alexametrics
23 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Apa Kabar Bondowoso Republik Kopi?

Gaung Menghilang, Tak Ada Lagi Festival

Mobile_AP_Rectangle 1

DABASAH, RADARJEMBER.ID – Selama tahun 2021 kemarin nyaris tak ada kegiatan Festival Kopi Bondowoso. Alasannya tetap sama, yakni karena faktor pandemi. Sehingga tidak bisa mengumpulkan banyak orang. Selain itu, faktor minimnya APBD Bondowoso untuk kopi menjadi faktor penting. Padahal branding Bondowoso Republik Kopi (BRK) sudah melekat.

Sayangnya, dua atau tiga tahun terakhir Bondowoso terkesan tak lagi serius mempromosikan produk kopinya. Ketika disinggung tidak ada festival kopi yang digelar selama tahun 2021 kemarin, Pj Sekretaris Daerah Bondowoso Soekaryo menanggapi dengan setengah hati.

“Ini leading sector-nya ada di Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag, Red). Sehingga kopi dari masyarakat seharusnya juga sudah evaluasi beberapa produknya. Dipasarkan ke mana saja, sehingga BRK itu juga tak pudar,” ujar Soekaryo.

Mobile_AP_Rectangle 2

Soekaryo menambahkan, tahun ini pihaknya akan mendata kembali berapa produksi kopi dari para petani. “Kami akan mendata kembali berapa banyak produksi kopi. Lalu, bagaimana caranya mengembangkannya,” imbuh dia.

- Advertisement -

DABASAH, RADARJEMBER.ID – Selama tahun 2021 kemarin nyaris tak ada kegiatan Festival Kopi Bondowoso. Alasannya tetap sama, yakni karena faktor pandemi. Sehingga tidak bisa mengumpulkan banyak orang. Selain itu, faktor minimnya APBD Bondowoso untuk kopi menjadi faktor penting. Padahal branding Bondowoso Republik Kopi (BRK) sudah melekat.

Sayangnya, dua atau tiga tahun terakhir Bondowoso terkesan tak lagi serius mempromosikan produk kopinya. Ketika disinggung tidak ada festival kopi yang digelar selama tahun 2021 kemarin, Pj Sekretaris Daerah Bondowoso Soekaryo menanggapi dengan setengah hati.

“Ini leading sector-nya ada di Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag, Red). Sehingga kopi dari masyarakat seharusnya juga sudah evaluasi beberapa produknya. Dipasarkan ke mana saja, sehingga BRK itu juga tak pudar,” ujar Soekaryo.

Soekaryo menambahkan, tahun ini pihaknya akan mendata kembali berapa produksi kopi dari para petani. “Kami akan mendata kembali berapa banyak produksi kopi. Lalu, bagaimana caranya mengembangkannya,” imbuh dia.

DABASAH, RADARJEMBER.ID – Selama tahun 2021 kemarin nyaris tak ada kegiatan Festival Kopi Bondowoso. Alasannya tetap sama, yakni karena faktor pandemi. Sehingga tidak bisa mengumpulkan banyak orang. Selain itu, faktor minimnya APBD Bondowoso untuk kopi menjadi faktor penting. Padahal branding Bondowoso Republik Kopi (BRK) sudah melekat.

Sayangnya, dua atau tiga tahun terakhir Bondowoso terkesan tak lagi serius mempromosikan produk kopinya. Ketika disinggung tidak ada festival kopi yang digelar selama tahun 2021 kemarin, Pj Sekretaris Daerah Bondowoso Soekaryo menanggapi dengan setengah hati.

“Ini leading sector-nya ada di Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag, Red). Sehingga kopi dari masyarakat seharusnya juga sudah evaluasi beberapa produknya. Dipasarkan ke mana saja, sehingga BRK itu juga tak pudar,” ujar Soekaryo.

Soekaryo menambahkan, tahun ini pihaknya akan mendata kembali berapa produksi kopi dari para petani. “Kami akan mendata kembali berapa banyak produksi kopi. Lalu, bagaimana caranya mengembangkannya,” imbuh dia.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/