alexametrics
28 C
Jember
Thursday, 18 August 2022

Piramid Dikaji Jadi Wisata Minat Khusus

Libatkan APGI dan Anggota Wanadri

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Meskipun sudah menelan korban jiwa, Bukit Piramid tetap menawan. Karenanya, bukit ini diarahkan menjadi objek wisata minat khusus. Pemkab, dalam hal ini Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora), melakukan kajian. Melibatkan Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) dan anggota Wanadri.

Beberapa waktu lalu, sejumlah pendaki gunung profesional melakukan pemetaan dan survei di bukit yang berada di Kelurahan/Kecamatan Curahdami itu. Mereka didampingi pihak Perhutani KPH Bondowoso. Para pendaki ini mengukur seberapa potensi bahaya saat seseorang melakukan pendakian. Sebab, selama ini dikenal curam dan berbahaya. Saat survei pemetaan, tim terjun langsung ke gunung yang memiliki ketinggian 1.521 mdpl tersebut. Mereka berjalan di bawah kabut tebal. Bahkan di antara mereka merupakan pendaki dari luar negeri.

Survei pemetaan itu dibenarkan oleh Arif Setyo Rahardjo, Kepala Bidang (Kabid) Pariwisata Disparpora Bondowoso. Pihaknya sengaja menggandeng dua pendaki profesional yang tergabung dalam anggota Wanadri dan anggota APGI (Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia). Untuk menyurvei jalur-jalur di Bukit Piramid yang aman dan bisa dilanjutkan serta direkomendasikan sebagai wisata minat khusus. “Agar tak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti sebelumnya,” terang pria yang akrab disapa Arif ini.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Meskipun sudah menelan korban jiwa, Bukit Piramid tetap menawan. Karenanya, bukit ini diarahkan menjadi objek wisata minat khusus. Pemkab, dalam hal ini Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora), melakukan kajian. Melibatkan Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) dan anggota Wanadri.

Beberapa waktu lalu, sejumlah pendaki gunung profesional melakukan pemetaan dan survei di bukit yang berada di Kelurahan/Kecamatan Curahdami itu. Mereka didampingi pihak Perhutani KPH Bondowoso. Para pendaki ini mengukur seberapa potensi bahaya saat seseorang melakukan pendakian. Sebab, selama ini dikenal curam dan berbahaya. Saat survei pemetaan, tim terjun langsung ke gunung yang memiliki ketinggian 1.521 mdpl tersebut. Mereka berjalan di bawah kabut tebal. Bahkan di antara mereka merupakan pendaki dari luar negeri.

Survei pemetaan itu dibenarkan oleh Arif Setyo Rahardjo, Kepala Bidang (Kabid) Pariwisata Disparpora Bondowoso. Pihaknya sengaja menggandeng dua pendaki profesional yang tergabung dalam anggota Wanadri dan anggota APGI (Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia). Untuk menyurvei jalur-jalur di Bukit Piramid yang aman dan bisa dilanjutkan serta direkomendasikan sebagai wisata minat khusus. “Agar tak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti sebelumnya,” terang pria yang akrab disapa Arif ini.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Meskipun sudah menelan korban jiwa, Bukit Piramid tetap menawan. Karenanya, bukit ini diarahkan menjadi objek wisata minat khusus. Pemkab, dalam hal ini Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora), melakukan kajian. Melibatkan Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) dan anggota Wanadri.

Beberapa waktu lalu, sejumlah pendaki gunung profesional melakukan pemetaan dan survei di bukit yang berada di Kelurahan/Kecamatan Curahdami itu. Mereka didampingi pihak Perhutani KPH Bondowoso. Para pendaki ini mengukur seberapa potensi bahaya saat seseorang melakukan pendakian. Sebab, selama ini dikenal curam dan berbahaya. Saat survei pemetaan, tim terjun langsung ke gunung yang memiliki ketinggian 1.521 mdpl tersebut. Mereka berjalan di bawah kabut tebal. Bahkan di antara mereka merupakan pendaki dari luar negeri.

Survei pemetaan itu dibenarkan oleh Arif Setyo Rahardjo, Kepala Bidang (Kabid) Pariwisata Disparpora Bondowoso. Pihaknya sengaja menggandeng dua pendaki profesional yang tergabung dalam anggota Wanadri dan anggota APGI (Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia). Untuk menyurvei jalur-jalur di Bukit Piramid yang aman dan bisa dilanjutkan serta direkomendasikan sebagai wisata minat khusus. “Agar tak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti sebelumnya,” terang pria yang akrab disapa Arif ini.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/