alexametrics
31.3 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Kunjungan ke Cagar Budaya Tetap Buka

Jupel Harus Mendampingi Para Pengunjung

Mobile_AP_Rectangle 1

PEKAUMAN, Radar Ijen – Bondowoso memang memiliki banyak peninggalan benda-benda megalitikum. Maka, tak heran jika dalam beberapa wilayah terdapat situs purbakala yang tetap dilestarikan hingga saat ini. Uniknya, selama masa libur Lebaran tahun ini tidak ada larangan bagi seluruh masyarakat yang ingin berkunjung.

Kasi Sejarah dan Purbakala Disparbudpora Bondowoso Hery Kusdarianto menjelaskan, selama libur Lebaran para juru pelihara (jupel) cagar budaya harus tetap melaporkan keadaan situs yang mereka jaga. Mengingat pada waktu tersebut, tidak ada penutupan kunjungan dari masyarakat. “Mereka mengirimkan laporan berupa foto. Juga ada tanggal, lokasi, dan sebagainya itu,” imbuhnya.

Walaupun demikian, pada saat Lebaran kegiatan monitoring di sejumlah situs cagar budaya tidak intens dilakukan. Kemudian, setelah libur Lebaran, pemantauan oleh petugas akan kembali rutin dilakukan. Hal tersebut sebagai salah satu upaya untuk menjaga dan mempertahankan benda megalitikum yang ada.

Mobile_AP_Rectangle 2

Begitu juga dengan para pengunjung yang berniat mengunjungi cagar budaya, Hery menegaskan tidak ada penutupan atau larangan berkunjung. Tentunya juga harus menyesuaikan dengan protokol kesehatan yang berlaku. Hal tersebut dianggap sebagai upaya mencegah penularan pandemi Covid-19. “Seandainya nanti terjadi penumpukan pengunjung. Ya terpaksa kami urai,” tegasnya.

- Advertisement -

PEKAUMAN, Radar Ijen – Bondowoso memang memiliki banyak peninggalan benda-benda megalitikum. Maka, tak heran jika dalam beberapa wilayah terdapat situs purbakala yang tetap dilestarikan hingga saat ini. Uniknya, selama masa libur Lebaran tahun ini tidak ada larangan bagi seluruh masyarakat yang ingin berkunjung.

Kasi Sejarah dan Purbakala Disparbudpora Bondowoso Hery Kusdarianto menjelaskan, selama libur Lebaran para juru pelihara (jupel) cagar budaya harus tetap melaporkan keadaan situs yang mereka jaga. Mengingat pada waktu tersebut, tidak ada penutupan kunjungan dari masyarakat. “Mereka mengirimkan laporan berupa foto. Juga ada tanggal, lokasi, dan sebagainya itu,” imbuhnya.

Walaupun demikian, pada saat Lebaran kegiatan monitoring di sejumlah situs cagar budaya tidak intens dilakukan. Kemudian, setelah libur Lebaran, pemantauan oleh petugas akan kembali rutin dilakukan. Hal tersebut sebagai salah satu upaya untuk menjaga dan mempertahankan benda megalitikum yang ada.

Begitu juga dengan para pengunjung yang berniat mengunjungi cagar budaya, Hery menegaskan tidak ada penutupan atau larangan berkunjung. Tentunya juga harus menyesuaikan dengan protokol kesehatan yang berlaku. Hal tersebut dianggap sebagai upaya mencegah penularan pandemi Covid-19. “Seandainya nanti terjadi penumpukan pengunjung. Ya terpaksa kami urai,” tegasnya.

PEKAUMAN, Radar Ijen – Bondowoso memang memiliki banyak peninggalan benda-benda megalitikum. Maka, tak heran jika dalam beberapa wilayah terdapat situs purbakala yang tetap dilestarikan hingga saat ini. Uniknya, selama masa libur Lebaran tahun ini tidak ada larangan bagi seluruh masyarakat yang ingin berkunjung.

Kasi Sejarah dan Purbakala Disparbudpora Bondowoso Hery Kusdarianto menjelaskan, selama libur Lebaran para juru pelihara (jupel) cagar budaya harus tetap melaporkan keadaan situs yang mereka jaga. Mengingat pada waktu tersebut, tidak ada penutupan kunjungan dari masyarakat. “Mereka mengirimkan laporan berupa foto. Juga ada tanggal, lokasi, dan sebagainya itu,” imbuhnya.

Walaupun demikian, pada saat Lebaran kegiatan monitoring di sejumlah situs cagar budaya tidak intens dilakukan. Kemudian, setelah libur Lebaran, pemantauan oleh petugas akan kembali rutin dilakukan. Hal tersebut sebagai salah satu upaya untuk menjaga dan mempertahankan benda megalitikum yang ada.

Begitu juga dengan para pengunjung yang berniat mengunjungi cagar budaya, Hery menegaskan tidak ada penutupan atau larangan berkunjung. Tentunya juga harus menyesuaikan dengan protokol kesehatan yang berlaku. Hal tersebut dianggap sebagai upaya mencegah penularan pandemi Covid-19. “Seandainya nanti terjadi penumpukan pengunjung. Ya terpaksa kami urai,” tegasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/