alexametrics
31 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Alat E-KTP Terbengkalai

Dispenduk dan Kecamatan Saling Tuding

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID –  DPRD Bondowoso menemukan kejanggalan pada salah satu gudang di kantor kecamatan. Alat perekam e-KTP dan percetakan KK yang dibagikan ke sejumlah kecamatan di Kabupaten Bondowoso dibiarkan terbengkalai alias tidak digunakan.

Hal itu terungkap setelah Komisi I DPRD Bondowoso melakukan kunjungan kerja ke sejumlah kecamatan. Rombongan Komisi I yang dipimpin langsung ketua komisi mendapati alat perekam e-KTP dan percetakan KK dipenuhi debu tebal dan sama sekali tak dioperasikan sejak didistribusikan.

Tohari, Ketua Komisi I, mengatakan, pada 2019 Dispendukcapil melakukan pengadaan peralatan cetak KK dan alat rekam e-KTP.  “Untuk alat cetak KK sudah tersebar di semua kecamatan dan alat rekam e-KTP tersebar didistribusikan ke 14 kecamatan. Jadi, 9 kecamatan yang belum menerima alat rekam e-KTP,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Adapun alat rekam e-KTP yang pengadaannya melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Bondowoso itu terdiri atas kamera, komputer, alat perekam, dan sejumlah alat pendukung lainnya.

Alat itu kemudian didistribusikan ke kecamatan pada tahun 2020. Tetapi alat itu tidak digunakan dan dibiarkan menumpuk sehingga berdebu. “Kalau itu digunakan, warga bisa cetak KK di kecamatan. Sementara, rekam e-KTP juga di kecamatan. Namun, cetaknya di Dispendukcapil,” jelasnya.

Menurutnya, dari enam kecamatan yang dikunjungi, hanya satu alat yang dioperasikan, yakni di Kecamatan Wringin. “Untuk kecamatan lain, jangankan rekam e-KTP, cetak KK saja belum dijalankan,” jelasnya, saat dikonfirmasi.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID –  DPRD Bondowoso menemukan kejanggalan pada salah satu gudang di kantor kecamatan. Alat perekam e-KTP dan percetakan KK yang dibagikan ke sejumlah kecamatan di Kabupaten Bondowoso dibiarkan terbengkalai alias tidak digunakan.

Hal itu terungkap setelah Komisi I DPRD Bondowoso melakukan kunjungan kerja ke sejumlah kecamatan. Rombongan Komisi I yang dipimpin langsung ketua komisi mendapati alat perekam e-KTP dan percetakan KK dipenuhi debu tebal dan sama sekali tak dioperasikan sejak didistribusikan.

Tohari, Ketua Komisi I, mengatakan, pada 2019 Dispendukcapil melakukan pengadaan peralatan cetak KK dan alat rekam e-KTP.  “Untuk alat cetak KK sudah tersebar di semua kecamatan dan alat rekam e-KTP tersebar didistribusikan ke 14 kecamatan. Jadi, 9 kecamatan yang belum menerima alat rekam e-KTP,” katanya.

Adapun alat rekam e-KTP yang pengadaannya melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Bondowoso itu terdiri atas kamera, komputer, alat perekam, dan sejumlah alat pendukung lainnya.

Alat itu kemudian didistribusikan ke kecamatan pada tahun 2020. Tetapi alat itu tidak digunakan dan dibiarkan menumpuk sehingga berdebu. “Kalau itu digunakan, warga bisa cetak KK di kecamatan. Sementara, rekam e-KTP juga di kecamatan. Namun, cetaknya di Dispendukcapil,” jelasnya.

Menurutnya, dari enam kecamatan yang dikunjungi, hanya satu alat yang dioperasikan, yakni di Kecamatan Wringin. “Untuk kecamatan lain, jangankan rekam e-KTP, cetak KK saja belum dijalankan,” jelasnya, saat dikonfirmasi.

JEMBER, RADARJEMBER.ID –  DPRD Bondowoso menemukan kejanggalan pada salah satu gudang di kantor kecamatan. Alat perekam e-KTP dan percetakan KK yang dibagikan ke sejumlah kecamatan di Kabupaten Bondowoso dibiarkan terbengkalai alias tidak digunakan.

Hal itu terungkap setelah Komisi I DPRD Bondowoso melakukan kunjungan kerja ke sejumlah kecamatan. Rombongan Komisi I yang dipimpin langsung ketua komisi mendapati alat perekam e-KTP dan percetakan KK dipenuhi debu tebal dan sama sekali tak dioperasikan sejak didistribusikan.

Tohari, Ketua Komisi I, mengatakan, pada 2019 Dispendukcapil melakukan pengadaan peralatan cetak KK dan alat rekam e-KTP.  “Untuk alat cetak KK sudah tersebar di semua kecamatan dan alat rekam e-KTP tersebar didistribusikan ke 14 kecamatan. Jadi, 9 kecamatan yang belum menerima alat rekam e-KTP,” katanya.

Adapun alat rekam e-KTP yang pengadaannya melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Bondowoso itu terdiri atas kamera, komputer, alat perekam, dan sejumlah alat pendukung lainnya.

Alat itu kemudian didistribusikan ke kecamatan pada tahun 2020. Tetapi alat itu tidak digunakan dan dibiarkan menumpuk sehingga berdebu. “Kalau itu digunakan, warga bisa cetak KK di kecamatan. Sementara, rekam e-KTP juga di kecamatan. Namun, cetaknya di Dispendukcapil,” jelasnya.

Menurutnya, dari enam kecamatan yang dikunjungi, hanya satu alat yang dioperasikan, yakni di Kecamatan Wringin. “Untuk kecamatan lain, jangankan rekam e-KTP, cetak KK saja belum dijalankan,” jelasnya, saat dikonfirmasi.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/