alexametrics
23.9 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Rumah Potong Hewan Diminta Layak Dulu

Sebelum Dijadikan Kawasan Penghasil Daging Halal Nasional

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pemerintah Kabupaten Bondowoso menyatakan sudah siap menjadi kawasan penghasil daging halal nasional jika berdasarkan kuantitas ternak. Untuk itu, rumah potong hewan diminta menjaga kelayakannya.

Hal itu diutarakan oleh Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bondowoso Mohammad Halil. Dia menyebut, potensi ternak di Bumi Ki Ronggo kini mencapai 230.000 ternak. “Kami berkomitmen untuk mengembangkan daerah sebagai produsen daging halal,” jelas Halil.

Guna menghasilkan daging halal, maka perlu didukung dengan keberadaan rumah potong hewan (RPH) yang memadai. Di Bondowoso, kata Halil, saat ini total ada lima RPH. “Jadi, menuju daging halal itu harus proses. Bagaimana sanitasinya, bagaimana alat-alatnya untuk memotong, termasuk petugasnya. Jadi, daging halal itu butuh proses,” paparnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pihaknya juga sudah mengumpulkan stakeholder agar bisa menyajikan daging halal. Tentu di dalamnya higienis dan sehat. Pihaknya juga sepakat dengan bupati bahwa Bondowoso harus berbisnis daging halal. Maka dari itu, RPH yang ada harus sesuai standar penghasil daging halal.  “Kita berkeinginan tidak mengirim sapi, tetapi mengirim dagingnya,” imbuhnya saat dikonfirmasi.

Sementara, kondisi RPH saat ini, kata dia, masih jauh dari standar sebagai penghasil daging halal. Sarana dan prasarana di RPH masih sangat minim.  “Kami memahami karena keterbatasan anggaran kena refocusing,” imbuhnya.

Dia juga memaparkan, untuk jumlah pusat kesehatan hewan (puskeswan) ada lima. Puskeswan bertugas untuk memastikan sapi tersebut layak dipotong atau tidak. Keberadaan puskeswan itu, kata dia, juga untuk memastikan kualitas hewan ternak Bondowoso yang akan dipotong.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pemerintah Kabupaten Bondowoso menyatakan sudah siap menjadi kawasan penghasil daging halal nasional jika berdasarkan kuantitas ternak. Untuk itu, rumah potong hewan diminta menjaga kelayakannya.

Hal itu diutarakan oleh Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bondowoso Mohammad Halil. Dia menyebut, potensi ternak di Bumi Ki Ronggo kini mencapai 230.000 ternak. “Kami berkomitmen untuk mengembangkan daerah sebagai produsen daging halal,” jelas Halil.

Guna menghasilkan daging halal, maka perlu didukung dengan keberadaan rumah potong hewan (RPH) yang memadai. Di Bondowoso, kata Halil, saat ini total ada lima RPH. “Jadi, menuju daging halal itu harus proses. Bagaimana sanitasinya, bagaimana alat-alatnya untuk memotong, termasuk petugasnya. Jadi, daging halal itu butuh proses,” paparnya.

Pihaknya juga sudah mengumpulkan stakeholder agar bisa menyajikan daging halal. Tentu di dalamnya higienis dan sehat. Pihaknya juga sepakat dengan bupati bahwa Bondowoso harus berbisnis daging halal. Maka dari itu, RPH yang ada harus sesuai standar penghasil daging halal.  “Kita berkeinginan tidak mengirim sapi, tetapi mengirim dagingnya,” imbuhnya saat dikonfirmasi.

Sementara, kondisi RPH saat ini, kata dia, masih jauh dari standar sebagai penghasil daging halal. Sarana dan prasarana di RPH masih sangat minim.  “Kami memahami karena keterbatasan anggaran kena refocusing,” imbuhnya.

Dia juga memaparkan, untuk jumlah pusat kesehatan hewan (puskeswan) ada lima. Puskeswan bertugas untuk memastikan sapi tersebut layak dipotong atau tidak. Keberadaan puskeswan itu, kata dia, juga untuk memastikan kualitas hewan ternak Bondowoso yang akan dipotong.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pemerintah Kabupaten Bondowoso menyatakan sudah siap menjadi kawasan penghasil daging halal nasional jika berdasarkan kuantitas ternak. Untuk itu, rumah potong hewan diminta menjaga kelayakannya.

Hal itu diutarakan oleh Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bondowoso Mohammad Halil. Dia menyebut, potensi ternak di Bumi Ki Ronggo kini mencapai 230.000 ternak. “Kami berkomitmen untuk mengembangkan daerah sebagai produsen daging halal,” jelas Halil.

Guna menghasilkan daging halal, maka perlu didukung dengan keberadaan rumah potong hewan (RPH) yang memadai. Di Bondowoso, kata Halil, saat ini total ada lima RPH. “Jadi, menuju daging halal itu harus proses. Bagaimana sanitasinya, bagaimana alat-alatnya untuk memotong, termasuk petugasnya. Jadi, daging halal itu butuh proses,” paparnya.

Pihaknya juga sudah mengumpulkan stakeholder agar bisa menyajikan daging halal. Tentu di dalamnya higienis dan sehat. Pihaknya juga sepakat dengan bupati bahwa Bondowoso harus berbisnis daging halal. Maka dari itu, RPH yang ada harus sesuai standar penghasil daging halal.  “Kita berkeinginan tidak mengirim sapi, tetapi mengirim dagingnya,” imbuhnya saat dikonfirmasi.

Sementara, kondisi RPH saat ini, kata dia, masih jauh dari standar sebagai penghasil daging halal. Sarana dan prasarana di RPH masih sangat minim.  “Kami memahami karena keterbatasan anggaran kena refocusing,” imbuhnya.

Dia juga memaparkan, untuk jumlah pusat kesehatan hewan (puskeswan) ada lima. Puskeswan bertugas untuk memastikan sapi tersebut layak dipotong atau tidak. Keberadaan puskeswan itu, kata dia, juga untuk memastikan kualitas hewan ternak Bondowoso yang akan dipotong.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/