alexametrics
25 C
Jember
Thursday, 19 May 2022

Berikan Sosialisasi Warga Sekitar Cagar Budaya

Gali Potensi Budaya dan Keunggulan Maskuning Kulon

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Puluhan warga Desa Maskuning Kulon, Kecamatan Pujer, mendapatkan pengarahan serta edukasi terkait situs budaya yang masuk dalam Ijen Geopark, kemarin. Desa Maskuning Kulon sendiri masuk dalam lima situs budaya, karena terdapat puluhan batu megalitikum di wilayahnya.

Sosialisasi yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) bertemakan pemberdayaan masyarakat sekitar cagar budaya itu diadakan di balai desa setempat. Ada dua pembicara dalam sosialisasi tersebut. Yakni Tantri Raras dari tim ahli budaya Ijen Geopark dan Kayan Suwastika, dosen sejarah dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jember (FKIP UNEJ). “Desa Maskuning Kulon ini salah satu desa yang menjadi rujukan wisata edukasi. Banyak potensi wisata dan warisan budaya yang ada,” kata Tantri.

Dalam sosialisasi tersebut, warga diberi pemahaman akan potensi situs batu-batu megalitikum yang ada di wilayahnya. Ke depan, mereka dapat memanfaatkan sebagai pemberdayaan masyarakat serta mengembangkan lebih baik lagi.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Pemberdayaan ini masyarakat lah sebagai pelakunya. Ketika ada pengunjung datang, tentu ada perputaran ekonomi yang berkelanjutan. Seperti masyarakat bisa berdagang ataupun bisa membuka home stay,” imbuhnya.

Terlebih, di Maskuning Kulon juga sudah ada kelompok sadar wisata (pokdarwis), sanggar desa, dan BUMDes. “Yang patut dikembangkan tidak hanya batu megalitikum saja. Tetapi bisa makanan tradisional ataupun kerajinan rumahan, seperti kerajinan bambu, untuk bisa dijual,” ungkap Tantri.

Senada dengan Tantri, Kayan Suwastika juga menjelaskan betapa kayanya perjalanan sejarah yang ada di Bondowoso. “Bondowoso ini salah satu kota yang banyak memiliki benda-benda cagar budaya di wilayah timur Jawa Timur. Maka dari itu, sebenarnya banyak potensi yang bisa dikembangkan,” pungkasnya.

Situs megalitikum di Desa Maskuning Kulon ini memang sangat unik. Puluhan batu dolmen berada dalam satu wilayah desa. Jaraknya pun berdekatan. Apalagi, beberapa batu itu ada di tengah-tengah kebun dan persawahan warga.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Puluhan warga Desa Maskuning Kulon, Kecamatan Pujer, mendapatkan pengarahan serta edukasi terkait situs budaya yang masuk dalam Ijen Geopark, kemarin. Desa Maskuning Kulon sendiri masuk dalam lima situs budaya, karena terdapat puluhan batu megalitikum di wilayahnya.

Sosialisasi yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) bertemakan pemberdayaan masyarakat sekitar cagar budaya itu diadakan di balai desa setempat. Ada dua pembicara dalam sosialisasi tersebut. Yakni Tantri Raras dari tim ahli budaya Ijen Geopark dan Kayan Suwastika, dosen sejarah dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jember (FKIP UNEJ). “Desa Maskuning Kulon ini salah satu desa yang menjadi rujukan wisata edukasi. Banyak potensi wisata dan warisan budaya yang ada,” kata Tantri.

Dalam sosialisasi tersebut, warga diberi pemahaman akan potensi situs batu-batu megalitikum yang ada di wilayahnya. Ke depan, mereka dapat memanfaatkan sebagai pemberdayaan masyarakat serta mengembangkan lebih baik lagi.

“Pemberdayaan ini masyarakat lah sebagai pelakunya. Ketika ada pengunjung datang, tentu ada perputaran ekonomi yang berkelanjutan. Seperti masyarakat bisa berdagang ataupun bisa membuka home stay,” imbuhnya.

Terlebih, di Maskuning Kulon juga sudah ada kelompok sadar wisata (pokdarwis), sanggar desa, dan BUMDes. “Yang patut dikembangkan tidak hanya batu megalitikum saja. Tetapi bisa makanan tradisional ataupun kerajinan rumahan, seperti kerajinan bambu, untuk bisa dijual,” ungkap Tantri.

Senada dengan Tantri, Kayan Suwastika juga menjelaskan betapa kayanya perjalanan sejarah yang ada di Bondowoso. “Bondowoso ini salah satu kota yang banyak memiliki benda-benda cagar budaya di wilayah timur Jawa Timur. Maka dari itu, sebenarnya banyak potensi yang bisa dikembangkan,” pungkasnya.

Situs megalitikum di Desa Maskuning Kulon ini memang sangat unik. Puluhan batu dolmen berada dalam satu wilayah desa. Jaraknya pun berdekatan. Apalagi, beberapa batu itu ada di tengah-tengah kebun dan persawahan warga.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Puluhan warga Desa Maskuning Kulon, Kecamatan Pujer, mendapatkan pengarahan serta edukasi terkait situs budaya yang masuk dalam Ijen Geopark, kemarin. Desa Maskuning Kulon sendiri masuk dalam lima situs budaya, karena terdapat puluhan batu megalitikum di wilayahnya.

Sosialisasi yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) bertemakan pemberdayaan masyarakat sekitar cagar budaya itu diadakan di balai desa setempat. Ada dua pembicara dalam sosialisasi tersebut. Yakni Tantri Raras dari tim ahli budaya Ijen Geopark dan Kayan Suwastika, dosen sejarah dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jember (FKIP UNEJ). “Desa Maskuning Kulon ini salah satu desa yang menjadi rujukan wisata edukasi. Banyak potensi wisata dan warisan budaya yang ada,” kata Tantri.

Dalam sosialisasi tersebut, warga diberi pemahaman akan potensi situs batu-batu megalitikum yang ada di wilayahnya. Ke depan, mereka dapat memanfaatkan sebagai pemberdayaan masyarakat serta mengembangkan lebih baik lagi.

“Pemberdayaan ini masyarakat lah sebagai pelakunya. Ketika ada pengunjung datang, tentu ada perputaran ekonomi yang berkelanjutan. Seperti masyarakat bisa berdagang ataupun bisa membuka home stay,” imbuhnya.

Terlebih, di Maskuning Kulon juga sudah ada kelompok sadar wisata (pokdarwis), sanggar desa, dan BUMDes. “Yang patut dikembangkan tidak hanya batu megalitikum saja. Tetapi bisa makanan tradisional ataupun kerajinan rumahan, seperti kerajinan bambu, untuk bisa dijual,” ungkap Tantri.

Senada dengan Tantri, Kayan Suwastika juga menjelaskan betapa kayanya perjalanan sejarah yang ada di Bondowoso. “Bondowoso ini salah satu kota yang banyak memiliki benda-benda cagar budaya di wilayah timur Jawa Timur. Maka dari itu, sebenarnya banyak potensi yang bisa dikembangkan,” pungkasnya.

Situs megalitikum di Desa Maskuning Kulon ini memang sangat unik. Puluhan batu dolmen berada dalam satu wilayah desa. Jaraknya pun berdekatan. Apalagi, beberapa batu itu ada di tengah-tengah kebun dan persawahan warga.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/