alexametrics
27.7 C
Jember
Sunday, 3 July 2022

Kasus HIV/AIDS di Bondowoso Menurun tapi Tak Menghilang

Mobile_AP_Rectangle 1

Lebih lanjut, dia juga berpesan agar warga Kabupaten Bondowoso tidak perlu mengucilkan penderita HIV/AIDS. Sebab, pada dasarnya mereka juga masih sesama manusia. “Selain itu, penderita harus patuh mengonsumsi ARV,” pungkasnya.

Sementara berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Bondowoso, jumlah orang yang terkonfirmasi HIV/AIDS pada tahun ini, sebanyak 137 orang. 68 di antaranya adalah perempuan dan 69 sisanya adalah laki-laki. 19 orang di antara jumlah tersebut dinyatakan meninggal dunia.

dr Mohammad Imron menerangkan ada beberapa penyebab masyarakat bisa terkonfirmasi HIV. Seperti pasangan dari suami atau istri, hingga dari ibu ke anak. Melihat tingginya kasus tersebut, pihaknya menggencarkan edukasi kepada masyarakat. Terutama sosialisasi kepada para siswa yang da di sekolah SMP dan SMA. “Juga melalui teman sebaya dari Mahameru dengan pendampingan sebaya ODHA (Orang Dalam HIV/AIDS, Red). ODHA diberdayakan untuk membantu masyarakat terutama ODHA yg membutuhkan baik pelayanan, obat atau pengetahuan tentang HIV/AIDS,” ujarnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Tidak hanya itu, dr Imron juga menyebut, dalam melakukan penanganan dan pencegahan, pihaknya juga melakukan screening. Baik melalui konseling tes langsung dari orang yang mau tahu statusnya langsung ke layanan. “Bisa dari inisiasi petugas, karena status pasangannya positif, atau dari penyakit TB. Bisa dari ibu hamil saat pemeriksaan triple eliminasi HIV, sifilis dan Hepatitis B. Bisa dari catin (calon pengantin, Red),” pungkasnya.

 

 

Jurnalis : Ilham Wahyudi
Fotografer : Ilham Wahyudi
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti

- Advertisement -

Lebih lanjut, dia juga berpesan agar warga Kabupaten Bondowoso tidak perlu mengucilkan penderita HIV/AIDS. Sebab, pada dasarnya mereka juga masih sesama manusia. “Selain itu, penderita harus patuh mengonsumsi ARV,” pungkasnya.

Sementara berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Bondowoso, jumlah orang yang terkonfirmasi HIV/AIDS pada tahun ini, sebanyak 137 orang. 68 di antaranya adalah perempuan dan 69 sisanya adalah laki-laki. 19 orang di antara jumlah tersebut dinyatakan meninggal dunia.

dr Mohammad Imron menerangkan ada beberapa penyebab masyarakat bisa terkonfirmasi HIV. Seperti pasangan dari suami atau istri, hingga dari ibu ke anak. Melihat tingginya kasus tersebut, pihaknya menggencarkan edukasi kepada masyarakat. Terutama sosialisasi kepada para siswa yang da di sekolah SMP dan SMA. “Juga melalui teman sebaya dari Mahameru dengan pendampingan sebaya ODHA (Orang Dalam HIV/AIDS, Red). ODHA diberdayakan untuk membantu masyarakat terutama ODHA yg membutuhkan baik pelayanan, obat atau pengetahuan tentang HIV/AIDS,” ujarnya.

Tidak hanya itu, dr Imron juga menyebut, dalam melakukan penanganan dan pencegahan, pihaknya juga melakukan screening. Baik melalui konseling tes langsung dari orang yang mau tahu statusnya langsung ke layanan. “Bisa dari inisiasi petugas, karena status pasangannya positif, atau dari penyakit TB. Bisa dari ibu hamil saat pemeriksaan triple eliminasi HIV, sifilis dan Hepatitis B. Bisa dari catin (calon pengantin, Red),” pungkasnya.

 

 

Jurnalis : Ilham Wahyudi
Fotografer : Ilham Wahyudi
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti

Lebih lanjut, dia juga berpesan agar warga Kabupaten Bondowoso tidak perlu mengucilkan penderita HIV/AIDS. Sebab, pada dasarnya mereka juga masih sesama manusia. “Selain itu, penderita harus patuh mengonsumsi ARV,” pungkasnya.

Sementara berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Bondowoso, jumlah orang yang terkonfirmasi HIV/AIDS pada tahun ini, sebanyak 137 orang. 68 di antaranya adalah perempuan dan 69 sisanya adalah laki-laki. 19 orang di antara jumlah tersebut dinyatakan meninggal dunia.

dr Mohammad Imron menerangkan ada beberapa penyebab masyarakat bisa terkonfirmasi HIV. Seperti pasangan dari suami atau istri, hingga dari ibu ke anak. Melihat tingginya kasus tersebut, pihaknya menggencarkan edukasi kepada masyarakat. Terutama sosialisasi kepada para siswa yang da di sekolah SMP dan SMA. “Juga melalui teman sebaya dari Mahameru dengan pendampingan sebaya ODHA (Orang Dalam HIV/AIDS, Red). ODHA diberdayakan untuk membantu masyarakat terutama ODHA yg membutuhkan baik pelayanan, obat atau pengetahuan tentang HIV/AIDS,” ujarnya.

Tidak hanya itu, dr Imron juga menyebut, dalam melakukan penanganan dan pencegahan, pihaknya juga melakukan screening. Baik melalui konseling tes langsung dari orang yang mau tahu statusnya langsung ke layanan. “Bisa dari inisiasi petugas, karena status pasangannya positif, atau dari penyakit TB. Bisa dari ibu hamil saat pemeriksaan triple eliminasi HIV, sifilis dan Hepatitis B. Bisa dari catin (calon pengantin, Red),” pungkasnya.

 

 

Jurnalis : Ilham Wahyudi
Fotografer : Ilham Wahyudi
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/