alexametrics
27.9 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Temukan 71 Napi di Bondowoso Suspek TBC

Perlu Ruang Isolasi Khusus bila Terkonfirmasi Positif

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Tuberkulosis (TBC) merupakan salah satu penyakit menular yang cukup membahayakan. Oleh sebab itu, penyakit ini membutuhkan penanganan dan perawatan serius. Sebab, dapat merenggut nyawa seseorang jika tidak ditangani dengan baik. Terlebih di lingkungan yang padat, seperti di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Bondowoso.

Baca Juga : Ratusan Miliar Bisa Muspro, Jika Jalan Tetap Dilewati Kendaraan Tambun

Untuk mengantisipasi adanya penyebaran TBC di tempat itu, dilakukan pemeriksaan kepada ratusan warga binaan Lapas Bondowoso. Pemeriksaan tersebut dilakukan oleh pihak lapas bersama Dinas Kesehatan (Dinkes), Yayasan Pemberdayaan Intensif Kesehatan Masyarakat (Yapikma), serta Yayasan Banuyasa Sejahtera (Yabisa).

Mobile_AP_Rectangle 2

Kalapas Bondowoso Sarwito menyampaikan, kegiatan sosialisasi dan screening TBC ini merupakan wujud Lapas Bondowoso peduli terhadap kesehatan warga binaan. “Semoga dengan adanya kegiatan ini Lapas Bondowoso terhindar dari penyebaran penyakit berbahaya dan menular,” katanya.

Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan tambahan pengetahuan terkait penyakit menular. “Semoga para warga binaan lebih mampu menyikapi dan waspada terhadap penyakit berbahaya dan menular,” imbuhnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kasi Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Bondowoso Goek Fitri Purwandari menerangkan, hasil screening yang dilakukan di lapas belum dapat diketahui. Sebab, sampel dahak dari masing-masing napi harus diperiksa terlebih dahulu di fasilitas kesehatan yang memiliki mesin tes cepat molekuler (TCM).

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Tuberkulosis (TBC) merupakan salah satu penyakit menular yang cukup membahayakan. Oleh sebab itu, penyakit ini membutuhkan penanganan dan perawatan serius. Sebab, dapat merenggut nyawa seseorang jika tidak ditangani dengan baik. Terlebih di lingkungan yang padat, seperti di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Bondowoso.

Baca Juga : Ratusan Miliar Bisa Muspro, Jika Jalan Tetap Dilewati Kendaraan Tambun

Untuk mengantisipasi adanya penyebaran TBC di tempat itu, dilakukan pemeriksaan kepada ratusan warga binaan Lapas Bondowoso. Pemeriksaan tersebut dilakukan oleh pihak lapas bersama Dinas Kesehatan (Dinkes), Yayasan Pemberdayaan Intensif Kesehatan Masyarakat (Yapikma), serta Yayasan Banuyasa Sejahtera (Yabisa).

Kalapas Bondowoso Sarwito menyampaikan, kegiatan sosialisasi dan screening TBC ini merupakan wujud Lapas Bondowoso peduli terhadap kesehatan warga binaan. “Semoga dengan adanya kegiatan ini Lapas Bondowoso terhindar dari penyebaran penyakit berbahaya dan menular,” katanya.

Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan tambahan pengetahuan terkait penyakit menular. “Semoga para warga binaan lebih mampu menyikapi dan waspada terhadap penyakit berbahaya dan menular,” imbuhnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kasi Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Bondowoso Goek Fitri Purwandari menerangkan, hasil screening yang dilakukan di lapas belum dapat diketahui. Sebab, sampel dahak dari masing-masing napi harus diperiksa terlebih dahulu di fasilitas kesehatan yang memiliki mesin tes cepat molekuler (TCM).

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Tuberkulosis (TBC) merupakan salah satu penyakit menular yang cukup membahayakan. Oleh sebab itu, penyakit ini membutuhkan penanganan dan perawatan serius. Sebab, dapat merenggut nyawa seseorang jika tidak ditangani dengan baik. Terlebih di lingkungan yang padat, seperti di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Bondowoso.

Baca Juga : Ratusan Miliar Bisa Muspro, Jika Jalan Tetap Dilewati Kendaraan Tambun

Untuk mengantisipasi adanya penyebaran TBC di tempat itu, dilakukan pemeriksaan kepada ratusan warga binaan Lapas Bondowoso. Pemeriksaan tersebut dilakukan oleh pihak lapas bersama Dinas Kesehatan (Dinkes), Yayasan Pemberdayaan Intensif Kesehatan Masyarakat (Yapikma), serta Yayasan Banuyasa Sejahtera (Yabisa).

Kalapas Bondowoso Sarwito menyampaikan, kegiatan sosialisasi dan screening TBC ini merupakan wujud Lapas Bondowoso peduli terhadap kesehatan warga binaan. “Semoga dengan adanya kegiatan ini Lapas Bondowoso terhindar dari penyebaran penyakit berbahaya dan menular,” katanya.

Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan tambahan pengetahuan terkait penyakit menular. “Semoga para warga binaan lebih mampu menyikapi dan waspada terhadap penyakit berbahaya dan menular,” imbuhnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kasi Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Bondowoso Goek Fitri Purwandari menerangkan, hasil screening yang dilakukan di lapas belum dapat diketahui. Sebab, sampel dahak dari masing-masing napi harus diperiksa terlebih dahulu di fasilitas kesehatan yang memiliki mesin tes cepat molekuler (TCM).

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/