alexametrics
23.7 C
Jember
Sunday, 3 July 2022

Lapas Perketat Pemeriksaan dan Prokes

Kirim Makanan Masih Diperbolehkan

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Meski dalam sepekan terakhir ada lonjakan kasus Covid-19, namun aktivitas penerimaan makanan dan minuman di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Bondowoso masih berjalan. Pihak lapas tetap memperbolehkan pengiriman dari keluarga kepada warga binaan pemasyarakatan (WBP).

Kepada Jawa Pos Radar Ijen, Kepala Lapas (Kalapas) Bondowoso Sarwito mengatakan, pengiriman tersebut masih diperbolehkan. Tetapi, para pengirim diharapkan memberi makanan sehat dan higienis. “Hanya saja, protokol kesehatan dari keluarga WBP harus diperketat. Misalnya, mereka harus cuci tangan terlebih dahulu sebelum masuk area lapas, memakai masker, dan jaga jarak,” bebernya, baru-baru ini.

Selain itu, makanan dan minuman yang dikirim ke WBP tetap diperiksa oleh petugas. Sarwito menambahkan, hal itu merupakan standard operating procedure (SOP) yang berlaku. “Ini untuk menghindari ada barang selundupan di dalam makanan. Seperti obat-obatan atau barang yang dilarang lainnya,” imbuh mantan Kalapas Muara Teweh, Kalimantan Tengah, ini.

Mobile_AP_Rectangle 2

BACA JUGA : PPKM Darurat, Tunggu Imbauan Gubernur

Keluarga WBP yang hendak mengirimkan makanan, bisa mulai pukul 09.00 hingga 11.00. Sejak hari Senin sampai Jumat. Menurut Sarwito, bila layanan pengiriman makanan ditutup, maka nantinya dikhawatirkan bisa berdampak pada kondusivitas di dalam lapas. Namun, karena terjadi lonjakan kasus Covid-19, pihaknya menerapkan prokes secara ketat. “Kami mengantisipasi itu. Seperti mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban WBP,” imbuhnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Meski dalam sepekan terakhir ada lonjakan kasus Covid-19, namun aktivitas penerimaan makanan dan minuman di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Bondowoso masih berjalan. Pihak lapas tetap memperbolehkan pengiriman dari keluarga kepada warga binaan pemasyarakatan (WBP).

Kepada Jawa Pos Radar Ijen, Kepala Lapas (Kalapas) Bondowoso Sarwito mengatakan, pengiriman tersebut masih diperbolehkan. Tetapi, para pengirim diharapkan memberi makanan sehat dan higienis. “Hanya saja, protokol kesehatan dari keluarga WBP harus diperketat. Misalnya, mereka harus cuci tangan terlebih dahulu sebelum masuk area lapas, memakai masker, dan jaga jarak,” bebernya, baru-baru ini.

Selain itu, makanan dan minuman yang dikirim ke WBP tetap diperiksa oleh petugas. Sarwito menambahkan, hal itu merupakan standard operating procedure (SOP) yang berlaku. “Ini untuk menghindari ada barang selundupan di dalam makanan. Seperti obat-obatan atau barang yang dilarang lainnya,” imbuh mantan Kalapas Muara Teweh, Kalimantan Tengah, ini.

BACA JUGA : PPKM Darurat, Tunggu Imbauan Gubernur

Keluarga WBP yang hendak mengirimkan makanan, bisa mulai pukul 09.00 hingga 11.00. Sejak hari Senin sampai Jumat. Menurut Sarwito, bila layanan pengiriman makanan ditutup, maka nantinya dikhawatirkan bisa berdampak pada kondusivitas di dalam lapas. Namun, karena terjadi lonjakan kasus Covid-19, pihaknya menerapkan prokes secara ketat. “Kami mengantisipasi itu. Seperti mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban WBP,” imbuhnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Meski dalam sepekan terakhir ada lonjakan kasus Covid-19, namun aktivitas penerimaan makanan dan minuman di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Bondowoso masih berjalan. Pihak lapas tetap memperbolehkan pengiriman dari keluarga kepada warga binaan pemasyarakatan (WBP).

Kepada Jawa Pos Radar Ijen, Kepala Lapas (Kalapas) Bondowoso Sarwito mengatakan, pengiriman tersebut masih diperbolehkan. Tetapi, para pengirim diharapkan memberi makanan sehat dan higienis. “Hanya saja, protokol kesehatan dari keluarga WBP harus diperketat. Misalnya, mereka harus cuci tangan terlebih dahulu sebelum masuk area lapas, memakai masker, dan jaga jarak,” bebernya, baru-baru ini.

Selain itu, makanan dan minuman yang dikirim ke WBP tetap diperiksa oleh petugas. Sarwito menambahkan, hal itu merupakan standard operating procedure (SOP) yang berlaku. “Ini untuk menghindari ada barang selundupan di dalam makanan. Seperti obat-obatan atau barang yang dilarang lainnya,” imbuh mantan Kalapas Muara Teweh, Kalimantan Tengah, ini.

BACA JUGA : PPKM Darurat, Tunggu Imbauan Gubernur

Keluarga WBP yang hendak mengirimkan makanan, bisa mulai pukul 09.00 hingga 11.00. Sejak hari Senin sampai Jumat. Menurut Sarwito, bila layanan pengiriman makanan ditutup, maka nantinya dikhawatirkan bisa berdampak pada kondusivitas di dalam lapas. Namun, karena terjadi lonjakan kasus Covid-19, pihaknya menerapkan prokes secara ketat. “Kami mengantisipasi itu. Seperti mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban WBP,” imbuhnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/