alexametrics
30.4 C
Jember
Monday, 15 August 2022

Harga Terus Menurun, Pedagang Pilih Impor Bawang Putih

Mobile_AP_Rectangle 1

DABASAH, Radar Ijen – Harga bawang putih pada awal bulan Juni menurun drastis. Pergerakan harga bawang putih saat ini tidak stabil. Sehingga melahirkan kekhawatiran tersendiri pagi para pelaku usaha. Mengantisipasi kerugian, pilihan tepat adalah impor, karena dianggap murah dan berkualitas.

BACA JUGA : Pilkada Mulai Disiapkan

Pedagang bawang putih di Pasar Induk Bondowoso, Ihsan, mengatakan, terpaksa harus membeli bawang putih impor dari Tiongkok. Apalagi saat ini harga bawang putih menurun. “Kalau tidak membeli barang impor, rugi besar nantinya,” ucapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dirinya enggan untuk membeli bawang putih hasil produksi lokal petani Bondowoso. Pasalnya, bawang tidak berkualitas dan harganya begitu tinggi. Menurutnya, hal tersebut justru akan memperburuk bisnis jual belinya. “Para pembeli di sini lebih senang bawang impor ini. Harganya lebih murah, kualitasnya bagus, dan ukuran lebih besar,” bebernya.

Sementara itu, Kabid Perdagangan Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Bondowoso Totok Haryanto menyampaikan, menurunnya harga bawang sudah menjadi mekanisme pasar. “Sekarang impor bawang putih sudah banyak masuk di Indonesia,” ucapnya.

- Advertisement -

DABASAH, Radar Ijen – Harga bawang putih pada awal bulan Juni menurun drastis. Pergerakan harga bawang putih saat ini tidak stabil. Sehingga melahirkan kekhawatiran tersendiri pagi para pelaku usaha. Mengantisipasi kerugian, pilihan tepat adalah impor, karena dianggap murah dan berkualitas.

BACA JUGA : Pilkada Mulai Disiapkan

Pedagang bawang putih di Pasar Induk Bondowoso, Ihsan, mengatakan, terpaksa harus membeli bawang putih impor dari Tiongkok. Apalagi saat ini harga bawang putih menurun. “Kalau tidak membeli barang impor, rugi besar nantinya,” ucapnya.

Dirinya enggan untuk membeli bawang putih hasil produksi lokal petani Bondowoso. Pasalnya, bawang tidak berkualitas dan harganya begitu tinggi. Menurutnya, hal tersebut justru akan memperburuk bisnis jual belinya. “Para pembeli di sini lebih senang bawang impor ini. Harganya lebih murah, kualitasnya bagus, dan ukuran lebih besar,” bebernya.

Sementara itu, Kabid Perdagangan Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Bondowoso Totok Haryanto menyampaikan, menurunnya harga bawang sudah menjadi mekanisme pasar. “Sekarang impor bawang putih sudah banyak masuk di Indonesia,” ucapnya.

DABASAH, Radar Ijen – Harga bawang putih pada awal bulan Juni menurun drastis. Pergerakan harga bawang putih saat ini tidak stabil. Sehingga melahirkan kekhawatiran tersendiri pagi para pelaku usaha. Mengantisipasi kerugian, pilihan tepat adalah impor, karena dianggap murah dan berkualitas.

BACA JUGA : Pilkada Mulai Disiapkan

Pedagang bawang putih di Pasar Induk Bondowoso, Ihsan, mengatakan, terpaksa harus membeli bawang putih impor dari Tiongkok. Apalagi saat ini harga bawang putih menurun. “Kalau tidak membeli barang impor, rugi besar nantinya,” ucapnya.

Dirinya enggan untuk membeli bawang putih hasil produksi lokal petani Bondowoso. Pasalnya, bawang tidak berkualitas dan harganya begitu tinggi. Menurutnya, hal tersebut justru akan memperburuk bisnis jual belinya. “Para pembeli di sini lebih senang bawang impor ini. Harganya lebih murah, kualitasnya bagus, dan ukuran lebih besar,” bebernya.

Sementara itu, Kabid Perdagangan Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Bondowoso Totok Haryanto menyampaikan, menurunnya harga bawang sudah menjadi mekanisme pasar. “Sekarang impor bawang putih sudah banyak masuk di Indonesia,” ucapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/