alexametrics
28.4 C
Jember
Saturday, 25 June 2022

Hari Ini Rumah Sakit Mulai Layani Pasien Rawat Jalan

Dokter Spesialis RSU dr Koesnadi Praktik Normal

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – RSU dr Koesnadi Bondowoso kembali membuka layanan praktik dokter di instalasi rawat jalan. Sejumlah dokter spesialis pun kembali melayani pasien yang berobat, setelah sebelumnya mereka tak bisa memberikan pelayanan. Hal itu lantaran puluhan perawat tenaga kesehatan (nakes) terpapar korona.

Pemberitahuan instalasi rawat jalan kembali melayani pasien dibenarkan oleh Plt Direktur RSU dr Koesnadi dr Yus Priatna kepada Jawa Pos Radar Ijen. “Benar, instalasi rawat jalan kembali kami buka untuk pasien umum, besok (hari ini, Red),” ujarnya.

Pihaknya juga membenarkan bahwa seluruh dokter yang praktik di instalasi rawat jalan akan praktik seperti biasanya. Tentunya dengan protokol kesehatan yang berlaku. Yus menjelaskan bahwa ditutupnya poli rawat jalan bukan tanpa alasan. “Karena banyak para nakes diperbantukan ke UGD. Banyak nakes UGD yang terpapar Covid-19 dan terpaksa isolasi mandiri di rumah masing-masing,” lanjutnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sebelumnya, penutupan instalasi rawat jalan itu sudah dimulai Senin (26/7) lalu. Pihaknya menyebutkan, ada sekitar dua nakes di masing-masing poli. “Kalau ditutup 10 saja, sudah dapat 20 perawat,” katanya.

Lebih lanjut, Yus mengaku bahwa sebelumnya juga ada tiga dokter yang terpapar Covid-19. Oleh karenanya, pihaknya memutuskan untuk izin ke Dinas Kesehatan (Dinkes) menutup sementara poli rawat jalan. Adapun yang terpapar tidak hanya nakes yang melayani pasien Covid-19. Namun, juga nakes yang melayani pasien non-Covid-19 dan bagian administrasi. “Sebab, ada yang terpapar di keluarganya,” imbuhnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – RSU dr Koesnadi Bondowoso kembali membuka layanan praktik dokter di instalasi rawat jalan. Sejumlah dokter spesialis pun kembali melayani pasien yang berobat, setelah sebelumnya mereka tak bisa memberikan pelayanan. Hal itu lantaran puluhan perawat tenaga kesehatan (nakes) terpapar korona.

Pemberitahuan instalasi rawat jalan kembali melayani pasien dibenarkan oleh Plt Direktur RSU dr Koesnadi dr Yus Priatna kepada Jawa Pos Radar Ijen. “Benar, instalasi rawat jalan kembali kami buka untuk pasien umum, besok (hari ini, Red),” ujarnya.

Pihaknya juga membenarkan bahwa seluruh dokter yang praktik di instalasi rawat jalan akan praktik seperti biasanya. Tentunya dengan protokol kesehatan yang berlaku. Yus menjelaskan bahwa ditutupnya poli rawat jalan bukan tanpa alasan. “Karena banyak para nakes diperbantukan ke UGD. Banyak nakes UGD yang terpapar Covid-19 dan terpaksa isolasi mandiri di rumah masing-masing,” lanjutnya.

Sebelumnya, penutupan instalasi rawat jalan itu sudah dimulai Senin (26/7) lalu. Pihaknya menyebutkan, ada sekitar dua nakes di masing-masing poli. “Kalau ditutup 10 saja, sudah dapat 20 perawat,” katanya.

Lebih lanjut, Yus mengaku bahwa sebelumnya juga ada tiga dokter yang terpapar Covid-19. Oleh karenanya, pihaknya memutuskan untuk izin ke Dinas Kesehatan (Dinkes) menutup sementara poli rawat jalan. Adapun yang terpapar tidak hanya nakes yang melayani pasien Covid-19. Namun, juga nakes yang melayani pasien non-Covid-19 dan bagian administrasi. “Sebab, ada yang terpapar di keluarganya,” imbuhnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – RSU dr Koesnadi Bondowoso kembali membuka layanan praktik dokter di instalasi rawat jalan. Sejumlah dokter spesialis pun kembali melayani pasien yang berobat, setelah sebelumnya mereka tak bisa memberikan pelayanan. Hal itu lantaran puluhan perawat tenaga kesehatan (nakes) terpapar korona.

Pemberitahuan instalasi rawat jalan kembali melayani pasien dibenarkan oleh Plt Direktur RSU dr Koesnadi dr Yus Priatna kepada Jawa Pos Radar Ijen. “Benar, instalasi rawat jalan kembali kami buka untuk pasien umum, besok (hari ini, Red),” ujarnya.

Pihaknya juga membenarkan bahwa seluruh dokter yang praktik di instalasi rawat jalan akan praktik seperti biasanya. Tentunya dengan protokol kesehatan yang berlaku. Yus menjelaskan bahwa ditutupnya poli rawat jalan bukan tanpa alasan. “Karena banyak para nakes diperbantukan ke UGD. Banyak nakes UGD yang terpapar Covid-19 dan terpaksa isolasi mandiri di rumah masing-masing,” lanjutnya.

Sebelumnya, penutupan instalasi rawat jalan itu sudah dimulai Senin (26/7) lalu. Pihaknya menyebutkan, ada sekitar dua nakes di masing-masing poli. “Kalau ditutup 10 saja, sudah dapat 20 perawat,” katanya.

Lebih lanjut, Yus mengaku bahwa sebelumnya juga ada tiga dokter yang terpapar Covid-19. Oleh karenanya, pihaknya memutuskan untuk izin ke Dinas Kesehatan (Dinkes) menutup sementara poli rawat jalan. Adapun yang terpapar tidak hanya nakes yang melayani pasien Covid-19. Namun, juga nakes yang melayani pasien non-Covid-19 dan bagian administrasi. “Sebab, ada yang terpapar di keluarganya,” imbuhnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/