alexametrics
26.5 C
Jember
Tuesday, 17 May 2022

Harga Cabai Mulai Anjlok

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Di tengah pandemi, para petani dan penjual cabai di pasar harus menghadapi kenyataan baru. Harga cabai di pasaran saat ini mengalami penurunan dari harga biasanya. Penurunan tersebut salah satunya disebabkan pembatasan kegiatan masyarakat. Karenanya, untuk mengirim cabai keluar daerah tidak leluasa seperti biasanya. Padahal di sisi lain masyarakat sudah banyak yang melakukan panen tanaman cabainya.

Seperti yang diungkapkan oleh Yeni, salah seorang pedagang cabai di Pasar Induk Bondowoso. Ia mengaku, saat ini dirinya bersama pedagang lain menjual dengan harga Rp 25 ribu untuk cabai rawit. Padahal sebelumnya, ia bisa menjual dengan harga Rp 30-45 ribu per kilogram. “Sudah lama turun ini, paling sudah hampir setengah bulan,” katanya, Senin (2/8) kemarin.

Menurut pengakuan Yeni, walaupun harganya tak terlampau mahal, ternyata tidak membuat masyarakat banyak membeli. Malah yang terjadi sebaliknya. Meski harga menurun, pembeli tetap sepi. Hal tersebut membuat pendapatan Yeni menurun dari biasanya. Saat ini dalam satu hari penghasilannya bahkan tidak sampai di angka Rp 200 ribu. Padahal sebelumnya bisa Rp 300 ribuan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sementara itu, berdasarkan data Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Bahan Pokok di Jawa Timur (Siskaperbapo) per 2 Agustus, disebutkan bahwa dari berbagai jenis cabai yang dijual di pasar, semua mengalami penurunan harga. Untuk cabai keriting harga saat ini dilaporkan berkisar Rp 21.278 per kilogram. Sementara sebelumnya, harga cabai masih berkisar Rp 21.863. Sementara, untuk cabai biasa harga saat ini berkisar Rp 18.728, turun dari harga sebelumnya Rp 19.278 ribu per kilogram.

Kemudian, untuk harga cabai rawit harganya masih berada pada kisaran Rp 38.172 ribu, turun dari harga sebelumnya Rp 40.655.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Di tengah pandemi, para petani dan penjual cabai di pasar harus menghadapi kenyataan baru. Harga cabai di pasaran saat ini mengalami penurunan dari harga biasanya. Penurunan tersebut salah satunya disebabkan pembatasan kegiatan masyarakat. Karenanya, untuk mengirim cabai keluar daerah tidak leluasa seperti biasanya. Padahal di sisi lain masyarakat sudah banyak yang melakukan panen tanaman cabainya.

Seperti yang diungkapkan oleh Yeni, salah seorang pedagang cabai di Pasar Induk Bondowoso. Ia mengaku, saat ini dirinya bersama pedagang lain menjual dengan harga Rp 25 ribu untuk cabai rawit. Padahal sebelumnya, ia bisa menjual dengan harga Rp 30-45 ribu per kilogram. “Sudah lama turun ini, paling sudah hampir setengah bulan,” katanya, Senin (2/8) kemarin.

Menurut pengakuan Yeni, walaupun harganya tak terlampau mahal, ternyata tidak membuat masyarakat banyak membeli. Malah yang terjadi sebaliknya. Meski harga menurun, pembeli tetap sepi. Hal tersebut membuat pendapatan Yeni menurun dari biasanya. Saat ini dalam satu hari penghasilannya bahkan tidak sampai di angka Rp 200 ribu. Padahal sebelumnya bisa Rp 300 ribuan.

Sementara itu, berdasarkan data Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Bahan Pokok di Jawa Timur (Siskaperbapo) per 2 Agustus, disebutkan bahwa dari berbagai jenis cabai yang dijual di pasar, semua mengalami penurunan harga. Untuk cabai keriting harga saat ini dilaporkan berkisar Rp 21.278 per kilogram. Sementara sebelumnya, harga cabai masih berkisar Rp 21.863. Sementara, untuk cabai biasa harga saat ini berkisar Rp 18.728, turun dari harga sebelumnya Rp 19.278 ribu per kilogram.

Kemudian, untuk harga cabai rawit harganya masih berada pada kisaran Rp 38.172 ribu, turun dari harga sebelumnya Rp 40.655.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Di tengah pandemi, para petani dan penjual cabai di pasar harus menghadapi kenyataan baru. Harga cabai di pasaran saat ini mengalami penurunan dari harga biasanya. Penurunan tersebut salah satunya disebabkan pembatasan kegiatan masyarakat. Karenanya, untuk mengirim cabai keluar daerah tidak leluasa seperti biasanya. Padahal di sisi lain masyarakat sudah banyak yang melakukan panen tanaman cabainya.

Seperti yang diungkapkan oleh Yeni, salah seorang pedagang cabai di Pasar Induk Bondowoso. Ia mengaku, saat ini dirinya bersama pedagang lain menjual dengan harga Rp 25 ribu untuk cabai rawit. Padahal sebelumnya, ia bisa menjual dengan harga Rp 30-45 ribu per kilogram. “Sudah lama turun ini, paling sudah hampir setengah bulan,” katanya, Senin (2/8) kemarin.

Menurut pengakuan Yeni, walaupun harganya tak terlampau mahal, ternyata tidak membuat masyarakat banyak membeli. Malah yang terjadi sebaliknya. Meski harga menurun, pembeli tetap sepi. Hal tersebut membuat pendapatan Yeni menurun dari biasanya. Saat ini dalam satu hari penghasilannya bahkan tidak sampai di angka Rp 200 ribu. Padahal sebelumnya bisa Rp 300 ribuan.

Sementara itu, berdasarkan data Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Bahan Pokok di Jawa Timur (Siskaperbapo) per 2 Agustus, disebutkan bahwa dari berbagai jenis cabai yang dijual di pasar, semua mengalami penurunan harga. Untuk cabai keriting harga saat ini dilaporkan berkisar Rp 21.278 per kilogram. Sementara sebelumnya, harga cabai masih berkisar Rp 21.863. Sementara, untuk cabai biasa harga saat ini berkisar Rp 18.728, turun dari harga sebelumnya Rp 19.278 ribu per kilogram.

Kemudian, untuk harga cabai rawit harganya masih berada pada kisaran Rp 38.172 ribu, turun dari harga sebelumnya Rp 40.655.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/