alexametrics
28 C
Jember
Monday, 15 August 2022

Walau PMK Terus Bertambah, Kebutuhan Hewan untuk Kurban Aman

Mobile_AP_Rectangle 1

TENGGARANG, Radar Ijen – Mendekati Hari Raya Idul Adha, kondisi penularan penyakit mulut dan kuku (PMK) di Bondowoso semakin tidak terbendung. Pasalnya, saat ini sudah tembus lebih dari seratus ekor sapi yang tertular. Meski demikian, ketersediaan daging masih dipastikan aman untuk kebutuhan Idul Adha.

BACA JUGA : Puluhan Ekor Sapi Tertular PMK

Berdasarkan data yang dihimpun Jawa Pos Radar Ijen, hingga Kamis (2/6) sudah terdapat 103 ekor sapi yang sedang mengidap PMK. Penyakit ini tersebar di beberapa wilayah. Kecamatan Wringin merupakan kecamatan dengan temuan terbanyak. Sejumlah 29 ekor sapi mengalami PMK. Disusul oleh Kecamatan Taman Krocok sebanyak 12 ekor sapi, kemudian 11, kasus lainnya terjadi di Kecamatan Tamanan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bondowoso Muhammad Halil mengatakan, dengan potensi ternak sebanyak 230 ribu, maka kebutuhan daging untuk perayaan hari raya mendatang dipastikan masih aman. “Untuk hewan untuk kurban di Bondowoso itu aman. Utamanya kambing, karena kambing sangat banyak,” katanya.

Selain itu, pria yang akrab disapa Halil itu juga menuturkan, meski terkonfirmasi positif PMK, daging hewan ternak masih aman untuk dikonsumsi. Terlebih, terdapat dokter hewan yang rutin melakukan pemeriksaan di rumah pemotongan hewan. “Setelah dipotong, dagingnya kami periksa,” tegasnya.

Lebih lanjut, Halil juga mengatakan, pemeriksaan terhadap hewan ternak yang terkonfirmasi positif PMK masih rutin dilakukan oleh petugas yang ada di pusat kesehatan hewan (puskeswan) setempat. Hal itu untuk memastikan ternak itu tidak dijual dalam keadaan sakit. “Potensi sembuh untuk PMK juga besar,” imbuhnya.

- Advertisement -

TENGGARANG, Radar Ijen – Mendekati Hari Raya Idul Adha, kondisi penularan penyakit mulut dan kuku (PMK) di Bondowoso semakin tidak terbendung. Pasalnya, saat ini sudah tembus lebih dari seratus ekor sapi yang tertular. Meski demikian, ketersediaan daging masih dipastikan aman untuk kebutuhan Idul Adha.

BACA JUGA : Puluhan Ekor Sapi Tertular PMK

Berdasarkan data yang dihimpun Jawa Pos Radar Ijen, hingga Kamis (2/6) sudah terdapat 103 ekor sapi yang sedang mengidap PMK. Penyakit ini tersebar di beberapa wilayah. Kecamatan Wringin merupakan kecamatan dengan temuan terbanyak. Sejumlah 29 ekor sapi mengalami PMK. Disusul oleh Kecamatan Taman Krocok sebanyak 12 ekor sapi, kemudian 11, kasus lainnya terjadi di Kecamatan Tamanan.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bondowoso Muhammad Halil mengatakan, dengan potensi ternak sebanyak 230 ribu, maka kebutuhan daging untuk perayaan hari raya mendatang dipastikan masih aman. “Untuk hewan untuk kurban di Bondowoso itu aman. Utamanya kambing, karena kambing sangat banyak,” katanya.

Selain itu, pria yang akrab disapa Halil itu juga menuturkan, meski terkonfirmasi positif PMK, daging hewan ternak masih aman untuk dikonsumsi. Terlebih, terdapat dokter hewan yang rutin melakukan pemeriksaan di rumah pemotongan hewan. “Setelah dipotong, dagingnya kami periksa,” tegasnya.

Lebih lanjut, Halil juga mengatakan, pemeriksaan terhadap hewan ternak yang terkonfirmasi positif PMK masih rutin dilakukan oleh petugas yang ada di pusat kesehatan hewan (puskeswan) setempat. Hal itu untuk memastikan ternak itu tidak dijual dalam keadaan sakit. “Potensi sembuh untuk PMK juga besar,” imbuhnya.

TENGGARANG, Radar Ijen – Mendekati Hari Raya Idul Adha, kondisi penularan penyakit mulut dan kuku (PMK) di Bondowoso semakin tidak terbendung. Pasalnya, saat ini sudah tembus lebih dari seratus ekor sapi yang tertular. Meski demikian, ketersediaan daging masih dipastikan aman untuk kebutuhan Idul Adha.

BACA JUGA : Puluhan Ekor Sapi Tertular PMK

Berdasarkan data yang dihimpun Jawa Pos Radar Ijen, hingga Kamis (2/6) sudah terdapat 103 ekor sapi yang sedang mengidap PMK. Penyakit ini tersebar di beberapa wilayah. Kecamatan Wringin merupakan kecamatan dengan temuan terbanyak. Sejumlah 29 ekor sapi mengalami PMK. Disusul oleh Kecamatan Taman Krocok sebanyak 12 ekor sapi, kemudian 11, kasus lainnya terjadi di Kecamatan Tamanan.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bondowoso Muhammad Halil mengatakan, dengan potensi ternak sebanyak 230 ribu, maka kebutuhan daging untuk perayaan hari raya mendatang dipastikan masih aman. “Untuk hewan untuk kurban di Bondowoso itu aman. Utamanya kambing, karena kambing sangat banyak,” katanya.

Selain itu, pria yang akrab disapa Halil itu juga menuturkan, meski terkonfirmasi positif PMK, daging hewan ternak masih aman untuk dikonsumsi. Terlebih, terdapat dokter hewan yang rutin melakukan pemeriksaan di rumah pemotongan hewan. “Setelah dipotong, dagingnya kami periksa,” tegasnya.

Lebih lanjut, Halil juga mengatakan, pemeriksaan terhadap hewan ternak yang terkonfirmasi positif PMK masih rutin dilakukan oleh petugas yang ada di pusat kesehatan hewan (puskeswan) setempat. Hal itu untuk memastikan ternak itu tidak dijual dalam keadaan sakit. “Potensi sembuh untuk PMK juga besar,” imbuhnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/