30.2 C
Jember
Friday, 2 December 2022

Mulai Kenalkan Ijen Geopark kepada Masyarakat Luas

Mobile_AP_Rectangle 1

DABASAH, Radar Ijen – Pengajuan Ijen Geopark menuju UNESCO Global Geopark (UGG) telah dinyatakan lulus atau memenuhi syarat dalam sidang Council di Thailand, beberapa waktu lalu. Akhirnya, Pemkab Bondowoso mulai bergerak memberikan sosialisasi kepada masyarakat di Kota Tape.

BACA JUGA: Komentator ”Jebret” Radot Valentino Mundur dari Liga 1

Salah satu upaya yang dilakukan untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat adalah Ijen Geopark Week, bersamaan dengan acara Car Free Day (CFD) di Alun-Alun RBA Ki Ronggo, kemarin (2/10). Berbagai produk tradisional dan batik lokal turut dipasarkan. Hal itu membuat para pengunjung tertarik untuk ikut menyaksikan. Terlebih, ada beberapa penampilan kesenian daerah, yaitu tarian, yang turut ditampilkan di jalan raya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Bondowoso Mulyadi menuturkan, tujuan kegiatan itu adalah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat. Bahwa langkah menuju Ijen UNESCO Global Geopark semakin dekat. Setelah pada sidang council dinyatakan lulus. Oleh sebab itu, masyarakat diharapkan bersama-sama mendukung keberadaannya. “Kami melakukan sosialisasi kepada masyarakat dalam berbagai bentuk,” katanya.

Pemilihan waktu CFD untuk memberikan edukasi dan sosialisasi Ijen Geopark, lanjut Mulyadi, karena pada momentum tersebut banyak masyarakat yang berkumpul. Baik untuk berolahraga maupun hanya untuk mencari kuliner dan barang-barang yang dijual oleh pedagang.

- Advertisement -

DABASAH, Radar Ijen – Pengajuan Ijen Geopark menuju UNESCO Global Geopark (UGG) telah dinyatakan lulus atau memenuhi syarat dalam sidang Council di Thailand, beberapa waktu lalu. Akhirnya, Pemkab Bondowoso mulai bergerak memberikan sosialisasi kepada masyarakat di Kota Tape.

BACA JUGA: Komentator ”Jebret” Radot Valentino Mundur dari Liga 1

Salah satu upaya yang dilakukan untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat adalah Ijen Geopark Week, bersamaan dengan acara Car Free Day (CFD) di Alun-Alun RBA Ki Ronggo, kemarin (2/10). Berbagai produk tradisional dan batik lokal turut dipasarkan. Hal itu membuat para pengunjung tertarik untuk ikut menyaksikan. Terlebih, ada beberapa penampilan kesenian daerah, yaitu tarian, yang turut ditampilkan di jalan raya.

Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Bondowoso Mulyadi menuturkan, tujuan kegiatan itu adalah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat. Bahwa langkah menuju Ijen UNESCO Global Geopark semakin dekat. Setelah pada sidang council dinyatakan lulus. Oleh sebab itu, masyarakat diharapkan bersama-sama mendukung keberadaannya. “Kami melakukan sosialisasi kepada masyarakat dalam berbagai bentuk,” katanya.

Pemilihan waktu CFD untuk memberikan edukasi dan sosialisasi Ijen Geopark, lanjut Mulyadi, karena pada momentum tersebut banyak masyarakat yang berkumpul. Baik untuk berolahraga maupun hanya untuk mencari kuliner dan barang-barang yang dijual oleh pedagang.

DABASAH, Radar Ijen – Pengajuan Ijen Geopark menuju UNESCO Global Geopark (UGG) telah dinyatakan lulus atau memenuhi syarat dalam sidang Council di Thailand, beberapa waktu lalu. Akhirnya, Pemkab Bondowoso mulai bergerak memberikan sosialisasi kepada masyarakat di Kota Tape.

BACA JUGA: Komentator ”Jebret” Radot Valentino Mundur dari Liga 1

Salah satu upaya yang dilakukan untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat adalah Ijen Geopark Week, bersamaan dengan acara Car Free Day (CFD) di Alun-Alun RBA Ki Ronggo, kemarin (2/10). Berbagai produk tradisional dan batik lokal turut dipasarkan. Hal itu membuat para pengunjung tertarik untuk ikut menyaksikan. Terlebih, ada beberapa penampilan kesenian daerah, yaitu tarian, yang turut ditampilkan di jalan raya.

Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Bondowoso Mulyadi menuturkan, tujuan kegiatan itu adalah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat. Bahwa langkah menuju Ijen UNESCO Global Geopark semakin dekat. Setelah pada sidang council dinyatakan lulus. Oleh sebab itu, masyarakat diharapkan bersama-sama mendukung keberadaannya. “Kami melakukan sosialisasi kepada masyarakat dalam berbagai bentuk,” katanya.

Pemilihan waktu CFD untuk memberikan edukasi dan sosialisasi Ijen Geopark, lanjut Mulyadi, karena pada momentum tersebut banyak masyarakat yang berkumpul. Baik untuk berolahraga maupun hanya untuk mencari kuliner dan barang-barang yang dijual oleh pedagang.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/