alexametrics
26.8 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Baliho Ilegal Masih Marak di Bondowoso, Petugas Lakukan Penertiban

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pemasangan baliho sudah diatur dalam peraturan daerah (perda) di kabupaten/kota masing-masing. Tapi, pada pelaksanaannya di Kabupaten Bondowoso masih banyak baliho yang kedapatan melanggar aturan. Seperti tidak memiliki izin, penempatan yang salah, hingga cara memasangnya dipaku pada pohon.

Hal tersebut membuat satuan polisi pamong praja (satpol PP) setempat melakukan penertiban terus-menerus. Berbagai jenis baliho yang diamankan tersebut terdiri atas berbagai jenis, mulai dari iklan hingga sosialisasi protokol kesehatan dan sejumlah baliho lainnya. Baliho-baliho tersebut diletakkan di tiang. Ada juga yang dipaku pada pohon.

Kepala Satpol PP Kabupaten Bondowoso Slamet Yantoko mengatakan, penertiban baliho tersebut berlangsung secara bertahap. “Penertiban spanduk dan baliho tidak berizin itu di seputaran wilayah kota Bondowoso. Selain itu, juga melanggar ketentuan lokasi pemasangan,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Ijen, Kamis (2/12) sore.

Mobile_AP_Rectangle 2

Slamet menjelaskan, spanduk dan baliho tersebut banyak yang terpasang sembarangan. Ada juga yang memasang di pohon menggunakan paku. Dirinya menyebut, baliho tersebut beragam. “Umumnya berisi iklan produk yang tidak luput dari penertiban,” katanya.

Mengetahui hal itu, pihaknya kemudian melakukan langkah tegas. Dengan menertibkan baliho yang dinilai melanggar itu. Mereka mencopot sejumlah baliho yang terpasang di pinggir jalan. “Spanduk-spanduk ini kemudian dibawa ke kantor satpol PP untuk diamankan,” paparnya.

Sementara, jika tidak ada izin pemasangan, kata dia, maka akan ditertibkan sesuai aturan yang berlaku. Kalau ada izin dari pemerintah daerah, spanduknya dicap dan ditandatangani pejabat yang berwenang. “Kalau tidak ada, berarti liar. Dan jika penempatannya tidak sesuai, ada izin ataupun tidak tetap melanggar. Harus tetap ditertibkan,” tegasnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pemasangan baliho sudah diatur dalam peraturan daerah (perda) di kabupaten/kota masing-masing. Tapi, pada pelaksanaannya di Kabupaten Bondowoso masih banyak baliho yang kedapatan melanggar aturan. Seperti tidak memiliki izin, penempatan yang salah, hingga cara memasangnya dipaku pada pohon.

Hal tersebut membuat satuan polisi pamong praja (satpol PP) setempat melakukan penertiban terus-menerus. Berbagai jenis baliho yang diamankan tersebut terdiri atas berbagai jenis, mulai dari iklan hingga sosialisasi protokol kesehatan dan sejumlah baliho lainnya. Baliho-baliho tersebut diletakkan di tiang. Ada juga yang dipaku pada pohon.

Kepala Satpol PP Kabupaten Bondowoso Slamet Yantoko mengatakan, penertiban baliho tersebut berlangsung secara bertahap. “Penertiban spanduk dan baliho tidak berizin itu di seputaran wilayah kota Bondowoso. Selain itu, juga melanggar ketentuan lokasi pemasangan,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Ijen, Kamis (2/12) sore.

Slamet menjelaskan, spanduk dan baliho tersebut banyak yang terpasang sembarangan. Ada juga yang memasang di pohon menggunakan paku. Dirinya menyebut, baliho tersebut beragam. “Umumnya berisi iklan produk yang tidak luput dari penertiban,” katanya.

Mengetahui hal itu, pihaknya kemudian melakukan langkah tegas. Dengan menertibkan baliho yang dinilai melanggar itu. Mereka mencopot sejumlah baliho yang terpasang di pinggir jalan. “Spanduk-spanduk ini kemudian dibawa ke kantor satpol PP untuk diamankan,” paparnya.

Sementara, jika tidak ada izin pemasangan, kata dia, maka akan ditertibkan sesuai aturan yang berlaku. Kalau ada izin dari pemerintah daerah, spanduknya dicap dan ditandatangani pejabat yang berwenang. “Kalau tidak ada, berarti liar. Dan jika penempatannya tidak sesuai, ada izin ataupun tidak tetap melanggar. Harus tetap ditertibkan,” tegasnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pemasangan baliho sudah diatur dalam peraturan daerah (perda) di kabupaten/kota masing-masing. Tapi, pada pelaksanaannya di Kabupaten Bondowoso masih banyak baliho yang kedapatan melanggar aturan. Seperti tidak memiliki izin, penempatan yang salah, hingga cara memasangnya dipaku pada pohon.

Hal tersebut membuat satuan polisi pamong praja (satpol PP) setempat melakukan penertiban terus-menerus. Berbagai jenis baliho yang diamankan tersebut terdiri atas berbagai jenis, mulai dari iklan hingga sosialisasi protokol kesehatan dan sejumlah baliho lainnya. Baliho-baliho tersebut diletakkan di tiang. Ada juga yang dipaku pada pohon.

Kepala Satpol PP Kabupaten Bondowoso Slamet Yantoko mengatakan, penertiban baliho tersebut berlangsung secara bertahap. “Penertiban spanduk dan baliho tidak berizin itu di seputaran wilayah kota Bondowoso. Selain itu, juga melanggar ketentuan lokasi pemasangan,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Ijen, Kamis (2/12) sore.

Slamet menjelaskan, spanduk dan baliho tersebut banyak yang terpasang sembarangan. Ada juga yang memasang di pohon menggunakan paku. Dirinya menyebut, baliho tersebut beragam. “Umumnya berisi iklan produk yang tidak luput dari penertiban,” katanya.

Mengetahui hal itu, pihaknya kemudian melakukan langkah tegas. Dengan menertibkan baliho yang dinilai melanggar itu. Mereka mencopot sejumlah baliho yang terpasang di pinggir jalan. “Spanduk-spanduk ini kemudian dibawa ke kantor satpol PP untuk diamankan,” paparnya.

Sementara, jika tidak ada izin pemasangan, kata dia, maka akan ditertibkan sesuai aturan yang berlaku. Kalau ada izin dari pemerintah daerah, spanduknya dicap dan ditandatangani pejabat yang berwenang. “Kalau tidak ada, berarti liar. Dan jika penempatannya tidak sesuai, ada izin ataupun tidak tetap melanggar. Harus tetap ditertibkan,” tegasnya.

Previous articleFraksi PDIP Ikut Hak Angket
Next articleMa’had Aly

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/