alexametrics
23 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Sepekan Kebobolan Dua Kali

Dua Ekor Sapi Ditemukan di Rumah Tetangga Korban

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Aparat kepolisian sudah waktunya menyingsingkan lengan baju di kawasan utara. Sebab, belakangan ini, aksi pencurian sapi makin marak. Bahkan, dalam satu dusun di Desa Ranulogong, terjadi kebobolan sapi sampai dua kali dalam sepekan. Mulai rawan ini, Ndan!

Korban kemalingan terakhir adalah Holik. Warga Dusun Tong Maling, Desa Ranulogong, ini kehilangan sapinya pada tengah malam, akhir pekan kemarin. Dia mengaku sudah dua kali mengecek sapinya di dalam kandang. Saat itu aman-aman saja.

Sekitar pukul 02.00, terdengar suara yang mencurigakan dari kandangnya. Karena kondisinya kelelahan, maka dia memilih membiarkan suara gaduh yang mencurigakan tersebut.

Mobile_AP_Rectangle 2

Namun, pada pukul 04.00, ketika hendak salat Subuh, dia mendapati dua ekor sapi yang ada di dalam kandang hilang. “Korban yang cukup panik langsung pergi ke gardu poskamling dan membunyikan kentongan,” ucap Kapolsek Randuagung Iptu Setiabudi.

Tak butuh waktu lama, warga sekitar langsung berkumpul. Mereka menelusuri ke mana sapi milik Holik dibawa lari. Betapa terkejutnya warga ketika melihat jejak sapi mengarah pada rumah tetangga korban berinisial H.

Warga yang geram, karena beberapa hari terakhir rentan kemalingan sapi, hampir membakar rumah terduga maling sapi itu. Kapolsek menjelaskan, sapi merah milik korban secara mengejutkan ditemukan di sebuah tempat yang tidak jauh dari lokasi kehilangan. Warga yang berkumpul langsung naik pitam dan hendak membakar rumah tersebut.

Kapolsek Randuagung Iptu Setiabudi membenarkan kondisi warga yang memanas ketika sapi ditemukan. “Sebenarnya, warga mau membakar rumah terduga, saat itu,” ucapnya. Rumah terduga berinisial H warga Desa Ranulogong, Kecamatan Randuagung, itu nyaris jadi amukan warga.

Dia menguraikan, warga cepat terpancing emosinya. Sebab, dalam waktu tidak sampai sepekan, kasus kehilangan ternak sapi sudah dua kali terjadi. Terakhir dialami korban bernama Holik, 30, warga Desa Ranulogong, Kecamatan Randuagung.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Aparat kepolisian sudah waktunya menyingsingkan lengan baju di kawasan utara. Sebab, belakangan ini, aksi pencurian sapi makin marak. Bahkan, dalam satu dusun di Desa Ranulogong, terjadi kebobolan sapi sampai dua kali dalam sepekan. Mulai rawan ini, Ndan!

Korban kemalingan terakhir adalah Holik. Warga Dusun Tong Maling, Desa Ranulogong, ini kehilangan sapinya pada tengah malam, akhir pekan kemarin. Dia mengaku sudah dua kali mengecek sapinya di dalam kandang. Saat itu aman-aman saja.

Sekitar pukul 02.00, terdengar suara yang mencurigakan dari kandangnya. Karena kondisinya kelelahan, maka dia memilih membiarkan suara gaduh yang mencurigakan tersebut.

Namun, pada pukul 04.00, ketika hendak salat Subuh, dia mendapati dua ekor sapi yang ada di dalam kandang hilang. “Korban yang cukup panik langsung pergi ke gardu poskamling dan membunyikan kentongan,” ucap Kapolsek Randuagung Iptu Setiabudi.

Tak butuh waktu lama, warga sekitar langsung berkumpul. Mereka menelusuri ke mana sapi milik Holik dibawa lari. Betapa terkejutnya warga ketika melihat jejak sapi mengarah pada rumah tetangga korban berinisial H.

Warga yang geram, karena beberapa hari terakhir rentan kemalingan sapi, hampir membakar rumah terduga maling sapi itu. Kapolsek menjelaskan, sapi merah milik korban secara mengejutkan ditemukan di sebuah tempat yang tidak jauh dari lokasi kehilangan. Warga yang berkumpul langsung naik pitam dan hendak membakar rumah tersebut.

Kapolsek Randuagung Iptu Setiabudi membenarkan kondisi warga yang memanas ketika sapi ditemukan. “Sebenarnya, warga mau membakar rumah terduga, saat itu,” ucapnya. Rumah terduga berinisial H warga Desa Ranulogong, Kecamatan Randuagung, itu nyaris jadi amukan warga.

Dia menguraikan, warga cepat terpancing emosinya. Sebab, dalam waktu tidak sampai sepekan, kasus kehilangan ternak sapi sudah dua kali terjadi. Terakhir dialami korban bernama Holik, 30, warga Desa Ranulogong, Kecamatan Randuagung.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Aparat kepolisian sudah waktunya menyingsingkan lengan baju di kawasan utara. Sebab, belakangan ini, aksi pencurian sapi makin marak. Bahkan, dalam satu dusun di Desa Ranulogong, terjadi kebobolan sapi sampai dua kali dalam sepekan. Mulai rawan ini, Ndan!

Korban kemalingan terakhir adalah Holik. Warga Dusun Tong Maling, Desa Ranulogong, ini kehilangan sapinya pada tengah malam, akhir pekan kemarin. Dia mengaku sudah dua kali mengecek sapinya di dalam kandang. Saat itu aman-aman saja.

Sekitar pukul 02.00, terdengar suara yang mencurigakan dari kandangnya. Karena kondisinya kelelahan, maka dia memilih membiarkan suara gaduh yang mencurigakan tersebut.

Namun, pada pukul 04.00, ketika hendak salat Subuh, dia mendapati dua ekor sapi yang ada di dalam kandang hilang. “Korban yang cukup panik langsung pergi ke gardu poskamling dan membunyikan kentongan,” ucap Kapolsek Randuagung Iptu Setiabudi.

Tak butuh waktu lama, warga sekitar langsung berkumpul. Mereka menelusuri ke mana sapi milik Holik dibawa lari. Betapa terkejutnya warga ketika melihat jejak sapi mengarah pada rumah tetangga korban berinisial H.

Warga yang geram, karena beberapa hari terakhir rentan kemalingan sapi, hampir membakar rumah terduga maling sapi itu. Kapolsek menjelaskan, sapi merah milik korban secara mengejutkan ditemukan di sebuah tempat yang tidak jauh dari lokasi kehilangan. Warga yang berkumpul langsung naik pitam dan hendak membakar rumah tersebut.

Kapolsek Randuagung Iptu Setiabudi membenarkan kondisi warga yang memanas ketika sapi ditemukan. “Sebenarnya, warga mau membakar rumah terduga, saat itu,” ucapnya. Rumah terduga berinisial H warga Desa Ranulogong, Kecamatan Randuagung, itu nyaris jadi amukan warga.

Dia menguraikan, warga cepat terpancing emosinya. Sebab, dalam waktu tidak sampai sepekan, kasus kehilangan ternak sapi sudah dua kali terjadi. Terakhir dialami korban bernama Holik, 30, warga Desa Ranulogong, Kecamatan Randuagung.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/