alexametrics
32 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Penjualan Cupang Tak Seperti Awal Pandemi

Sempat Laris, Kini Mulai Menurun

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Menjual ikan hias merupakan salah satu bisnis yang menguntungkan di awal pandemi. Saat itu banyak orang yang memburu ikan cupang. Namun, kini penjualan ikan hias mengalami penurunan. Sama seperti sebelum pandemi Covid-19.

Ikan mini yang memiliki tampilan menarik ini memang sempat menjadi primadona di tengah pandemi. Banyak orang berburu ikan yang satu ini untuk dipelihara. Hal itu berdampak pada penjualan serta harganya yang meroket pada pertengahan 2020. Jadi, tidak heran jika para penjual mengalami keuntungan yang berlipat ganda.

Rois, salah seorang penjual ikan hias di Alun-Alun RBA Ki Ronggo, menyampaikan, saat ini jumlah ikan yang terjual setiap pekannya jauh berbeda dengan awal pandemi. “Sekarang sudah biasa aja. Gak kayak waktu awal pandemi dulu,” paparnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dijelaskan, saat awal pandemi dia bisa menjual 1.500 ekor ikan cupang dalam sepekan. Saat ini sepekan tidak sampai sebanyak itu. Dia menyimpulkan, kondisi penjualannya sudah sama seperti sebelum pandemi.

Perlu diketahui, ikan yang dia jual didapat dari Kediri. Dikirim sepekan sekali. Bahkan, saat masih banyak dicari oleh masyarakat, dirinya harus mengambil dari kabupaten lain untuk memenuhi kebutuhan permintaan pelanggan. Meskipun harus merogoh kocek lebih dalam lagi. “Pada awal pandemi, saya gak ngandalin yang di sana aja. Saya ambil di daerah lain, meskipun harganya lebih mahal,” jelasnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Menjual ikan hias merupakan salah satu bisnis yang menguntungkan di awal pandemi. Saat itu banyak orang yang memburu ikan cupang. Namun, kini penjualan ikan hias mengalami penurunan. Sama seperti sebelum pandemi Covid-19.

Ikan mini yang memiliki tampilan menarik ini memang sempat menjadi primadona di tengah pandemi. Banyak orang berburu ikan yang satu ini untuk dipelihara. Hal itu berdampak pada penjualan serta harganya yang meroket pada pertengahan 2020. Jadi, tidak heran jika para penjual mengalami keuntungan yang berlipat ganda.

Rois, salah seorang penjual ikan hias di Alun-Alun RBA Ki Ronggo, menyampaikan, saat ini jumlah ikan yang terjual setiap pekannya jauh berbeda dengan awal pandemi. “Sekarang sudah biasa aja. Gak kayak waktu awal pandemi dulu,” paparnya.

Dijelaskan, saat awal pandemi dia bisa menjual 1.500 ekor ikan cupang dalam sepekan. Saat ini sepekan tidak sampai sebanyak itu. Dia menyimpulkan, kondisi penjualannya sudah sama seperti sebelum pandemi.

Perlu diketahui, ikan yang dia jual didapat dari Kediri. Dikirim sepekan sekali. Bahkan, saat masih banyak dicari oleh masyarakat, dirinya harus mengambil dari kabupaten lain untuk memenuhi kebutuhan permintaan pelanggan. Meskipun harus merogoh kocek lebih dalam lagi. “Pada awal pandemi, saya gak ngandalin yang di sana aja. Saya ambil di daerah lain, meskipun harganya lebih mahal,” jelasnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Menjual ikan hias merupakan salah satu bisnis yang menguntungkan di awal pandemi. Saat itu banyak orang yang memburu ikan cupang. Namun, kini penjualan ikan hias mengalami penurunan. Sama seperti sebelum pandemi Covid-19.

Ikan mini yang memiliki tampilan menarik ini memang sempat menjadi primadona di tengah pandemi. Banyak orang berburu ikan yang satu ini untuk dipelihara. Hal itu berdampak pada penjualan serta harganya yang meroket pada pertengahan 2020. Jadi, tidak heran jika para penjual mengalami keuntungan yang berlipat ganda.

Rois, salah seorang penjual ikan hias di Alun-Alun RBA Ki Ronggo, menyampaikan, saat ini jumlah ikan yang terjual setiap pekannya jauh berbeda dengan awal pandemi. “Sekarang sudah biasa aja. Gak kayak waktu awal pandemi dulu,” paparnya.

Dijelaskan, saat awal pandemi dia bisa menjual 1.500 ekor ikan cupang dalam sepekan. Saat ini sepekan tidak sampai sebanyak itu. Dia menyimpulkan, kondisi penjualannya sudah sama seperti sebelum pandemi.

Perlu diketahui, ikan yang dia jual didapat dari Kediri. Dikirim sepekan sekali. Bahkan, saat masih banyak dicari oleh masyarakat, dirinya harus mengambil dari kabupaten lain untuk memenuhi kebutuhan permintaan pelanggan. Meskipun harus merogoh kocek lebih dalam lagi. “Pada awal pandemi, saya gak ngandalin yang di sana aja. Saya ambil di daerah lain, meskipun harganya lebih mahal,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/