alexametrics
22.4 C
Jember
Tuesday, 16 August 2022

Berakhir dengan Restorative Justice

Kasus Penganiayaan di Kecamatan Jambesari Darus Sholah

Mobile_AP_Rectangle 1

NANGKAAN, Radar Ijen – Kejaksaan Negeri Bondowoso berhasil menyelesaikan satu kasus penganiayaan yang dilakukan oleh warga Kecamatan Jambesari Darus Sholah. Penyelesaiannya dengan cara restorative justice. Pelaku dan korban sama-sama sepakat untuk saling memaafkan setelah dimediasi oleh pihak kejaksaan.

BACA JUGA: Yakin Bisa Atasi Gunung Wayang Lumajang

Hal tersebut diketahui dalam pemberian keterangan dan pembebasan kepada pelaku, kemarin. Puji Triasmoro, Kajari Bondowoso, menyampaikan, pelaku dan korban yang dibebaskan memang masih memiliki ikatan saudara.

Mobile_AP_Rectangle 2

Penghentian penuntutan tersebut ternyata baru pertama kali dilakukan pada tahun ini. Karena itu, ke depannya kasus yang berpotensi untuk dilakukan restorative justice, pihaknya akan menerapkan hal yang sama. “Penghentian ini juga selektif sesuai dengan ketentuan-ketentuan,” cetusnya.

Penerapan penghentian penuntutan berdasarkan restorative justice, lanjut Puji, bertujuan agar setelah perkara selesai, tidak muncul dendam di antara korban maupun pelaku. Kemudian pelaku tidak mengulangi perbuatan yang sama. Walaupun demikian, ternyata tidak mudah menerapkan hal tersebut. Mengingat, masih ada beberapa syarat dan proses yang harus dilalui.

- Advertisement -

NANGKAAN, Radar Ijen – Kejaksaan Negeri Bondowoso berhasil menyelesaikan satu kasus penganiayaan yang dilakukan oleh warga Kecamatan Jambesari Darus Sholah. Penyelesaiannya dengan cara restorative justice. Pelaku dan korban sama-sama sepakat untuk saling memaafkan setelah dimediasi oleh pihak kejaksaan.

BACA JUGA: Yakin Bisa Atasi Gunung Wayang Lumajang

Hal tersebut diketahui dalam pemberian keterangan dan pembebasan kepada pelaku, kemarin. Puji Triasmoro, Kajari Bondowoso, menyampaikan, pelaku dan korban yang dibebaskan memang masih memiliki ikatan saudara.

Penghentian penuntutan tersebut ternyata baru pertama kali dilakukan pada tahun ini. Karena itu, ke depannya kasus yang berpotensi untuk dilakukan restorative justice, pihaknya akan menerapkan hal yang sama. “Penghentian ini juga selektif sesuai dengan ketentuan-ketentuan,” cetusnya.

Penerapan penghentian penuntutan berdasarkan restorative justice, lanjut Puji, bertujuan agar setelah perkara selesai, tidak muncul dendam di antara korban maupun pelaku. Kemudian pelaku tidak mengulangi perbuatan yang sama. Walaupun demikian, ternyata tidak mudah menerapkan hal tersebut. Mengingat, masih ada beberapa syarat dan proses yang harus dilalui.

NANGKAAN, Radar Ijen – Kejaksaan Negeri Bondowoso berhasil menyelesaikan satu kasus penganiayaan yang dilakukan oleh warga Kecamatan Jambesari Darus Sholah. Penyelesaiannya dengan cara restorative justice. Pelaku dan korban sama-sama sepakat untuk saling memaafkan setelah dimediasi oleh pihak kejaksaan.

BACA JUGA: Yakin Bisa Atasi Gunung Wayang Lumajang

Hal tersebut diketahui dalam pemberian keterangan dan pembebasan kepada pelaku, kemarin. Puji Triasmoro, Kajari Bondowoso, menyampaikan, pelaku dan korban yang dibebaskan memang masih memiliki ikatan saudara.

Penghentian penuntutan tersebut ternyata baru pertama kali dilakukan pada tahun ini. Karena itu, ke depannya kasus yang berpotensi untuk dilakukan restorative justice, pihaknya akan menerapkan hal yang sama. “Penghentian ini juga selektif sesuai dengan ketentuan-ketentuan,” cetusnya.

Penerapan penghentian penuntutan berdasarkan restorative justice, lanjut Puji, bertujuan agar setelah perkara selesai, tidak muncul dendam di antara korban maupun pelaku. Kemudian pelaku tidak mengulangi perbuatan yang sama. Walaupun demikian, ternyata tidak mudah menerapkan hal tersebut. Mengingat, masih ada beberapa syarat dan proses yang harus dilalui.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/