alexametrics
23 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Berlakukan Punishment Untuk Camat yang Tidak Mencapai Target Vaksinasi

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pemerintah Kabupaten Bondowoso mewacanakan akan memberikan rompi hitam bagi camat yang daerah capaian vaksinasinya masih rendah. Selain itu, bagi kecamatan yang capaiannya dinilai tinggi dan mencapai herd immunity akan diberikan reward berupa uang tunai.

Hal tersebut dilakukan setelah diketahui masih ada beberapa kecamatan dengan tingkat capaian vaksinasinya rendah. Dari wacana itu, diharapkan bisa memacu para camat untuk lebih intensif dalam melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya vaksin.

Wakil Bupati Bondowoso Irwan Bachtiar Rahmat menjelaskan, pihaknya akan menyiapkan sejumlah rompi hitam untuk para camat yang daerahnya masih minim peningkatan capaian vaksinasinya. “Rompi hitam digambari tengkorak. Ini ide bagus, akan saya pertimbangkan,” ungkapnya ketika dikonfirmasi setelah sosialisasi percepatan vaksinasi di Pendapa Kecamatan Grujugan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Mereka akan dihukum menghadap bendera dengan mengenakan rompi hitam bergambar tengkorak bertuliskan “Gagal Program Vaksinasi” yang disaksikan oleh bupati, dandim, dan kapolres. Ancaman sanksi tersebut bukan tanpa alasan. Pasalnya, hingga saat ini capaian vaksinasi di Kota Tape masih di bawah 20 persen. Karena itu, dia menargetkan stok vaksin yang ada saat ini wajib habis dalam sepekan.

Pemberian rompi tersebut, lanjut Irwan, akan diberikan setelah dilakukan evaluasi. Evaluasi akan digelar secara bertahap, mengingat capaian vaksinasi setiap hari mengalami perubahan.

Lebih lanjut, pemberian rompi tersebut juga erat kaitannya dengan ketersediaan stok vaksin di Bondowoso. “Sudah berlomba-lomba ternyata vaksinnya nggak ada. Apa yang mau disuntikkan,” terangnya.

Selain punishment, pemerintah juga menyiapkan reward atau hadiah bagi kecamatan yang capaian vaksinasinya tertinggi. Berupa uang total Rp 225 juta. Perinciannya, bagi juara 1 akan mendapat uang sebesar Rp 100 juta, juara 2 sebesar Rp 75 juta, dan juara 3 Rp 50 juta.

Hadiah tersebut, kata Irwan, diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). “Ada pembagian, bagi desa yang mencapai herd immunity, terserah camat rembuk dengan kapolsek dan danramil,” lanjutnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pemerintah Kabupaten Bondowoso mewacanakan akan memberikan rompi hitam bagi camat yang daerah capaian vaksinasinya masih rendah. Selain itu, bagi kecamatan yang capaiannya dinilai tinggi dan mencapai herd immunity akan diberikan reward berupa uang tunai.

Hal tersebut dilakukan setelah diketahui masih ada beberapa kecamatan dengan tingkat capaian vaksinasinya rendah. Dari wacana itu, diharapkan bisa memacu para camat untuk lebih intensif dalam melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya vaksin.

Wakil Bupati Bondowoso Irwan Bachtiar Rahmat menjelaskan, pihaknya akan menyiapkan sejumlah rompi hitam untuk para camat yang daerahnya masih minim peningkatan capaian vaksinasinya. “Rompi hitam digambari tengkorak. Ini ide bagus, akan saya pertimbangkan,” ungkapnya ketika dikonfirmasi setelah sosialisasi percepatan vaksinasi di Pendapa Kecamatan Grujugan.

Mereka akan dihukum menghadap bendera dengan mengenakan rompi hitam bergambar tengkorak bertuliskan “Gagal Program Vaksinasi” yang disaksikan oleh bupati, dandim, dan kapolres. Ancaman sanksi tersebut bukan tanpa alasan. Pasalnya, hingga saat ini capaian vaksinasi di Kota Tape masih di bawah 20 persen. Karena itu, dia menargetkan stok vaksin yang ada saat ini wajib habis dalam sepekan.

Pemberian rompi tersebut, lanjut Irwan, akan diberikan setelah dilakukan evaluasi. Evaluasi akan digelar secara bertahap, mengingat capaian vaksinasi setiap hari mengalami perubahan.

Lebih lanjut, pemberian rompi tersebut juga erat kaitannya dengan ketersediaan stok vaksin di Bondowoso. “Sudah berlomba-lomba ternyata vaksinnya nggak ada. Apa yang mau disuntikkan,” terangnya.

Selain punishment, pemerintah juga menyiapkan reward atau hadiah bagi kecamatan yang capaian vaksinasinya tertinggi. Berupa uang total Rp 225 juta. Perinciannya, bagi juara 1 akan mendapat uang sebesar Rp 100 juta, juara 2 sebesar Rp 75 juta, dan juara 3 Rp 50 juta.

Hadiah tersebut, kata Irwan, diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). “Ada pembagian, bagi desa yang mencapai herd immunity, terserah camat rembuk dengan kapolsek dan danramil,” lanjutnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pemerintah Kabupaten Bondowoso mewacanakan akan memberikan rompi hitam bagi camat yang daerah capaian vaksinasinya masih rendah. Selain itu, bagi kecamatan yang capaiannya dinilai tinggi dan mencapai herd immunity akan diberikan reward berupa uang tunai.

Hal tersebut dilakukan setelah diketahui masih ada beberapa kecamatan dengan tingkat capaian vaksinasinya rendah. Dari wacana itu, diharapkan bisa memacu para camat untuk lebih intensif dalam melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya vaksin.

Wakil Bupati Bondowoso Irwan Bachtiar Rahmat menjelaskan, pihaknya akan menyiapkan sejumlah rompi hitam untuk para camat yang daerahnya masih minim peningkatan capaian vaksinasinya. “Rompi hitam digambari tengkorak. Ini ide bagus, akan saya pertimbangkan,” ungkapnya ketika dikonfirmasi setelah sosialisasi percepatan vaksinasi di Pendapa Kecamatan Grujugan.

Mereka akan dihukum menghadap bendera dengan mengenakan rompi hitam bergambar tengkorak bertuliskan “Gagal Program Vaksinasi” yang disaksikan oleh bupati, dandim, dan kapolres. Ancaman sanksi tersebut bukan tanpa alasan. Pasalnya, hingga saat ini capaian vaksinasi di Kota Tape masih di bawah 20 persen. Karena itu, dia menargetkan stok vaksin yang ada saat ini wajib habis dalam sepekan.

Pemberian rompi tersebut, lanjut Irwan, akan diberikan setelah dilakukan evaluasi. Evaluasi akan digelar secara bertahap, mengingat capaian vaksinasi setiap hari mengalami perubahan.

Lebih lanjut, pemberian rompi tersebut juga erat kaitannya dengan ketersediaan stok vaksin di Bondowoso. “Sudah berlomba-lomba ternyata vaksinnya nggak ada. Apa yang mau disuntikkan,” terangnya.

Selain punishment, pemerintah juga menyiapkan reward atau hadiah bagi kecamatan yang capaian vaksinasinya tertinggi. Berupa uang total Rp 225 juta. Perinciannya, bagi juara 1 akan mendapat uang sebesar Rp 100 juta, juara 2 sebesar Rp 75 juta, dan juara 3 Rp 50 juta.

Hadiah tersebut, kata Irwan, diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). “Ada pembagian, bagi desa yang mencapai herd immunity, terserah camat rembuk dengan kapolsek dan danramil,” lanjutnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/