alexametrics
23.4 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Pilih Pakai Bahasa Madura

Cara Muspika Beri Imbauan Larangan Mudik

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Banner berwarna kuning terpampang di sejumlah titik persimpangan jalan strategis di wilayah Kecamatan Maesan. Spanduk itu bertuliskan ‘Nyara Tretan, Tidak Usah Mudik’. Tulisan berbahasa Madura itu cukup menyita perhatian.

Sebab, imbauan dari Muspika Maesan tersebut cukup kreatif dengan mengajak warganya agar tidak mudik dalam bahasa daerah. Di berbagai titik di Bondowoso, banner serupa juga sudah menyebar.

Camat Maesan Ahmad Sayadi mengatakan, imbauan itu untuk menekan penyebaran Covid-19. Sesuai dengan anjuran pemerintah pusat maupun kabupaten. “Salah satu caranya dengan membuat spanduk banner di beberapa lokasi,” bebernya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia mengatakan, pemilihan bahasa Madura digunakan agar bahasa ajakan itu lebih dekat dengan masyarakat. “Karena mayoritas masyarakat atau warga di Kecamatan Maesan ini Madura. Apalagi, Maesan berbatasan dengan Jember. Justru spanduk seperti itu cukup efektif memberikan imbauan,” imbuhnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Banner berwarna kuning terpampang di sejumlah titik persimpangan jalan strategis di wilayah Kecamatan Maesan. Spanduk itu bertuliskan ‘Nyara Tretan, Tidak Usah Mudik’. Tulisan berbahasa Madura itu cukup menyita perhatian.

Sebab, imbauan dari Muspika Maesan tersebut cukup kreatif dengan mengajak warganya agar tidak mudik dalam bahasa daerah. Di berbagai titik di Bondowoso, banner serupa juga sudah menyebar.

Camat Maesan Ahmad Sayadi mengatakan, imbauan itu untuk menekan penyebaran Covid-19. Sesuai dengan anjuran pemerintah pusat maupun kabupaten. “Salah satu caranya dengan membuat spanduk banner di beberapa lokasi,” bebernya.

Dia mengatakan, pemilihan bahasa Madura digunakan agar bahasa ajakan itu lebih dekat dengan masyarakat. “Karena mayoritas masyarakat atau warga di Kecamatan Maesan ini Madura. Apalagi, Maesan berbatasan dengan Jember. Justru spanduk seperti itu cukup efektif memberikan imbauan,” imbuhnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Banner berwarna kuning terpampang di sejumlah titik persimpangan jalan strategis di wilayah Kecamatan Maesan. Spanduk itu bertuliskan ‘Nyara Tretan, Tidak Usah Mudik’. Tulisan berbahasa Madura itu cukup menyita perhatian.

Sebab, imbauan dari Muspika Maesan tersebut cukup kreatif dengan mengajak warganya agar tidak mudik dalam bahasa daerah. Di berbagai titik di Bondowoso, banner serupa juga sudah menyebar.

Camat Maesan Ahmad Sayadi mengatakan, imbauan itu untuk menekan penyebaran Covid-19. Sesuai dengan anjuran pemerintah pusat maupun kabupaten. “Salah satu caranya dengan membuat spanduk banner di beberapa lokasi,” bebernya.

Dia mengatakan, pemilihan bahasa Madura digunakan agar bahasa ajakan itu lebih dekat dengan masyarakat. “Karena mayoritas masyarakat atau warga di Kecamatan Maesan ini Madura. Apalagi, Maesan berbatasan dengan Jember. Justru spanduk seperti itu cukup efektif memberikan imbauan,” imbuhnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/