alexametrics
29.2 C
Jember
Friday, 1 July 2022

Temukan 71 Napi di Bondowoso Suspek TBC

Perlu Ruang Isolasi Khusus bila Terkonfirmasi Positif

Mobile_AP_Rectangle 1

Saat ini alat tersebut hanya ada di empat fasilitas kesehatan. Di antaranya RSUD Koesnadi, Puskesmas Maesan, Puskesmas Prajekan, dan Puskesmas Tenggarang. Oleh sebab itu, untuk mengetahui apakah warga binaan Lapas Bondowoso ada yang terkonfirmasi positif atau tidak, membutuhkan waktu kurang lebih satu pekan. Mengingat ada 292 napi yang diperiksa, sementara satu pemeriksaan membutuhkan waktu minimal dua jam.

Dari ratusan warga binaan yang dilakukan screening, terdapat 71 di antaranya suspek TBC. Walaupun belum dapat dipastikan apakah yang bersangkutan positif atau negatif. Sebab, masih menunggu hasil resmi dari pemeriksaan menggunakan mesin TCM. “Jadi, gak bisa langsung, apakah benar-benar terkonfirmasi TBC,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Goek juga menuturkan, jika nantinya ada warga binaan yang terkonfirmasi positif, maka harus dilakukan isolasi dan dipisahkan dari para napi lainnya. Jika tidak, maka penyakit ini dengan cepat akan menular kepada yang lainnya. Terlebih, dengan kondisi yang tertutup dan pola hidup yang berkelompok selama 24 jam. “Kami sudah berkoordinasi dengan kalapas untuk diupayakan ada ruang isolasi bila hasilnya positif,” pungkasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

 

Jurnalis : Ilham Wahyudi
Fotografer : Istimewa
Redaktur : Dwi Siswanto

- Advertisement -

Saat ini alat tersebut hanya ada di empat fasilitas kesehatan. Di antaranya RSUD Koesnadi, Puskesmas Maesan, Puskesmas Prajekan, dan Puskesmas Tenggarang. Oleh sebab itu, untuk mengetahui apakah warga binaan Lapas Bondowoso ada yang terkonfirmasi positif atau tidak, membutuhkan waktu kurang lebih satu pekan. Mengingat ada 292 napi yang diperiksa, sementara satu pemeriksaan membutuhkan waktu minimal dua jam.

Dari ratusan warga binaan yang dilakukan screening, terdapat 71 di antaranya suspek TBC. Walaupun belum dapat dipastikan apakah yang bersangkutan positif atau negatif. Sebab, masih menunggu hasil resmi dari pemeriksaan menggunakan mesin TCM. “Jadi, gak bisa langsung, apakah benar-benar terkonfirmasi TBC,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Goek juga menuturkan, jika nantinya ada warga binaan yang terkonfirmasi positif, maka harus dilakukan isolasi dan dipisahkan dari para napi lainnya. Jika tidak, maka penyakit ini dengan cepat akan menular kepada yang lainnya. Terlebih, dengan kondisi yang tertutup dan pola hidup yang berkelompok selama 24 jam. “Kami sudah berkoordinasi dengan kalapas untuk diupayakan ada ruang isolasi bila hasilnya positif,” pungkasnya.

 

Jurnalis : Ilham Wahyudi
Fotografer : Istimewa
Redaktur : Dwi Siswanto

Saat ini alat tersebut hanya ada di empat fasilitas kesehatan. Di antaranya RSUD Koesnadi, Puskesmas Maesan, Puskesmas Prajekan, dan Puskesmas Tenggarang. Oleh sebab itu, untuk mengetahui apakah warga binaan Lapas Bondowoso ada yang terkonfirmasi positif atau tidak, membutuhkan waktu kurang lebih satu pekan. Mengingat ada 292 napi yang diperiksa, sementara satu pemeriksaan membutuhkan waktu minimal dua jam.

Dari ratusan warga binaan yang dilakukan screening, terdapat 71 di antaranya suspek TBC. Walaupun belum dapat dipastikan apakah yang bersangkutan positif atau negatif. Sebab, masih menunggu hasil resmi dari pemeriksaan menggunakan mesin TCM. “Jadi, gak bisa langsung, apakah benar-benar terkonfirmasi TBC,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Goek juga menuturkan, jika nantinya ada warga binaan yang terkonfirmasi positif, maka harus dilakukan isolasi dan dipisahkan dari para napi lainnya. Jika tidak, maka penyakit ini dengan cepat akan menular kepada yang lainnya. Terlebih, dengan kondisi yang tertutup dan pola hidup yang berkelompok selama 24 jam. “Kami sudah berkoordinasi dengan kalapas untuk diupayakan ada ruang isolasi bila hasilnya positif,” pungkasnya.

 

Jurnalis : Ilham Wahyudi
Fotografer : Istimewa
Redaktur : Dwi Siswanto

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/