alexametrics
23.5 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Gali Seni Ukir Kaligrafi Napi Bondowoso

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Warga binaan Lapas Kelas II B Bondowoso ternyata juga memiliki keahlian. Mereka juga mulai unjuk kemahiran dalam mengolah kayu menjadi ukiran kaligrafi. Bahkan, hasil karyanya juga tidak jauh berbeda dengan kaligrafi hasil perajin terkemuka.

Kalapas Kelas II B Bondowoso Sarwito mengatakan, para narapidana memiliki latar belakang berbeda. Baik dari etnis, budaya, maupun kedudukan sosialnya. Oleh sebab itu, untuk memberikan pembinaan kepada mereka, salah satu cara yang dapat digunakan adalah menyentuh aspek mental dan psikologis sesuai dengan karakter masing-masing. “Setiap yang masuk ke lapas, kami selalu memberikan pendampingan dan pembinaan selama mereka di lapas,” ucapnya.

Para narapidana terpilih, kata dia, juga dilibatkan dalam berbagai hal. Mulai dari kegiatan pertanian, pembuatan kaligrafi dari kayu, hingga menjadi petugas di salon. Artinya, lanjut Sarwito, pihaknya menempatkan warga binaan tidak hanya sebagai subjek, melainkan juga objek dalam pembinaan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sehingga, kata dia, petugas lapas pun dituntut untuk multifungsi dalam memberikan pemberdayaan dan pendampingan. Termasuk mendampingi keahlian dalam membuat kaligrafi dari kayu.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Warga binaan Lapas Kelas II B Bondowoso ternyata juga memiliki keahlian. Mereka juga mulai unjuk kemahiran dalam mengolah kayu menjadi ukiran kaligrafi. Bahkan, hasil karyanya juga tidak jauh berbeda dengan kaligrafi hasil perajin terkemuka.

Kalapas Kelas II B Bondowoso Sarwito mengatakan, para narapidana memiliki latar belakang berbeda. Baik dari etnis, budaya, maupun kedudukan sosialnya. Oleh sebab itu, untuk memberikan pembinaan kepada mereka, salah satu cara yang dapat digunakan adalah menyentuh aspek mental dan psikologis sesuai dengan karakter masing-masing. “Setiap yang masuk ke lapas, kami selalu memberikan pendampingan dan pembinaan selama mereka di lapas,” ucapnya.

Para narapidana terpilih, kata dia, juga dilibatkan dalam berbagai hal. Mulai dari kegiatan pertanian, pembuatan kaligrafi dari kayu, hingga menjadi petugas di salon. Artinya, lanjut Sarwito, pihaknya menempatkan warga binaan tidak hanya sebagai subjek, melainkan juga objek dalam pembinaan.

Sehingga, kata dia, petugas lapas pun dituntut untuk multifungsi dalam memberikan pemberdayaan dan pendampingan. Termasuk mendampingi keahlian dalam membuat kaligrafi dari kayu.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Warga binaan Lapas Kelas II B Bondowoso ternyata juga memiliki keahlian. Mereka juga mulai unjuk kemahiran dalam mengolah kayu menjadi ukiran kaligrafi. Bahkan, hasil karyanya juga tidak jauh berbeda dengan kaligrafi hasil perajin terkemuka.

Kalapas Kelas II B Bondowoso Sarwito mengatakan, para narapidana memiliki latar belakang berbeda. Baik dari etnis, budaya, maupun kedudukan sosialnya. Oleh sebab itu, untuk memberikan pembinaan kepada mereka, salah satu cara yang dapat digunakan adalah menyentuh aspek mental dan psikologis sesuai dengan karakter masing-masing. “Setiap yang masuk ke lapas, kami selalu memberikan pendampingan dan pembinaan selama mereka di lapas,” ucapnya.

Para narapidana terpilih, kata dia, juga dilibatkan dalam berbagai hal. Mulai dari kegiatan pertanian, pembuatan kaligrafi dari kayu, hingga menjadi petugas di salon. Artinya, lanjut Sarwito, pihaknya menempatkan warga binaan tidak hanya sebagai subjek, melainkan juga objek dalam pembinaan.

Sehingga, kata dia, petugas lapas pun dituntut untuk multifungsi dalam memberikan pemberdayaan dan pendampingan. Termasuk mendampingi keahlian dalam membuat kaligrafi dari kayu.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/