alexametrics
29.3 C
Jember
Thursday, 19 May 2022

Anggap Pemkab Bondowoso Melanggar Aturan, DPRD Bentuk Tim Pansus TP2D

Legislatif Dalami Pelanggaran Regulasi

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – DPRD Bondowoso sudah membentuk dan menetapkan susunan anggota Panitia Khusus (Pansus) Tim Percepatan dan Pembangunan Daerah (TP2D) Bondowoso. Kemarin, di ruang paripurna, legislatif sudah menunjuk Ketua Pansus TP2D, yaitu Andi Hermanto, yang juga menjadi Ketua Komisi II dari Fraksi PDIP. Sedangkan wakilnya diemban oleh Sutriyono, Ketua Komisi III dari Fraksi PKB.

Tercatat total ada 15 anggota tim Pansus TP2D, termasuk ketua dan wakil ketua. Sebelumnya, DPRD membentuk tim Pansus TP2D karena mereka menganggap Pemkab Bondowoso melanggar aturan yang sudah ada. Mereka menganggap pemkab tak patuh atas hasil fasilitasi Rancangan Peraturan Bupati (Perbup) Bondowoso tentang TP2D dari Gubernur Jawa Timur.

Andi Hermanto mengungkapkan bahwa dalam hasil rapat paripurna, dirinya dipercaya sebagai ketua pansus. “Memang saya yang ditunjuk sebagai ketuanya. Tadi pagi (kemarin, Red), pansus dibentuk melalui rapat paripurna. Karena sudah sesuai dengan amanat dan musyawarah beberapa hari lalu,” ujar Andi kepada Jawa Pos Radar Ijen.

Mobile_AP_Rectangle 2

Politisi PDIP ini menyampaikan bahwa sebelumnya DPRD sudah menggelar beberapa kali musyawarah pembahasan TP2D yang beberapa hari lalu sudah dilantik di pendapa bupati. “Bahwa menurut pendapat rekan-rekan anggota DPRD dan fraksi, ada indikasi pengangkatan tim TP2D tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang ada,” tegas Andi.

Andi menambahkan bahwa pihak DPRD menganggap itu sudah melanggar aturan. “Dalam beberapa hari ke depan, DPRD akan melakukan rapat kerja dengan pihak-pihak terkait, termasuk ke beberapa organisasi perangkat daerah (OPD), untuk mendalami lebih lanjut tentang perihal TP2D ini,” imbuhnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – DPRD Bondowoso sudah membentuk dan menetapkan susunan anggota Panitia Khusus (Pansus) Tim Percepatan dan Pembangunan Daerah (TP2D) Bondowoso. Kemarin, di ruang paripurna, legislatif sudah menunjuk Ketua Pansus TP2D, yaitu Andi Hermanto, yang juga menjadi Ketua Komisi II dari Fraksi PDIP. Sedangkan wakilnya diemban oleh Sutriyono, Ketua Komisi III dari Fraksi PKB.

Tercatat total ada 15 anggota tim Pansus TP2D, termasuk ketua dan wakil ketua. Sebelumnya, DPRD membentuk tim Pansus TP2D karena mereka menganggap Pemkab Bondowoso melanggar aturan yang sudah ada. Mereka menganggap pemkab tak patuh atas hasil fasilitasi Rancangan Peraturan Bupati (Perbup) Bondowoso tentang TP2D dari Gubernur Jawa Timur.

Andi Hermanto mengungkapkan bahwa dalam hasil rapat paripurna, dirinya dipercaya sebagai ketua pansus. “Memang saya yang ditunjuk sebagai ketuanya. Tadi pagi (kemarin, Red), pansus dibentuk melalui rapat paripurna. Karena sudah sesuai dengan amanat dan musyawarah beberapa hari lalu,” ujar Andi kepada Jawa Pos Radar Ijen.

Politisi PDIP ini menyampaikan bahwa sebelumnya DPRD sudah menggelar beberapa kali musyawarah pembahasan TP2D yang beberapa hari lalu sudah dilantik di pendapa bupati. “Bahwa menurut pendapat rekan-rekan anggota DPRD dan fraksi, ada indikasi pengangkatan tim TP2D tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang ada,” tegas Andi.

Andi menambahkan bahwa pihak DPRD menganggap itu sudah melanggar aturan. “Dalam beberapa hari ke depan, DPRD akan melakukan rapat kerja dengan pihak-pihak terkait, termasuk ke beberapa organisasi perangkat daerah (OPD), untuk mendalami lebih lanjut tentang perihal TP2D ini,” imbuhnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – DPRD Bondowoso sudah membentuk dan menetapkan susunan anggota Panitia Khusus (Pansus) Tim Percepatan dan Pembangunan Daerah (TP2D) Bondowoso. Kemarin, di ruang paripurna, legislatif sudah menunjuk Ketua Pansus TP2D, yaitu Andi Hermanto, yang juga menjadi Ketua Komisi II dari Fraksi PDIP. Sedangkan wakilnya diemban oleh Sutriyono, Ketua Komisi III dari Fraksi PKB.

Tercatat total ada 15 anggota tim Pansus TP2D, termasuk ketua dan wakil ketua. Sebelumnya, DPRD membentuk tim Pansus TP2D karena mereka menganggap Pemkab Bondowoso melanggar aturan yang sudah ada. Mereka menganggap pemkab tak patuh atas hasil fasilitasi Rancangan Peraturan Bupati (Perbup) Bondowoso tentang TP2D dari Gubernur Jawa Timur.

Andi Hermanto mengungkapkan bahwa dalam hasil rapat paripurna, dirinya dipercaya sebagai ketua pansus. “Memang saya yang ditunjuk sebagai ketuanya. Tadi pagi (kemarin, Red), pansus dibentuk melalui rapat paripurna. Karena sudah sesuai dengan amanat dan musyawarah beberapa hari lalu,” ujar Andi kepada Jawa Pos Radar Ijen.

Politisi PDIP ini menyampaikan bahwa sebelumnya DPRD sudah menggelar beberapa kali musyawarah pembahasan TP2D yang beberapa hari lalu sudah dilantik di pendapa bupati. “Bahwa menurut pendapat rekan-rekan anggota DPRD dan fraksi, ada indikasi pengangkatan tim TP2D tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang ada,” tegas Andi.

Andi menambahkan bahwa pihak DPRD menganggap itu sudah melanggar aturan. “Dalam beberapa hari ke depan, DPRD akan melakukan rapat kerja dengan pihak-pihak terkait, termasuk ke beberapa organisasi perangkat daerah (OPD), untuk mendalami lebih lanjut tentang perihal TP2D ini,” imbuhnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/