alexametrics
30.6 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Ratusan Orang Terjangkit HIV/AIDS di Bondowoso Tahun 2020

Petakan Kelompok Ponci

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Kasus HIV/AIDS di Bondowoso terus jadi perhatian Dinas Kesehatan (Dinkes). Sosialisasi terkait penyakit menular tersebut juga intens dilakukan. Tahun 2020 saja, ada 136 orang dengan HIV/AIDS (ODHA).

Menurut Goek Fitri Purwandari, Kepala Seksi (Kasi) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2PM) Dinkes Bondowoso, pihaknya intensif melakukan sosialisasi turun gunung langsung ke masyarakat. “Seperti bulan Februari 2021, kami bahkan sosialisasi di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B sekaligus melakukan pemeriksaan,” ujarnya.

Dinkes pun sudah memetakan kelompok-kelompok yang rentan terjangkit HIV/AIDS. Mulai dari calon pengantin, ibu hamil, pekerja seks komersial (PSK), laki suka laki (LSL), pasangan campuran, maupun supir. “Beberapa kategori itu masuk penanggulangan ODHA dengan risiko tinggi dan kelompok populasi kunci (ponci, Red),” imbuhnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurutnya, mereka dapat dijaring maupun di-screening HIV/AIDS. Menurut Goek, belum semua masyarakat memahami penularan HIV/AIDS dari satu orang ke orang lain secara benar. Human immunodeficiency virus (HIV) adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia, yang kemudian menimbulkan AIDS.

HIV menyerang salah satu jenis dari sel-sel darah putih yang bertugas menangkal infeksi. Sel darah putih tersebut termasuk T-4 atau sel T-Helper atau disebut juga sel CD-4.  HIV tergolong dalam kelompok retrovirus, yaitu kelompok virus yang mempunyai kemampuan untuk menyalin cetak genetik di dalam materi genetik sel-sel yang ditumpanginya. Melalui proses ini, HIV dapat mematikan sel-sel CD-4.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Kasus HIV/AIDS di Bondowoso terus jadi perhatian Dinas Kesehatan (Dinkes). Sosialisasi terkait penyakit menular tersebut juga intens dilakukan. Tahun 2020 saja, ada 136 orang dengan HIV/AIDS (ODHA).

Menurut Goek Fitri Purwandari, Kepala Seksi (Kasi) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2PM) Dinkes Bondowoso, pihaknya intensif melakukan sosialisasi turun gunung langsung ke masyarakat. “Seperti bulan Februari 2021, kami bahkan sosialisasi di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B sekaligus melakukan pemeriksaan,” ujarnya.

Dinkes pun sudah memetakan kelompok-kelompok yang rentan terjangkit HIV/AIDS. Mulai dari calon pengantin, ibu hamil, pekerja seks komersial (PSK), laki suka laki (LSL), pasangan campuran, maupun supir. “Beberapa kategori itu masuk penanggulangan ODHA dengan risiko tinggi dan kelompok populasi kunci (ponci, Red),” imbuhnya.

Menurutnya, mereka dapat dijaring maupun di-screening HIV/AIDS. Menurut Goek, belum semua masyarakat memahami penularan HIV/AIDS dari satu orang ke orang lain secara benar. Human immunodeficiency virus (HIV) adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia, yang kemudian menimbulkan AIDS.

HIV menyerang salah satu jenis dari sel-sel darah putih yang bertugas menangkal infeksi. Sel darah putih tersebut termasuk T-4 atau sel T-Helper atau disebut juga sel CD-4.  HIV tergolong dalam kelompok retrovirus, yaitu kelompok virus yang mempunyai kemampuan untuk menyalin cetak genetik di dalam materi genetik sel-sel yang ditumpanginya. Melalui proses ini, HIV dapat mematikan sel-sel CD-4.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Kasus HIV/AIDS di Bondowoso terus jadi perhatian Dinas Kesehatan (Dinkes). Sosialisasi terkait penyakit menular tersebut juga intens dilakukan. Tahun 2020 saja, ada 136 orang dengan HIV/AIDS (ODHA).

Menurut Goek Fitri Purwandari, Kepala Seksi (Kasi) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2PM) Dinkes Bondowoso, pihaknya intensif melakukan sosialisasi turun gunung langsung ke masyarakat. “Seperti bulan Februari 2021, kami bahkan sosialisasi di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B sekaligus melakukan pemeriksaan,” ujarnya.

Dinkes pun sudah memetakan kelompok-kelompok yang rentan terjangkit HIV/AIDS. Mulai dari calon pengantin, ibu hamil, pekerja seks komersial (PSK), laki suka laki (LSL), pasangan campuran, maupun supir. “Beberapa kategori itu masuk penanggulangan ODHA dengan risiko tinggi dan kelompok populasi kunci (ponci, Red),” imbuhnya.

Menurutnya, mereka dapat dijaring maupun di-screening HIV/AIDS. Menurut Goek, belum semua masyarakat memahami penularan HIV/AIDS dari satu orang ke orang lain secara benar. Human immunodeficiency virus (HIV) adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia, yang kemudian menimbulkan AIDS.

HIV menyerang salah satu jenis dari sel-sel darah putih yang bertugas menangkal infeksi. Sel darah putih tersebut termasuk T-4 atau sel T-Helper atau disebut juga sel CD-4.  HIV tergolong dalam kelompok retrovirus, yaitu kelompok virus yang mempunyai kemampuan untuk menyalin cetak genetik di dalam materi genetik sel-sel yang ditumpanginya. Melalui proses ini, HIV dapat mematikan sel-sel CD-4.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/