alexametrics
24.7 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Ratusan Pejabat Pratama dan Administratif Bondowoso Dikukuhkan

Sesuaikan SOTK di Lingkungan Pemkab

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Memasuki awal tahun, peleburan dan pemisahan sejumlah organisasi perangkat daerah di Kabupaten Bondowoso secara resmi sudah dilakukan. Hal tersebut diketahui saat pengukuhan ratusan pejabat pratama dan administrasi di pendapa, kemarin (3/1).

Sejumlah OPD ada yang dilebur dengan OPD lain. Ada juga yang memisahkan diri dan menjadi OPD sendiri, menyesuaikan susunan organisasi dan tata kerja (SOTK) terbaru sesuai perubahan nomenklatur penyelenggaraan urusan pemerintahan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Ijen, OPD yang dilebur di antaranya Dinas Perlindungan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) digabung bersama Dinas Sosial (Dinsos). Sub Kebudayaan yang sebelumnya bergabung bersama Dinas Pendidikan (Dispendik), kini kembali bergabung bersama Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora), berganti nama menjadi Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora).

Mobile_AP_Rectangle 2

Selain itu, Sub Peternakan yang sebelumnya bergabung bersama Dinas Pertanian (Dispertan) kini memisahkan diri dan bergabung dengan Dinas Perikanan menjadi Dinas Peternakan dan Perikanan. Sub Perhubungan yang sebelumnya bergabung bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH), kini juga membentuk OPD sendiri menjadi Dinas Perhubungan (Dishub).

Bupati Bondowoso KH Salwa Arifin menyampaikan, penataan kelembagaan merupakan bagian dari proses reformasi birokrasi, sehingga diharapkan dapat tercipta perangkat daerah yang tepat. Baik dari ukuran, proses, maupun fungsinya. Serta sesuai dengan visi dan misi Kabupaten Bondowoso. “Ini bagian utama dalam mewujudkan tata kelola pemerintah yang baik,” katanya.

Menurut Salwa, penataan kelembagaan perangkat daerah yang tepat dapat menjadi solusi dalam proses penyelenggaraan pemerintahan. Oleh sebab itu, peran dan kapasitas perangkat daerah dalam peningkatan pelayanan publik harus berjalan dengan optimal.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Memasuki awal tahun, peleburan dan pemisahan sejumlah organisasi perangkat daerah di Kabupaten Bondowoso secara resmi sudah dilakukan. Hal tersebut diketahui saat pengukuhan ratusan pejabat pratama dan administrasi di pendapa, kemarin (3/1).

Sejumlah OPD ada yang dilebur dengan OPD lain. Ada juga yang memisahkan diri dan menjadi OPD sendiri, menyesuaikan susunan organisasi dan tata kerja (SOTK) terbaru sesuai perubahan nomenklatur penyelenggaraan urusan pemerintahan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Ijen, OPD yang dilebur di antaranya Dinas Perlindungan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) digabung bersama Dinas Sosial (Dinsos). Sub Kebudayaan yang sebelumnya bergabung bersama Dinas Pendidikan (Dispendik), kini kembali bergabung bersama Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora), berganti nama menjadi Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora).

Selain itu, Sub Peternakan yang sebelumnya bergabung bersama Dinas Pertanian (Dispertan) kini memisahkan diri dan bergabung dengan Dinas Perikanan menjadi Dinas Peternakan dan Perikanan. Sub Perhubungan yang sebelumnya bergabung bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH), kini juga membentuk OPD sendiri menjadi Dinas Perhubungan (Dishub).

Bupati Bondowoso KH Salwa Arifin menyampaikan, penataan kelembagaan merupakan bagian dari proses reformasi birokrasi, sehingga diharapkan dapat tercipta perangkat daerah yang tepat. Baik dari ukuran, proses, maupun fungsinya. Serta sesuai dengan visi dan misi Kabupaten Bondowoso. “Ini bagian utama dalam mewujudkan tata kelola pemerintah yang baik,” katanya.

Menurut Salwa, penataan kelembagaan perangkat daerah yang tepat dapat menjadi solusi dalam proses penyelenggaraan pemerintahan. Oleh sebab itu, peran dan kapasitas perangkat daerah dalam peningkatan pelayanan publik harus berjalan dengan optimal.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Memasuki awal tahun, peleburan dan pemisahan sejumlah organisasi perangkat daerah di Kabupaten Bondowoso secara resmi sudah dilakukan. Hal tersebut diketahui saat pengukuhan ratusan pejabat pratama dan administrasi di pendapa, kemarin (3/1).

Sejumlah OPD ada yang dilebur dengan OPD lain. Ada juga yang memisahkan diri dan menjadi OPD sendiri, menyesuaikan susunan organisasi dan tata kerja (SOTK) terbaru sesuai perubahan nomenklatur penyelenggaraan urusan pemerintahan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Ijen, OPD yang dilebur di antaranya Dinas Perlindungan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) digabung bersama Dinas Sosial (Dinsos). Sub Kebudayaan yang sebelumnya bergabung bersama Dinas Pendidikan (Dispendik), kini kembali bergabung bersama Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora), berganti nama menjadi Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora).

Selain itu, Sub Peternakan yang sebelumnya bergabung bersama Dinas Pertanian (Dispertan) kini memisahkan diri dan bergabung dengan Dinas Perikanan menjadi Dinas Peternakan dan Perikanan. Sub Perhubungan yang sebelumnya bergabung bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH), kini juga membentuk OPD sendiri menjadi Dinas Perhubungan (Dishub).

Bupati Bondowoso KH Salwa Arifin menyampaikan, penataan kelembagaan merupakan bagian dari proses reformasi birokrasi, sehingga diharapkan dapat tercipta perangkat daerah yang tepat. Baik dari ukuran, proses, maupun fungsinya. Serta sesuai dengan visi dan misi Kabupaten Bondowoso. “Ini bagian utama dalam mewujudkan tata kelola pemerintah yang baik,” katanya.

Menurut Salwa, penataan kelembagaan perangkat daerah yang tepat dapat menjadi solusi dalam proses penyelenggaraan pemerintahan. Oleh sebab itu, peran dan kapasitas perangkat daerah dalam peningkatan pelayanan publik harus berjalan dengan optimal.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/