alexametrics
24.8 C
Jember
Sunday, 22 May 2022

Sentra Tahu Tamanan Mencoba Eksis

Tetap Bertahan di Tengah Pandemi

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Produksi tahu di kondisi pandemi sekarang ini ternyata masih bergeliat. Bahan makanan yang berasal dari kedelai ini menjadi santapan tambahan masyarakat. Salah satu sentra produksi tahu di Bondowoso berada di Kecamatan Tamanan.

Bagi warga setempat, tahu Tamanan menjadi hidangan wajib saat ada tamu. Selain disajikan dengan petis dan cabai, tahu juga ditaburi garam dan rasanya pun khas. Sentra pembuatan tahu Tamanan ini paling banyak ada di Desa Kalianyar. Informasi yang dihimpun, total ada sekitar 35 produsen di sana. Bahkan, pedukuhan tersebut diberi nama Dusun Tahuan.

Ernadi, 56, produsen tahu Tamanan, menjelaskan, produksinya tak jauh berbeda dengan tahu pada umumnya. Hanya, prosesnya betul-betul diperhatikan. Meskipun kategorinya industri rumahan, pihaknya bisa menghabiskan 75 hingga 100 kilogram kedelai setiap hari.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Kami menggunakan kedelai impor dan lokal. Kalau impor lebih bagus hasilnya,” katanya, saat dikonfirmasi di sela-sela mengarahkan karyawannya.

Sementara, untuk harga kedelai Rp 11 ribu per kilogram. Ia membelinya dari pengepul. “Di Tamanan ini ada sekitar empat pengepul,” katanya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Produksi tahu di kondisi pandemi sekarang ini ternyata masih bergeliat. Bahan makanan yang berasal dari kedelai ini menjadi santapan tambahan masyarakat. Salah satu sentra produksi tahu di Bondowoso berada di Kecamatan Tamanan.

Bagi warga setempat, tahu Tamanan menjadi hidangan wajib saat ada tamu. Selain disajikan dengan petis dan cabai, tahu juga ditaburi garam dan rasanya pun khas. Sentra pembuatan tahu Tamanan ini paling banyak ada di Desa Kalianyar. Informasi yang dihimpun, total ada sekitar 35 produsen di sana. Bahkan, pedukuhan tersebut diberi nama Dusun Tahuan.

Ernadi, 56, produsen tahu Tamanan, menjelaskan, produksinya tak jauh berbeda dengan tahu pada umumnya. Hanya, prosesnya betul-betul diperhatikan. Meskipun kategorinya industri rumahan, pihaknya bisa menghabiskan 75 hingga 100 kilogram kedelai setiap hari.

“Kami menggunakan kedelai impor dan lokal. Kalau impor lebih bagus hasilnya,” katanya, saat dikonfirmasi di sela-sela mengarahkan karyawannya.

Sementara, untuk harga kedelai Rp 11 ribu per kilogram. Ia membelinya dari pengepul. “Di Tamanan ini ada sekitar empat pengepul,” katanya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Produksi tahu di kondisi pandemi sekarang ini ternyata masih bergeliat. Bahan makanan yang berasal dari kedelai ini menjadi santapan tambahan masyarakat. Salah satu sentra produksi tahu di Bondowoso berada di Kecamatan Tamanan.

Bagi warga setempat, tahu Tamanan menjadi hidangan wajib saat ada tamu. Selain disajikan dengan petis dan cabai, tahu juga ditaburi garam dan rasanya pun khas. Sentra pembuatan tahu Tamanan ini paling banyak ada di Desa Kalianyar. Informasi yang dihimpun, total ada sekitar 35 produsen di sana. Bahkan, pedukuhan tersebut diberi nama Dusun Tahuan.

Ernadi, 56, produsen tahu Tamanan, menjelaskan, produksinya tak jauh berbeda dengan tahu pada umumnya. Hanya, prosesnya betul-betul diperhatikan. Meskipun kategorinya industri rumahan, pihaknya bisa menghabiskan 75 hingga 100 kilogram kedelai setiap hari.

“Kami menggunakan kedelai impor dan lokal. Kalau impor lebih bagus hasilnya,” katanya, saat dikonfirmasi di sela-sela mengarahkan karyawannya.

Sementara, untuk harga kedelai Rp 11 ribu per kilogram. Ia membelinya dari pengepul. “Di Tamanan ini ada sekitar empat pengepul,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/