alexametrics
23.6 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Tracing Jamaah Umrah Diperketat

Lakukan Sistem One Gate Policy untuk Seluruh Jamaah

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pelaksanaan ibadah umrah untuk jamaah asal Indonesia sudah diperbolehkan. Di berbagai daerah, para jamaah sudah ada yang berangkat. Termasuk di Kabupaten Bondowoso. Kementerian Agama (Kemenag) Bondowoso berencana akan mendatangi setiap travel umrah di wilayah setempat untuk melakukan pendataan pencegahan penularan Covid-19.

“Saya juga tidak tahu, staf haji juga belum pernah diberi tembusan oleh penyelenggara. Kabarnya ada, cuma PT mana, kami tak tahu,” ungkap Kepala Seksi Pelaksanaan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Bondowoso Suharyono ketika dikonfirmasi Jawa Pos Radar Ijen.

Dia menyebutkan, wajar jika pihaknya tak mengetahui data pemberangkatan calon jamaah umrah tanpa pemberitahuan. Sebab, pendaftaran umrah dan haji khusus itu dari penyelenggara langsung ke Kanwil Kemenag. “Memang aturannya begitu. Kami yang di kabupaten itu hanya haji reguler. Haji khusus juga langsung ke kanwil. Aplikasinya juga begitu,” jelasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Namun, jika pembuatan paspor, kata Suharyono, barulah penyelenggara meminta rekomendasi pada Kemenag. Tetapi, kapan berangkat umrah, pihaknya tentu tak tahu jika tak ada pemberitahuan ke Kemenag.

Hingga saat ini, pihaknya telah menerima permintaan rekomendasi sekitar 20-an jamaah umrah. Dengan melihat ini, pihaknya pun berencana akan mendatangi para travel umrah di Bondowoso. Tujuannya, tidak lain untuk mempermudah tracing di tengah masa pandemi Covid-19. Lebih-lebih demi mewaspadai penyebaran virus korona jenis Omicron.

Walaupun sebenarnya keberangkatan dan pulang umrah telah menggunakan skema kebijakan satu pintu atau one gate policy (OGP) di Bandara Soekarno-Hatta. Selain itu, biasanya mereka saat datang masih akan dikarantina saat di Asrama Haji Embarkasi Pondok Gede, Jakarta. Namun, pihaknya merasa tetap perlu melakukan tracing, mengingat masih ada perjalanan dari Jakarta ke Bondowoso. “Sehingga nantinya mempermudah tracing untuk jamaah pulang umrah,” katanya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pelaksanaan ibadah umrah untuk jamaah asal Indonesia sudah diperbolehkan. Di berbagai daerah, para jamaah sudah ada yang berangkat. Termasuk di Kabupaten Bondowoso. Kementerian Agama (Kemenag) Bondowoso berencana akan mendatangi setiap travel umrah di wilayah setempat untuk melakukan pendataan pencegahan penularan Covid-19.

“Saya juga tidak tahu, staf haji juga belum pernah diberi tembusan oleh penyelenggara. Kabarnya ada, cuma PT mana, kami tak tahu,” ungkap Kepala Seksi Pelaksanaan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Bondowoso Suharyono ketika dikonfirmasi Jawa Pos Radar Ijen.

Dia menyebutkan, wajar jika pihaknya tak mengetahui data pemberangkatan calon jamaah umrah tanpa pemberitahuan. Sebab, pendaftaran umrah dan haji khusus itu dari penyelenggara langsung ke Kanwil Kemenag. “Memang aturannya begitu. Kami yang di kabupaten itu hanya haji reguler. Haji khusus juga langsung ke kanwil. Aplikasinya juga begitu,” jelasnya.

Namun, jika pembuatan paspor, kata Suharyono, barulah penyelenggara meminta rekomendasi pada Kemenag. Tetapi, kapan berangkat umrah, pihaknya tentu tak tahu jika tak ada pemberitahuan ke Kemenag.

Hingga saat ini, pihaknya telah menerima permintaan rekomendasi sekitar 20-an jamaah umrah. Dengan melihat ini, pihaknya pun berencana akan mendatangi para travel umrah di Bondowoso. Tujuannya, tidak lain untuk mempermudah tracing di tengah masa pandemi Covid-19. Lebih-lebih demi mewaspadai penyebaran virus korona jenis Omicron.

Walaupun sebenarnya keberangkatan dan pulang umrah telah menggunakan skema kebijakan satu pintu atau one gate policy (OGP) di Bandara Soekarno-Hatta. Selain itu, biasanya mereka saat datang masih akan dikarantina saat di Asrama Haji Embarkasi Pondok Gede, Jakarta. Namun, pihaknya merasa tetap perlu melakukan tracing, mengingat masih ada perjalanan dari Jakarta ke Bondowoso. “Sehingga nantinya mempermudah tracing untuk jamaah pulang umrah,” katanya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pelaksanaan ibadah umrah untuk jamaah asal Indonesia sudah diperbolehkan. Di berbagai daerah, para jamaah sudah ada yang berangkat. Termasuk di Kabupaten Bondowoso. Kementerian Agama (Kemenag) Bondowoso berencana akan mendatangi setiap travel umrah di wilayah setempat untuk melakukan pendataan pencegahan penularan Covid-19.

“Saya juga tidak tahu, staf haji juga belum pernah diberi tembusan oleh penyelenggara. Kabarnya ada, cuma PT mana, kami tak tahu,” ungkap Kepala Seksi Pelaksanaan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Bondowoso Suharyono ketika dikonfirmasi Jawa Pos Radar Ijen.

Dia menyebutkan, wajar jika pihaknya tak mengetahui data pemberangkatan calon jamaah umrah tanpa pemberitahuan. Sebab, pendaftaran umrah dan haji khusus itu dari penyelenggara langsung ke Kanwil Kemenag. “Memang aturannya begitu. Kami yang di kabupaten itu hanya haji reguler. Haji khusus juga langsung ke kanwil. Aplikasinya juga begitu,” jelasnya.

Namun, jika pembuatan paspor, kata Suharyono, barulah penyelenggara meminta rekomendasi pada Kemenag. Tetapi, kapan berangkat umrah, pihaknya tentu tak tahu jika tak ada pemberitahuan ke Kemenag.

Hingga saat ini, pihaknya telah menerima permintaan rekomendasi sekitar 20-an jamaah umrah. Dengan melihat ini, pihaknya pun berencana akan mendatangi para travel umrah di Bondowoso. Tujuannya, tidak lain untuk mempermudah tracing di tengah masa pandemi Covid-19. Lebih-lebih demi mewaspadai penyebaran virus korona jenis Omicron.

Walaupun sebenarnya keberangkatan dan pulang umrah telah menggunakan skema kebijakan satu pintu atau one gate policy (OGP) di Bandara Soekarno-Hatta. Selain itu, biasanya mereka saat datang masih akan dikarantina saat di Asrama Haji Embarkasi Pondok Gede, Jakarta. Namun, pihaknya merasa tetap perlu melakukan tracing, mengingat masih ada perjalanan dari Jakarta ke Bondowoso. “Sehingga nantinya mempermudah tracing untuk jamaah pulang umrah,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/