alexametrics
32.2 C
Jember
Monday, 16 May 2022

Torehkan Prestasi meski Tanpa Atensi

Penyambutan Para Atlet Dinilai Kurang Maksimal

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Sejumlah atlet berprestasi dari berbagai cabang olahraga melakukan silaturahmi bersama Bupati Bondowoso KH Salwa Arifin, kemarin (02/11). Sebelumnya, mereka telah diarak mengelilingi wilayah kota sembari menyapa warga Bondowoso. Ternyata, momen penyambutan atlet ini dirasa kurang maksimal.

Kiai Salwa mengakui, penyambutan terhadap para atlet yang sudah mendapatkan juara dirasa masih kurang maksimal. Menurut dia, para atlet yang berprestasi juga ikut berperan dalam memberikan kontribusi pembangunan di Bondowoso. “Kami pemerintah tidak maksimal, walaupun sudah merasa bangga dan bersyukur untuk memberikan,” imbuhnya kepada Jawa Pos Radar Ijen.

Hal tersebut, menurut dia, karena kurangnya persiapan. Baik dari Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) atau Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bondowoso. “Mestinya tidak seperti ini, penghormatan kami kepada adek-adek sekalian. Kami akui kelemahan kami Disparpora maupun KONI tidak maksimal. Tidak sesuai dengan prestasi yang dicapai,” imbuhnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Bagi Bupati Salwa, para atlet asal Bondowoso hebat, karena sudah memiliki nama baik di tingkat nasional. Pihaknya kemudian berharap para atlet yang lain juga mampu menorehkan prestasi-prestasi lain. Baik tingkat nasional maupun provinsi. “Harus ditunjukkan kepada masyarakat Indonesia, bahwa Bondowoso masyarakatnya memiliki potensi yang bisa bersaing di tingkat nasional maupun regional,” tuturnya.

Di sisi lain, Seftin Widia Wulandari, 18, kapten tim hadang putri Bondowoso, mengatakan bahwa pihaknya memang berhasil membawa medali emas untuk Kabupaten Bondowoso, beberapa waktu lalu, ketika mengikuti Pekan Olahraga Tradisional (Portrad) Tingkat Provinsi di Pacitan. Tapi, di balik itu semua ia merasa memang perhatian kepada pihaknya dinilai masih kurang.

Terbukti, sebelum timnya berangkat ke Pacitan, sempat ingin bertemu dengan Bupati Bondowoso. Namun, karena alasan sedang ada agenda lain, tim olahraga tradisional ini hanya ditemui oleh staf pemerintahan. Walaupun demikian, dia mengaku tetap berusaha berlatih secara maksimal. Baik fisik, mental, teknik bermain, maupun yang lainnya.

Latihan para atlet hadang pun terpaksa harus berpindah-pindah karena tidak memiliki tempat latihan tetap. Kadang di Alun-Alun Bondowoso dan di lapangan futsal.

Atas usaha tersebut, pihaknya kemudian membalas dengan prestasi yang berhasil mereka torehkan, berupa medali emas. Kemudian, mereka baru bisa bertemu bupati, Senin (1/10). “Meskipun sebenarnya di gobak sodor (hadang, Red) tidak terlalu mendapatkan perhatian. Lebih banyak yang tidak mendukung sebetulnya,” katanya saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Ijen di pendapa bupati.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Sejumlah atlet berprestasi dari berbagai cabang olahraga melakukan silaturahmi bersama Bupati Bondowoso KH Salwa Arifin, kemarin (02/11). Sebelumnya, mereka telah diarak mengelilingi wilayah kota sembari menyapa warga Bondowoso. Ternyata, momen penyambutan atlet ini dirasa kurang maksimal.

Kiai Salwa mengakui, penyambutan terhadap para atlet yang sudah mendapatkan juara dirasa masih kurang maksimal. Menurut dia, para atlet yang berprestasi juga ikut berperan dalam memberikan kontribusi pembangunan di Bondowoso. “Kami pemerintah tidak maksimal, walaupun sudah merasa bangga dan bersyukur untuk memberikan,” imbuhnya kepada Jawa Pos Radar Ijen.

Hal tersebut, menurut dia, karena kurangnya persiapan. Baik dari Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) atau Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bondowoso. “Mestinya tidak seperti ini, penghormatan kami kepada adek-adek sekalian. Kami akui kelemahan kami Disparpora maupun KONI tidak maksimal. Tidak sesuai dengan prestasi yang dicapai,” imbuhnya.

Bagi Bupati Salwa, para atlet asal Bondowoso hebat, karena sudah memiliki nama baik di tingkat nasional. Pihaknya kemudian berharap para atlet yang lain juga mampu menorehkan prestasi-prestasi lain. Baik tingkat nasional maupun provinsi. “Harus ditunjukkan kepada masyarakat Indonesia, bahwa Bondowoso masyarakatnya memiliki potensi yang bisa bersaing di tingkat nasional maupun regional,” tuturnya.

Di sisi lain, Seftin Widia Wulandari, 18, kapten tim hadang putri Bondowoso, mengatakan bahwa pihaknya memang berhasil membawa medali emas untuk Kabupaten Bondowoso, beberapa waktu lalu, ketika mengikuti Pekan Olahraga Tradisional (Portrad) Tingkat Provinsi di Pacitan. Tapi, di balik itu semua ia merasa memang perhatian kepada pihaknya dinilai masih kurang.

Terbukti, sebelum timnya berangkat ke Pacitan, sempat ingin bertemu dengan Bupati Bondowoso. Namun, karena alasan sedang ada agenda lain, tim olahraga tradisional ini hanya ditemui oleh staf pemerintahan. Walaupun demikian, dia mengaku tetap berusaha berlatih secara maksimal. Baik fisik, mental, teknik bermain, maupun yang lainnya.

Latihan para atlet hadang pun terpaksa harus berpindah-pindah karena tidak memiliki tempat latihan tetap. Kadang di Alun-Alun Bondowoso dan di lapangan futsal.

Atas usaha tersebut, pihaknya kemudian membalas dengan prestasi yang berhasil mereka torehkan, berupa medali emas. Kemudian, mereka baru bisa bertemu bupati, Senin (1/10). “Meskipun sebenarnya di gobak sodor (hadang, Red) tidak terlalu mendapatkan perhatian. Lebih banyak yang tidak mendukung sebetulnya,” katanya saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Ijen di pendapa bupati.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Sejumlah atlet berprestasi dari berbagai cabang olahraga melakukan silaturahmi bersama Bupati Bondowoso KH Salwa Arifin, kemarin (02/11). Sebelumnya, mereka telah diarak mengelilingi wilayah kota sembari menyapa warga Bondowoso. Ternyata, momen penyambutan atlet ini dirasa kurang maksimal.

Kiai Salwa mengakui, penyambutan terhadap para atlet yang sudah mendapatkan juara dirasa masih kurang maksimal. Menurut dia, para atlet yang berprestasi juga ikut berperan dalam memberikan kontribusi pembangunan di Bondowoso. “Kami pemerintah tidak maksimal, walaupun sudah merasa bangga dan bersyukur untuk memberikan,” imbuhnya kepada Jawa Pos Radar Ijen.

Hal tersebut, menurut dia, karena kurangnya persiapan. Baik dari Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) atau Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bondowoso. “Mestinya tidak seperti ini, penghormatan kami kepada adek-adek sekalian. Kami akui kelemahan kami Disparpora maupun KONI tidak maksimal. Tidak sesuai dengan prestasi yang dicapai,” imbuhnya.

Bagi Bupati Salwa, para atlet asal Bondowoso hebat, karena sudah memiliki nama baik di tingkat nasional. Pihaknya kemudian berharap para atlet yang lain juga mampu menorehkan prestasi-prestasi lain. Baik tingkat nasional maupun provinsi. “Harus ditunjukkan kepada masyarakat Indonesia, bahwa Bondowoso masyarakatnya memiliki potensi yang bisa bersaing di tingkat nasional maupun regional,” tuturnya.

Di sisi lain, Seftin Widia Wulandari, 18, kapten tim hadang putri Bondowoso, mengatakan bahwa pihaknya memang berhasil membawa medali emas untuk Kabupaten Bondowoso, beberapa waktu lalu, ketika mengikuti Pekan Olahraga Tradisional (Portrad) Tingkat Provinsi di Pacitan. Tapi, di balik itu semua ia merasa memang perhatian kepada pihaknya dinilai masih kurang.

Terbukti, sebelum timnya berangkat ke Pacitan, sempat ingin bertemu dengan Bupati Bondowoso. Namun, karena alasan sedang ada agenda lain, tim olahraga tradisional ini hanya ditemui oleh staf pemerintahan. Walaupun demikian, dia mengaku tetap berusaha berlatih secara maksimal. Baik fisik, mental, teknik bermain, maupun yang lainnya.

Latihan para atlet hadang pun terpaksa harus berpindah-pindah karena tidak memiliki tempat latihan tetap. Kadang di Alun-Alun Bondowoso dan di lapangan futsal.

Atas usaha tersebut, pihaknya kemudian membalas dengan prestasi yang berhasil mereka torehkan, berupa medali emas. Kemudian, mereka baru bisa bertemu bupati, Senin (1/10). “Meskipun sebenarnya di gobak sodor (hadang, Red) tidak terlalu mendapatkan perhatian. Lebih banyak yang tidak mendukung sebetulnya,” katanya saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Ijen di pendapa bupati.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/