alexametrics
31.3 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

TPA Baru di Bondowoso Masih Terkendala Akses Jalan

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Tempat pembuangan akhir (TPA) sampah yang berada di Kecamatan Taman Krocok diprediksi tak bisa menampung sampah rumah tangga pada lima tahun yang akan datang. Saat ini saja TPA Taman Krocok sudah overload. Terlebih alat berat yang mengurai sampah juga sudah rusak.

Lokasi TPA baru pun sebenarnya sudah disiapkan dengan luas lahan 5,2 hektare di Desa Paguan, Kecamatan Taman Krocok. Namun, realisasi untuk memindah TPA ke lokasi baru tak kunjung selesai.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Bondowoso Kukuh Rahardjo menuturkan, ada sejumlah kendala yang menyebabkan TPA baru belum bisa dipakai. “Akses jalan menuju TPA yang baru itu belum bisa sampai ke lokasi. Karena jalannya masih berupa tanah,” ujar Kukuh.

Mobile_AP_Rectangle 2

Beberapa tahun lalu pihaknya sudah menganggarkan terkait TPA tersebut. Hanya, hingga kini belum bisa dieksekusi. “Karena terkena refocusing anggaran pandemi ini. Termasuk anggaran untuk alat berat atau ekskavator,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Kukuh menambahkan bahwa problem sampah di TPA tersebut sudah masuk program crosscutting. Yakni program yang diemban beberapa OPD terkait. Tetapi, lagi-lagi kini masih terbentur anggaran refocusing.

Disinggung apakah permasalahan TPA Taman Krocok diprediksi tak bisa menampung sampah lagi dalam lima tahun ke depan, seperti bom waktu, Kukuh menekankan perlu visi dan misi yang sama semua pihak terkait. “Sebenarnya permasalahan sampah ini adalah masalah kita semua. Sementara ini, masalahnya berada di TPA. Kan sampah-sampah di masyarakat masih bisa diangkut semua. Hanya saja, problemnya memang di TPA overload,” katanya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Tempat pembuangan akhir (TPA) sampah yang berada di Kecamatan Taman Krocok diprediksi tak bisa menampung sampah rumah tangga pada lima tahun yang akan datang. Saat ini saja TPA Taman Krocok sudah overload. Terlebih alat berat yang mengurai sampah juga sudah rusak.

Lokasi TPA baru pun sebenarnya sudah disiapkan dengan luas lahan 5,2 hektare di Desa Paguan, Kecamatan Taman Krocok. Namun, realisasi untuk memindah TPA ke lokasi baru tak kunjung selesai.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Bondowoso Kukuh Rahardjo menuturkan, ada sejumlah kendala yang menyebabkan TPA baru belum bisa dipakai. “Akses jalan menuju TPA yang baru itu belum bisa sampai ke lokasi. Karena jalannya masih berupa tanah,” ujar Kukuh.

Beberapa tahun lalu pihaknya sudah menganggarkan terkait TPA tersebut. Hanya, hingga kini belum bisa dieksekusi. “Karena terkena refocusing anggaran pandemi ini. Termasuk anggaran untuk alat berat atau ekskavator,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Kukuh menambahkan bahwa problem sampah di TPA tersebut sudah masuk program crosscutting. Yakni program yang diemban beberapa OPD terkait. Tetapi, lagi-lagi kini masih terbentur anggaran refocusing.

Disinggung apakah permasalahan TPA Taman Krocok diprediksi tak bisa menampung sampah lagi dalam lima tahun ke depan, seperti bom waktu, Kukuh menekankan perlu visi dan misi yang sama semua pihak terkait. “Sebenarnya permasalahan sampah ini adalah masalah kita semua. Sementara ini, masalahnya berada di TPA. Kan sampah-sampah di masyarakat masih bisa diangkut semua. Hanya saja, problemnya memang di TPA overload,” katanya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Tempat pembuangan akhir (TPA) sampah yang berada di Kecamatan Taman Krocok diprediksi tak bisa menampung sampah rumah tangga pada lima tahun yang akan datang. Saat ini saja TPA Taman Krocok sudah overload. Terlebih alat berat yang mengurai sampah juga sudah rusak.

Lokasi TPA baru pun sebenarnya sudah disiapkan dengan luas lahan 5,2 hektare di Desa Paguan, Kecamatan Taman Krocok. Namun, realisasi untuk memindah TPA ke lokasi baru tak kunjung selesai.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Bondowoso Kukuh Rahardjo menuturkan, ada sejumlah kendala yang menyebabkan TPA baru belum bisa dipakai. “Akses jalan menuju TPA yang baru itu belum bisa sampai ke lokasi. Karena jalannya masih berupa tanah,” ujar Kukuh.

Beberapa tahun lalu pihaknya sudah menganggarkan terkait TPA tersebut. Hanya, hingga kini belum bisa dieksekusi. “Karena terkena refocusing anggaran pandemi ini. Termasuk anggaran untuk alat berat atau ekskavator,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Kukuh menambahkan bahwa problem sampah di TPA tersebut sudah masuk program crosscutting. Yakni program yang diemban beberapa OPD terkait. Tetapi, lagi-lagi kini masih terbentur anggaran refocusing.

Disinggung apakah permasalahan TPA Taman Krocok diprediksi tak bisa menampung sampah lagi dalam lima tahun ke depan, seperti bom waktu, Kukuh menekankan perlu visi dan misi yang sama semua pihak terkait. “Sebenarnya permasalahan sampah ini adalah masalah kita semua. Sementara ini, masalahnya berada di TPA. Kan sampah-sampah di masyarakat masih bisa diangkut semua. Hanya saja, problemnya memang di TPA overload,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/