alexametrics
28.4 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Berikan Trauma Healing Unik, Murid Dipangku dan Diajak Tos agar Mau Vaksin

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Vaksinasi anak usia enam hingga sebelas tahun di Bondowoso sudah mulai dilakukan, beberapa waktu yang lalu. Untuk melakukan percepatan vaksinasi pada anak, sejumlah pihak terus berupaya terjun langsung ke sekolah. Termasuk Kepolisian Resor (Polres) Bondowoso. Tapi, ternyata tidak semua siswa berani untuk mendapatkan suntikan vaksin.

Oleh sebab itu, sejumlah aparat kepolisian yang bertugas ke sekolah-sekolah memiliki cara unik agar siswa mau disuntik vaksin tanpa ketakutan. Ada model trauma healing atau penyembuhan trauma unik yang dilakukan oleh mereka kepada para siswa yang sedang menjalani vaksinasi di Kabupaten Bondowoso.

Upaya trauma healing tersebut dianggap sebagai salah satu cara untuk menghilangkan ketakutan siswa usia enam hingga sebelas tahun sebelum, ketika, dan seusai vaksinasi. Trauma healing tersebut tidak sekadar memberikan hiburan untuk menenangkan para siswa. Namun, para aparat kepolisian juga melakukan tos dengan para siswa setelah dilakukan vaksinasi. Tujuannya agar para siswa tetap semangat dan mau mengajak teman-temannya yang lain untuk melakukan vaksinasi juga.

Mobile_AP_Rectangle 2

Seperti yang dilakukan oleh Iptu Martono, Kasubag Watpres Bag SDM Polres Bondowoso, bersama lima orang personel kepolisian lainnya, di SDN Maesan, Kecamatan Maesan, Kabupaten Bondowoso. Dalam kegiatan vaksinasi di sekolah itu, pihaknya menjelaskan, upaya trauma healing unik merupakan cara agar anak tidak takut divaksin. “Upaya trauma healing ini agar anak-anak tenang, berani, dan semangat untuk menjalani vaksinasi,” ungkap Iptu Martono.

Menurutnya, polisi hadir untuk mendukung suksesnya vaksinasi di Kabupaten Bondowoso, termasuk yang menyasar anak usia 6–12 tahun. Kunjungan tersebut memang baru perdana dilakukan. Meski demikian, kegiatan serupa juga akan dilaksanakan di berbagai sekolah secara rutin. “Kami akan digelar rutin secara acak di beberapa SD di Kabupaten Bondowoso,” ucap Iptu Martonono.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Vaksinasi anak usia enam hingga sebelas tahun di Bondowoso sudah mulai dilakukan, beberapa waktu yang lalu. Untuk melakukan percepatan vaksinasi pada anak, sejumlah pihak terus berupaya terjun langsung ke sekolah. Termasuk Kepolisian Resor (Polres) Bondowoso. Tapi, ternyata tidak semua siswa berani untuk mendapatkan suntikan vaksin.

Oleh sebab itu, sejumlah aparat kepolisian yang bertugas ke sekolah-sekolah memiliki cara unik agar siswa mau disuntik vaksin tanpa ketakutan. Ada model trauma healing atau penyembuhan trauma unik yang dilakukan oleh mereka kepada para siswa yang sedang menjalani vaksinasi di Kabupaten Bondowoso.

Upaya trauma healing tersebut dianggap sebagai salah satu cara untuk menghilangkan ketakutan siswa usia enam hingga sebelas tahun sebelum, ketika, dan seusai vaksinasi. Trauma healing tersebut tidak sekadar memberikan hiburan untuk menenangkan para siswa. Namun, para aparat kepolisian juga melakukan tos dengan para siswa setelah dilakukan vaksinasi. Tujuannya agar para siswa tetap semangat dan mau mengajak teman-temannya yang lain untuk melakukan vaksinasi juga.

Seperti yang dilakukan oleh Iptu Martono, Kasubag Watpres Bag SDM Polres Bondowoso, bersama lima orang personel kepolisian lainnya, di SDN Maesan, Kecamatan Maesan, Kabupaten Bondowoso. Dalam kegiatan vaksinasi di sekolah itu, pihaknya menjelaskan, upaya trauma healing unik merupakan cara agar anak tidak takut divaksin. “Upaya trauma healing ini agar anak-anak tenang, berani, dan semangat untuk menjalani vaksinasi,” ungkap Iptu Martono.

Menurutnya, polisi hadir untuk mendukung suksesnya vaksinasi di Kabupaten Bondowoso, termasuk yang menyasar anak usia 6–12 tahun. Kunjungan tersebut memang baru perdana dilakukan. Meski demikian, kegiatan serupa juga akan dilaksanakan di berbagai sekolah secara rutin. “Kami akan digelar rutin secara acak di beberapa SD di Kabupaten Bondowoso,” ucap Iptu Martonono.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Vaksinasi anak usia enam hingga sebelas tahun di Bondowoso sudah mulai dilakukan, beberapa waktu yang lalu. Untuk melakukan percepatan vaksinasi pada anak, sejumlah pihak terus berupaya terjun langsung ke sekolah. Termasuk Kepolisian Resor (Polres) Bondowoso. Tapi, ternyata tidak semua siswa berani untuk mendapatkan suntikan vaksin.

Oleh sebab itu, sejumlah aparat kepolisian yang bertugas ke sekolah-sekolah memiliki cara unik agar siswa mau disuntik vaksin tanpa ketakutan. Ada model trauma healing atau penyembuhan trauma unik yang dilakukan oleh mereka kepada para siswa yang sedang menjalani vaksinasi di Kabupaten Bondowoso.

Upaya trauma healing tersebut dianggap sebagai salah satu cara untuk menghilangkan ketakutan siswa usia enam hingga sebelas tahun sebelum, ketika, dan seusai vaksinasi. Trauma healing tersebut tidak sekadar memberikan hiburan untuk menenangkan para siswa. Namun, para aparat kepolisian juga melakukan tos dengan para siswa setelah dilakukan vaksinasi. Tujuannya agar para siswa tetap semangat dan mau mengajak teman-temannya yang lain untuk melakukan vaksinasi juga.

Seperti yang dilakukan oleh Iptu Martono, Kasubag Watpres Bag SDM Polres Bondowoso, bersama lima orang personel kepolisian lainnya, di SDN Maesan, Kecamatan Maesan, Kabupaten Bondowoso. Dalam kegiatan vaksinasi di sekolah itu, pihaknya menjelaskan, upaya trauma healing unik merupakan cara agar anak tidak takut divaksin. “Upaya trauma healing ini agar anak-anak tenang, berani, dan semangat untuk menjalani vaksinasi,” ungkap Iptu Martono.

Menurutnya, polisi hadir untuk mendukung suksesnya vaksinasi di Kabupaten Bondowoso, termasuk yang menyasar anak usia 6–12 tahun. Kunjungan tersebut memang baru perdana dilakukan. Meski demikian, kegiatan serupa juga akan dilaksanakan di berbagai sekolah secara rutin. “Kami akan digelar rutin secara acak di beberapa SD di Kabupaten Bondowoso,” ucap Iptu Martonono.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/