. Minimnya capaian tersebut dipengaruhi kualitas beras yang buruk.

BACA JUGA : Terimakasih Lumajang, Sampai Jumpa di Porprov VIII

Kepala Bulog Subdivre Bondowoso Ade Saputra menganggap kualitas beras hasil panen petani belum memenuhi kualifikasi. Kondisi itu menjadi kendala pemenuhan target.
Ade yang baru sebulan menjabat Kepala Bulog Bondowoso mengaku, peranan dalam penyediaan beras  Bulog tersebut menaungi dua kabupaten. Yakni Bondowoso dan Situbondo. “Baru satu bulan, capaiannya sudah 10 persen,” ungkapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Untuk mencapai target 12 ribu ton, dia menunggu hasil kedua panen padi. Pasalnya, serapan padi yang dibeli masih banyak yang tidak memenuhi kualifikasi. Kualifikasi yang dimaksud sudah diatur dalam Permendagri Nomor 22 Tahun 2019 tentang Prosedur dan Mekanisme Penyaluran Cadangan Beras. “Hasil panen petani masih banyak yang belum memenuhi kualifikasi,” terangnya.

- Advertisement -

BADEAN, Radar Ijen – Perum Bulog Bondowoso menargetkan produksi beras 12 ribu ton dalam setahun. Namun, sampai saat ini capaiannya tergolong minim. Sebab, baru tercapai 10 persen. Minimnya capaian tersebut dipengaruhi kualitas beras yang buruk.

BACA JUGA : Terimakasih Lumajang, Sampai Jumpa di Porprov VIII

Kepala Bulog Subdivre Bondowoso Ade Saputra menganggap kualitas beras hasil panen petani belum memenuhi kualifikasi. Kondisi itu menjadi kendala pemenuhan target.
Ade yang baru sebulan menjabat Kepala Bulog Bondowoso mengaku, peranan dalam penyediaan beras  Bulog tersebut menaungi dua kabupaten. Yakni Bondowoso dan Situbondo. “Baru satu bulan, capaiannya sudah 10 persen,” ungkapnya.

Untuk mencapai target 12 ribu ton, dia menunggu hasil kedua panen padi. Pasalnya, serapan padi yang dibeli masih banyak yang tidak memenuhi kualifikasi. Kualifikasi yang dimaksud sudah diatur dalam Permendagri Nomor 22 Tahun 2019 tentang Prosedur dan Mekanisme Penyaluran Cadangan Beras. “Hasil panen petani masih banyak yang belum memenuhi kualifikasi,” terangnya.

BADEAN, Radar Ijen – Perum Bulog Bondowoso menargetkan produksi beras 12 ribu ton dalam setahun. Namun, sampai saat ini capaiannya tergolong minim. Sebab, baru tercapai 10 persen. Minimnya capaian tersebut dipengaruhi kualitas beras yang buruk.

BACA JUGA : Terimakasih Lumajang, Sampai Jumpa di Porprov VIII

Kepala Bulog Subdivre Bondowoso Ade Saputra menganggap kualitas beras hasil panen petani belum memenuhi kualifikasi. Kondisi itu menjadi kendala pemenuhan target.
Ade yang baru sebulan menjabat Kepala Bulog Bondowoso mengaku, peranan dalam penyediaan beras  Bulog tersebut menaungi dua kabupaten. Yakni Bondowoso dan Situbondo. “Baru satu bulan, capaiannya sudah 10 persen,” ungkapnya.

Untuk mencapai target 12 ribu ton, dia menunggu hasil kedua panen padi. Pasalnya, serapan padi yang dibeli masih banyak yang tidak memenuhi kualifikasi. Kualifikasi yang dimaksud sudah diatur dalam Permendagri Nomor 22 Tahun 2019 tentang Prosedur dan Mekanisme Penyaluran Cadangan Beras. “Hasil panen petani masih banyak yang belum memenuhi kualifikasi,” terangnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/