alexametrics
27.8 C
Jember
Tuesday, 24 May 2022

Warga Pertanyakan Aset BUMDes

Terkait Penyertaan Modal Puluhan Juta di Jebung Lor

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Sejumlah warga Desa Jebung Lor, Kecamatan Tlogosari, mempertanyakan aset Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Sebab, ada penyertaan modal hingga Rp 74 juta dari dana desa (DD) pada tahun 2019 untuk usaha tabung gas elpigi sebanyak 500 buah.

Selain itu, juga ada penyertaan modal sebesar Rp 50 juta untuk simpan pinjam pada tahun 2017. Namun, diduga realisasinya tak dirasakan oleh masyarakat. Hal ini mengemuka di musyawarah desa (musdes) setempat, Senin (3/1) kemarin.

Seperti diutarakan oleh Wakil Ketua Badan Perwakilan Desa (BPD) setempat, Adi Purnomo. Dia menjabarkan, pihaknya baru tahu perihal penyertaan modal yang telah ditarik untuk simpan pinjam.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sebab, mulai dari pembentukan pengurus hingga pelaporan hasil atau rugi usaha BUMDes pihaknya tak pernah dilibatkan.  “Simpan pinjam ini kami tahunya barusan. Karena ini, yang kita undang, sekretaris dan bendahara menjelaskan,” ujarnya.

Namun, disebutnya bahwa anggaran simpan pinjam ini, berdasarkan penyampaian pengurus, dipinjamkan kepada perangkat untuk menutupi pajak. Dan perangkat membayar melalui gaji.  “Sudah lunas katanya,” jelasnya.

Dia menjelaskan, pihaknya tak ada indikasi untuk mencari kesalahan orang lain. Namun, karena ini berkaitan dengan kekayaan desa, milik masyarakat, maka pihaknya akan memperjuangkan untuk mengembalikan milik rakyat. “Tujuan kami ingin menyelesaikan dalam desa sendiri,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Jebung Lor Daniel mengaku, pihaknya masih menunggu penyelesaian dari BUMDes. Yakni dengan memberikan waktu sekitar seminggu.  Sebab, informasinya aset ratusan tabung gas elpiji itu kini ada di rumah Ketua BUMDes, dan sebagiannya di salah satu toko.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Sejumlah warga Desa Jebung Lor, Kecamatan Tlogosari, mempertanyakan aset Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Sebab, ada penyertaan modal hingga Rp 74 juta dari dana desa (DD) pada tahun 2019 untuk usaha tabung gas elpigi sebanyak 500 buah.

Selain itu, juga ada penyertaan modal sebesar Rp 50 juta untuk simpan pinjam pada tahun 2017. Namun, diduga realisasinya tak dirasakan oleh masyarakat. Hal ini mengemuka di musyawarah desa (musdes) setempat, Senin (3/1) kemarin.

Seperti diutarakan oleh Wakil Ketua Badan Perwakilan Desa (BPD) setempat, Adi Purnomo. Dia menjabarkan, pihaknya baru tahu perihal penyertaan modal yang telah ditarik untuk simpan pinjam.

Sebab, mulai dari pembentukan pengurus hingga pelaporan hasil atau rugi usaha BUMDes pihaknya tak pernah dilibatkan.  “Simpan pinjam ini kami tahunya barusan. Karena ini, yang kita undang, sekretaris dan bendahara menjelaskan,” ujarnya.

Namun, disebutnya bahwa anggaran simpan pinjam ini, berdasarkan penyampaian pengurus, dipinjamkan kepada perangkat untuk menutupi pajak. Dan perangkat membayar melalui gaji.  “Sudah lunas katanya,” jelasnya.

Dia menjelaskan, pihaknya tak ada indikasi untuk mencari kesalahan orang lain. Namun, karena ini berkaitan dengan kekayaan desa, milik masyarakat, maka pihaknya akan memperjuangkan untuk mengembalikan milik rakyat. “Tujuan kami ingin menyelesaikan dalam desa sendiri,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Jebung Lor Daniel mengaku, pihaknya masih menunggu penyelesaian dari BUMDes. Yakni dengan memberikan waktu sekitar seminggu.  Sebab, informasinya aset ratusan tabung gas elpiji itu kini ada di rumah Ketua BUMDes, dan sebagiannya di salah satu toko.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Sejumlah warga Desa Jebung Lor, Kecamatan Tlogosari, mempertanyakan aset Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Sebab, ada penyertaan modal hingga Rp 74 juta dari dana desa (DD) pada tahun 2019 untuk usaha tabung gas elpigi sebanyak 500 buah.

Selain itu, juga ada penyertaan modal sebesar Rp 50 juta untuk simpan pinjam pada tahun 2017. Namun, diduga realisasinya tak dirasakan oleh masyarakat. Hal ini mengemuka di musyawarah desa (musdes) setempat, Senin (3/1) kemarin.

Seperti diutarakan oleh Wakil Ketua Badan Perwakilan Desa (BPD) setempat, Adi Purnomo. Dia menjabarkan, pihaknya baru tahu perihal penyertaan modal yang telah ditarik untuk simpan pinjam.

Sebab, mulai dari pembentukan pengurus hingga pelaporan hasil atau rugi usaha BUMDes pihaknya tak pernah dilibatkan.  “Simpan pinjam ini kami tahunya barusan. Karena ini, yang kita undang, sekretaris dan bendahara menjelaskan,” ujarnya.

Namun, disebutnya bahwa anggaran simpan pinjam ini, berdasarkan penyampaian pengurus, dipinjamkan kepada perangkat untuk menutupi pajak. Dan perangkat membayar melalui gaji.  “Sudah lunas katanya,” jelasnya.

Dia menjelaskan, pihaknya tak ada indikasi untuk mencari kesalahan orang lain. Namun, karena ini berkaitan dengan kekayaan desa, milik masyarakat, maka pihaknya akan memperjuangkan untuk mengembalikan milik rakyat. “Tujuan kami ingin menyelesaikan dalam desa sendiri,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Jebung Lor Daniel mengaku, pihaknya masih menunggu penyelesaian dari BUMDes. Yakni dengan memberikan waktu sekitar seminggu.  Sebab, informasinya aset ratusan tabung gas elpiji itu kini ada di rumah Ketua BUMDes, dan sebagiannya di salah satu toko.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/