alexametrics
30.6 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Jumlah Pendaftar SD dan SMP Menurun

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pandemi rupanya berdampak pada penerimaan peserta didik baru di Bondowoso tahun 2021. Berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), calon peserta didik baru juga mengalami penurunan.

Plt Kepala Disdikbud Haeriyah Yulianti mengatakan, berdasarkan data yang diterimanya, jumlah calon peserta didik baru lembaga pendidikan SD dan SMP mengalami penurunan. Hal tersebut karena banyak orang tua memilih menyekolahkan anaknya ke pondok pesantren.

Namun, pihaknya belum bisa memastikan berapa jumlah penurunan dari calon siswa tersebut. “Kami tidak bisa mendata secara detail. Karena kan kami harus pergi ke pesantren juga,” ungkapnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pandemi rupanya berdampak pada penerimaan peserta didik baru di Bondowoso tahun 2021. Berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), calon peserta didik baru juga mengalami penurunan.

Plt Kepala Disdikbud Haeriyah Yulianti mengatakan, berdasarkan data yang diterimanya, jumlah calon peserta didik baru lembaga pendidikan SD dan SMP mengalami penurunan. Hal tersebut karena banyak orang tua memilih menyekolahkan anaknya ke pondok pesantren.

Namun, pihaknya belum bisa memastikan berapa jumlah penurunan dari calon siswa tersebut. “Kami tidak bisa mendata secara detail. Karena kan kami harus pergi ke pesantren juga,” ungkapnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pandemi rupanya berdampak pada penerimaan peserta didik baru di Bondowoso tahun 2021. Berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), calon peserta didik baru juga mengalami penurunan.

Plt Kepala Disdikbud Haeriyah Yulianti mengatakan, berdasarkan data yang diterimanya, jumlah calon peserta didik baru lembaga pendidikan SD dan SMP mengalami penurunan. Hal tersebut karena banyak orang tua memilih menyekolahkan anaknya ke pondok pesantren.

Namun, pihaknya belum bisa memastikan berapa jumlah penurunan dari calon siswa tersebut. “Kami tidak bisa mendata secara detail. Karena kan kami harus pergi ke pesantren juga,” ungkapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/