alexametrics
27.9 C
Jember
Friday, 20 May 2022

PKL diperbolehkan Berdagang Lagi

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Sejak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) diperbolehkan beroperasi oleh pemerintah, sejumlah pedagang kaki lima (PKL) di Alun-Alun RBA Ki Ronggo Bondowoso langsung tancap gas dan mulai berdagang kembali. Tampak rombong PKL berjejer di sepanjang jalan depan Masjid Agung At-Taqwa.

Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Ijen, para PKL semringah dengan diperbolehkannya berjualan kembali, setelah sebelumnya mereka tutup untuk sementara. Listi Indrawati, salah seorang PKL yang berjualan di tempat itu, mengaku bahagia setelah kembali diperbolehkan untuk berjualan. Apalagi, dia mengaku, dari awal ditetapkannya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), dia tidak bisa berjualan sama sekali. “Alhamdulillah, dibuka lagi. Karena sudah hampir satu bulan kami tidak berjualan,” ujarnya, kemarin (2/8).

Dia menambahkan, untuk pedagang pada malam hari mulai buka sejak Kamis (29/7) lalu hingga pukul 20.00. Sementara, pihaknya yang buka pagi mulai beroperasi pada Jumat (30/7), mulai pagi hingga pukul 14.00.

Mobile_AP_Rectangle 2

Meskipun di awal buka hanya ada beberapa pembeli, namun itu sudah membuatnya senang, dibandingkan dengan tutup total seperti sebelumnya. Listi mengaku buka sejak pukul 05.00, namun hingga siang hari baru ada tiga pembeli. “Tidak masalah, yang penting bisa jualan. Ini hampir mau tutup baru dapat Rp 15 ribu. Tapi kami senang,” jelasnya.

Menurutnya, selama PPKM darurat dan alun-alun ditutup, sejumlah PKL berjualan di tempat lain. Ada juga yang banting setir mencari pekerjaan sampingan. “Kalau saya di rumah sambil jualan masakan. Itu pun tidak dapat uang setiap hari. Ada juga yang jadi kernet dan jadi buruh bangunan,” jelasnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Sejak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) diperbolehkan beroperasi oleh pemerintah, sejumlah pedagang kaki lima (PKL) di Alun-Alun RBA Ki Ronggo Bondowoso langsung tancap gas dan mulai berdagang kembali. Tampak rombong PKL berjejer di sepanjang jalan depan Masjid Agung At-Taqwa.

Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Ijen, para PKL semringah dengan diperbolehkannya berjualan kembali, setelah sebelumnya mereka tutup untuk sementara. Listi Indrawati, salah seorang PKL yang berjualan di tempat itu, mengaku bahagia setelah kembali diperbolehkan untuk berjualan. Apalagi, dia mengaku, dari awal ditetapkannya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), dia tidak bisa berjualan sama sekali. “Alhamdulillah, dibuka lagi. Karena sudah hampir satu bulan kami tidak berjualan,” ujarnya, kemarin (2/8).

Dia menambahkan, untuk pedagang pada malam hari mulai buka sejak Kamis (29/7) lalu hingga pukul 20.00. Sementara, pihaknya yang buka pagi mulai beroperasi pada Jumat (30/7), mulai pagi hingga pukul 14.00.

Meskipun di awal buka hanya ada beberapa pembeli, namun itu sudah membuatnya senang, dibandingkan dengan tutup total seperti sebelumnya. Listi mengaku buka sejak pukul 05.00, namun hingga siang hari baru ada tiga pembeli. “Tidak masalah, yang penting bisa jualan. Ini hampir mau tutup baru dapat Rp 15 ribu. Tapi kami senang,” jelasnya.

Menurutnya, selama PPKM darurat dan alun-alun ditutup, sejumlah PKL berjualan di tempat lain. Ada juga yang banting setir mencari pekerjaan sampingan. “Kalau saya di rumah sambil jualan masakan. Itu pun tidak dapat uang setiap hari. Ada juga yang jadi kernet dan jadi buruh bangunan,” jelasnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Sejak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) diperbolehkan beroperasi oleh pemerintah, sejumlah pedagang kaki lima (PKL) di Alun-Alun RBA Ki Ronggo Bondowoso langsung tancap gas dan mulai berdagang kembali. Tampak rombong PKL berjejer di sepanjang jalan depan Masjid Agung At-Taqwa.

Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Ijen, para PKL semringah dengan diperbolehkannya berjualan kembali, setelah sebelumnya mereka tutup untuk sementara. Listi Indrawati, salah seorang PKL yang berjualan di tempat itu, mengaku bahagia setelah kembali diperbolehkan untuk berjualan. Apalagi, dia mengaku, dari awal ditetapkannya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), dia tidak bisa berjualan sama sekali. “Alhamdulillah, dibuka lagi. Karena sudah hampir satu bulan kami tidak berjualan,” ujarnya, kemarin (2/8).

Dia menambahkan, untuk pedagang pada malam hari mulai buka sejak Kamis (29/7) lalu hingga pukul 20.00. Sementara, pihaknya yang buka pagi mulai beroperasi pada Jumat (30/7), mulai pagi hingga pukul 14.00.

Meskipun di awal buka hanya ada beberapa pembeli, namun itu sudah membuatnya senang, dibandingkan dengan tutup total seperti sebelumnya. Listi mengaku buka sejak pukul 05.00, namun hingga siang hari baru ada tiga pembeli. “Tidak masalah, yang penting bisa jualan. Ini hampir mau tutup baru dapat Rp 15 ribu. Tapi kami senang,” jelasnya.

Menurutnya, selama PPKM darurat dan alun-alun ditutup, sejumlah PKL berjualan di tempat lain. Ada juga yang banting setir mencari pekerjaan sampingan. “Kalau saya di rumah sambil jualan masakan. Itu pun tidak dapat uang setiap hari. Ada juga yang jadi kernet dan jadi buruh bangunan,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/