alexametrics
24.4 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Pemerintah Daerah Bondowoso Jamin Pendidikan Qurratu Aini sampai Kuliah

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Jagad sosial media Bondowoso sempat viral tentang anak berusia 5 tahun bernama Qurratu Aini. Kondisi bocah yatim piatu itu kini mendapat banyak respons, termasuk dari pemerintah daerah. Dia mendapatkan bantuan pendidikan sampai lulus kuliah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Ijen, ayah Qurratu Aini sudah meninggal sejak dia berumur dua tahun. Beberapa tahun kemudian, ibunya juga meninggal, tepatnya pada 2019 silam. Saat ini, anak yatim piatu itu tinggal bersama neneknya yang hanya bekerja sebagai buruh tani di desanya.

Setelah mendengar informasi tersebut, Irwan Bachtiar Rahmat dibantu Kepala Dinas Sosial (Dinsos), Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud), Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil), serta Camat Tenggarang kemudian memberikan sejumlah bantuan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Bantuan tersebut terdiri atas kebutuhan pokok sehari-hari, hingga jaminan pendidikan sampai perguruan tinggi. Hal itu diberikan langsung di Balai Desa Kajar, Kecamatan Bondowoso. “Pendidikannya dari PAUD sampai dengan perguruan tinggi dijamin oleh pemerintah daerah,” ungkap Wabup Irwan Bachtiar Rahmat.

Wabup meminta kepada Pemerintah Desa Kajar untuk terus mengawal proses pendidikan yang sudah diberikan jaminan. “Awasi progresnya ini. Siapa pun pemimpin Bondowoso ke depannya, pendidikan adik Qurrotu Aini ini sudah terjamin,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Cabang Dikbud Bondowoso Sugiyono Eksantoso menjelaskan, sebagai bentuk pengawalan atas jaminan pendidikan anak yatim piatu tersebut, telah disiapkan dokumen yang bermeterai. Sebab, jaminan tersebut akan cukup lama untuk digunakan. “Makanya, dengan dokumen yang bermeterai itu, siapa pun kepala sekolah dan pemimpin di Bondowoso, benar-benar dijalankan,” katanya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Jagad sosial media Bondowoso sempat viral tentang anak berusia 5 tahun bernama Qurratu Aini. Kondisi bocah yatim piatu itu kini mendapat banyak respons, termasuk dari pemerintah daerah. Dia mendapatkan bantuan pendidikan sampai lulus kuliah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Ijen, ayah Qurratu Aini sudah meninggal sejak dia berumur dua tahun. Beberapa tahun kemudian, ibunya juga meninggal, tepatnya pada 2019 silam. Saat ini, anak yatim piatu itu tinggal bersama neneknya yang hanya bekerja sebagai buruh tani di desanya.

Setelah mendengar informasi tersebut, Irwan Bachtiar Rahmat dibantu Kepala Dinas Sosial (Dinsos), Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud), Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil), serta Camat Tenggarang kemudian memberikan sejumlah bantuan.

Bantuan tersebut terdiri atas kebutuhan pokok sehari-hari, hingga jaminan pendidikan sampai perguruan tinggi. Hal itu diberikan langsung di Balai Desa Kajar, Kecamatan Bondowoso. “Pendidikannya dari PAUD sampai dengan perguruan tinggi dijamin oleh pemerintah daerah,” ungkap Wabup Irwan Bachtiar Rahmat.

Wabup meminta kepada Pemerintah Desa Kajar untuk terus mengawal proses pendidikan yang sudah diberikan jaminan. “Awasi progresnya ini. Siapa pun pemimpin Bondowoso ke depannya, pendidikan adik Qurrotu Aini ini sudah terjamin,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Cabang Dikbud Bondowoso Sugiyono Eksantoso menjelaskan, sebagai bentuk pengawalan atas jaminan pendidikan anak yatim piatu tersebut, telah disiapkan dokumen yang bermeterai. Sebab, jaminan tersebut akan cukup lama untuk digunakan. “Makanya, dengan dokumen yang bermeterai itu, siapa pun kepala sekolah dan pemimpin di Bondowoso, benar-benar dijalankan,” katanya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Jagad sosial media Bondowoso sempat viral tentang anak berusia 5 tahun bernama Qurratu Aini. Kondisi bocah yatim piatu itu kini mendapat banyak respons, termasuk dari pemerintah daerah. Dia mendapatkan bantuan pendidikan sampai lulus kuliah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Ijen, ayah Qurratu Aini sudah meninggal sejak dia berumur dua tahun. Beberapa tahun kemudian, ibunya juga meninggal, tepatnya pada 2019 silam. Saat ini, anak yatim piatu itu tinggal bersama neneknya yang hanya bekerja sebagai buruh tani di desanya.

Setelah mendengar informasi tersebut, Irwan Bachtiar Rahmat dibantu Kepala Dinas Sosial (Dinsos), Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud), Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil), serta Camat Tenggarang kemudian memberikan sejumlah bantuan.

Bantuan tersebut terdiri atas kebutuhan pokok sehari-hari, hingga jaminan pendidikan sampai perguruan tinggi. Hal itu diberikan langsung di Balai Desa Kajar, Kecamatan Bondowoso. “Pendidikannya dari PAUD sampai dengan perguruan tinggi dijamin oleh pemerintah daerah,” ungkap Wabup Irwan Bachtiar Rahmat.

Wabup meminta kepada Pemerintah Desa Kajar untuk terus mengawal proses pendidikan yang sudah diberikan jaminan. “Awasi progresnya ini. Siapa pun pemimpin Bondowoso ke depannya, pendidikan adik Qurrotu Aini ini sudah terjamin,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Cabang Dikbud Bondowoso Sugiyono Eksantoso menjelaskan, sebagai bentuk pengawalan atas jaminan pendidikan anak yatim piatu tersebut, telah disiapkan dokumen yang bermeterai. Sebab, jaminan tersebut akan cukup lama untuk digunakan. “Makanya, dengan dokumen yang bermeterai itu, siapa pun kepala sekolah dan pemimpin di Bondowoso, benar-benar dijalankan,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/