alexametrics
24.1 C
Jember
Thursday, 19 May 2022

Banyak Pasien Menolak, Isoter Bondowoso Hanya Ditempati Dua Orang

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Tempat isolasi terpusat (isoter) Kabupaten Bondowoso yang ditempatkan di eks RS Klinik Paru mulai ditempati sejak Jumat (27/8) lalu. Ironisnya, sampai kemarin hanya dua orang pasien gejala ringan yang menempati tempat itu.

“Kemarin (Selasa, 31 Agustus 2021, Red) informasi dari laporan itu ada dua yang kami rawat,” kata Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Bondowoso dr Mohammad Imron setelah mengikuti acara pencanangan vaksin untuk ibu hamil.

Dijelaskan, selain ditempatkan di fasilitas isoter kabupaten, sejumlah pasien Covid-19 yang sebelumnya menjalani isoman juga ditempatkan di beberapa tempat isoter milik TNI-Polri. “Mungkin di asrama, bagi anggota yang memang tidak bisa dibawa ke sana. Artinya, daripada kumpul keluarga, daripada isoman, kan lebih baik isoter di sana,” ungkap pria yang juga menjabat Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bondowoso ini.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selain itu, dia juga menjelaskan, tidak menutup kemungkinan ada pasien isoman yang menolak untuk dipindahkan ke isoter. Bahkan, dirinya menyebut, penolakan masyarakat enggan ada di sana karena beragam alasan. Seperti menolak karena tak ingin berpisah dengan keluarga. Kemudian, walaupun tidak ada gejala, ada pasien juga yang tak berkenan secara psikologis. “Tak berkenan secara psikologisnya ini macam-macam juga,” tegasnya.

Pria akrab disapa Imron ini menerangkan, jajaran Satgas Covid-19 kecamatan telah melakukan edukasi kepada pasien isoman. Namun, jika memang masyarakat tetap menolak, pihaknya tak bisa memaksa. “Tapi, begitu dihadapkan mereka menolak, kami harus humanis. Tak bisa memaksa,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, isolasi terpusat kabupaten ditempatkan di eks Klinik Paru yang kini disebut UPTD PTO PKT (Pengembangan Tanaman Obat dan Pelayanan Kesehatan Tradisional) di Desa Pancoran, Kecamatan Bondowoso. Isoter ini akan menjadi rujukan bagian pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri. Yakni, pasien yang bergejala ringan ataupun pasien tanpa gejala, namun dinyatakan positif.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Tempat isolasi terpusat (isoter) Kabupaten Bondowoso yang ditempatkan di eks RS Klinik Paru mulai ditempati sejak Jumat (27/8) lalu. Ironisnya, sampai kemarin hanya dua orang pasien gejala ringan yang menempati tempat itu.

“Kemarin (Selasa, 31 Agustus 2021, Red) informasi dari laporan itu ada dua yang kami rawat,” kata Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Bondowoso dr Mohammad Imron setelah mengikuti acara pencanangan vaksin untuk ibu hamil.

Dijelaskan, selain ditempatkan di fasilitas isoter kabupaten, sejumlah pasien Covid-19 yang sebelumnya menjalani isoman juga ditempatkan di beberapa tempat isoter milik TNI-Polri. “Mungkin di asrama, bagi anggota yang memang tidak bisa dibawa ke sana. Artinya, daripada kumpul keluarga, daripada isoman, kan lebih baik isoter di sana,” ungkap pria yang juga menjabat Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bondowoso ini.

Selain itu, dia juga menjelaskan, tidak menutup kemungkinan ada pasien isoman yang menolak untuk dipindahkan ke isoter. Bahkan, dirinya menyebut, penolakan masyarakat enggan ada di sana karena beragam alasan. Seperti menolak karena tak ingin berpisah dengan keluarga. Kemudian, walaupun tidak ada gejala, ada pasien juga yang tak berkenan secara psikologis. “Tak berkenan secara psikologisnya ini macam-macam juga,” tegasnya.

Pria akrab disapa Imron ini menerangkan, jajaran Satgas Covid-19 kecamatan telah melakukan edukasi kepada pasien isoman. Namun, jika memang masyarakat tetap menolak, pihaknya tak bisa memaksa. “Tapi, begitu dihadapkan mereka menolak, kami harus humanis. Tak bisa memaksa,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, isolasi terpusat kabupaten ditempatkan di eks Klinik Paru yang kini disebut UPTD PTO PKT (Pengembangan Tanaman Obat dan Pelayanan Kesehatan Tradisional) di Desa Pancoran, Kecamatan Bondowoso. Isoter ini akan menjadi rujukan bagian pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri. Yakni, pasien yang bergejala ringan ataupun pasien tanpa gejala, namun dinyatakan positif.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Tempat isolasi terpusat (isoter) Kabupaten Bondowoso yang ditempatkan di eks RS Klinik Paru mulai ditempati sejak Jumat (27/8) lalu. Ironisnya, sampai kemarin hanya dua orang pasien gejala ringan yang menempati tempat itu.

“Kemarin (Selasa, 31 Agustus 2021, Red) informasi dari laporan itu ada dua yang kami rawat,” kata Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Bondowoso dr Mohammad Imron setelah mengikuti acara pencanangan vaksin untuk ibu hamil.

Dijelaskan, selain ditempatkan di fasilitas isoter kabupaten, sejumlah pasien Covid-19 yang sebelumnya menjalani isoman juga ditempatkan di beberapa tempat isoter milik TNI-Polri. “Mungkin di asrama, bagi anggota yang memang tidak bisa dibawa ke sana. Artinya, daripada kumpul keluarga, daripada isoman, kan lebih baik isoter di sana,” ungkap pria yang juga menjabat Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bondowoso ini.

Selain itu, dia juga menjelaskan, tidak menutup kemungkinan ada pasien isoman yang menolak untuk dipindahkan ke isoter. Bahkan, dirinya menyebut, penolakan masyarakat enggan ada di sana karena beragam alasan. Seperti menolak karena tak ingin berpisah dengan keluarga. Kemudian, walaupun tidak ada gejala, ada pasien juga yang tak berkenan secara psikologis. “Tak berkenan secara psikologisnya ini macam-macam juga,” tegasnya.

Pria akrab disapa Imron ini menerangkan, jajaran Satgas Covid-19 kecamatan telah melakukan edukasi kepada pasien isoman. Namun, jika memang masyarakat tetap menolak, pihaknya tak bisa memaksa. “Tapi, begitu dihadapkan mereka menolak, kami harus humanis. Tak bisa memaksa,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, isolasi terpusat kabupaten ditempatkan di eks Klinik Paru yang kini disebut UPTD PTO PKT (Pengembangan Tanaman Obat dan Pelayanan Kesehatan Tradisional) di Desa Pancoran, Kecamatan Bondowoso. Isoter ini akan menjadi rujukan bagian pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri. Yakni, pasien yang bergejala ringan ataupun pasien tanpa gejala, namun dinyatakan positif.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/