alexametrics
20.1 C
Jember
Wednesday, 29 June 2022

Petani Bondowoso Minim Ikuti Program Asuransi Usaha Tanaman Padi

Mobile_AP_Rectangle 1

Di masa pandemi Covid-19, secara makro sektor pertanian masih tumbuh sekitar 2,5 persen secara nasional karena merupakan kebutuhan pokok. Namun, secara individu, para petani benar-benar terdampak pandemi Covid-19. “Terus bergerak, nggak ada hentinya,” ungkapnya.

Sementara itu, salah satu petani di Bondowoso, Suprapto, menerangkan, selain padi, terdapat beberapa tanaman alternatif yang bisa dikerjakan petani. Yakni jagung, ketela rambat, dan singkong. Tapi, masalahnya terletak pada harga yang membuat petani tidak tertarik. “Karena kondisi pasar naik turun sesuai kebutuhan. Di saat pasar butuh, harga tinggi. Saat pasar nggak butuh, harganya nggak karuan,” bebernya.

Diakuinya, di masa pandemi sulit bagi petani untuk mencari alternatif selain jagung dan padi. Apalagi jagung, di samping bisa dimakan untuk masyarakat juga bisa untuk pakan ternak.

Mobile_AP_Rectangle 2

 

 

Jurnalis : Ilham Wahyudi
Fotografer : Dokumentasi Radar Ijen
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti

- Advertisement -

Di masa pandemi Covid-19, secara makro sektor pertanian masih tumbuh sekitar 2,5 persen secara nasional karena merupakan kebutuhan pokok. Namun, secara individu, para petani benar-benar terdampak pandemi Covid-19. “Terus bergerak, nggak ada hentinya,” ungkapnya.

Sementara itu, salah satu petani di Bondowoso, Suprapto, menerangkan, selain padi, terdapat beberapa tanaman alternatif yang bisa dikerjakan petani. Yakni jagung, ketela rambat, dan singkong. Tapi, masalahnya terletak pada harga yang membuat petani tidak tertarik. “Karena kondisi pasar naik turun sesuai kebutuhan. Di saat pasar butuh, harga tinggi. Saat pasar nggak butuh, harganya nggak karuan,” bebernya.

Diakuinya, di masa pandemi sulit bagi petani untuk mencari alternatif selain jagung dan padi. Apalagi jagung, di samping bisa dimakan untuk masyarakat juga bisa untuk pakan ternak.

 

 

Jurnalis : Ilham Wahyudi
Fotografer : Dokumentasi Radar Ijen
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti

Di masa pandemi Covid-19, secara makro sektor pertanian masih tumbuh sekitar 2,5 persen secara nasional karena merupakan kebutuhan pokok. Namun, secara individu, para petani benar-benar terdampak pandemi Covid-19. “Terus bergerak, nggak ada hentinya,” ungkapnya.

Sementara itu, salah satu petani di Bondowoso, Suprapto, menerangkan, selain padi, terdapat beberapa tanaman alternatif yang bisa dikerjakan petani. Yakni jagung, ketela rambat, dan singkong. Tapi, masalahnya terletak pada harga yang membuat petani tidak tertarik. “Karena kondisi pasar naik turun sesuai kebutuhan. Di saat pasar butuh, harga tinggi. Saat pasar nggak butuh, harganya nggak karuan,” bebernya.

Diakuinya, di masa pandemi sulit bagi petani untuk mencari alternatif selain jagung dan padi. Apalagi jagung, di samping bisa dimakan untuk masyarakat juga bisa untuk pakan ternak.

 

 

Jurnalis : Ilham Wahyudi
Fotografer : Dokumentasi Radar Ijen
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/